• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Takut Pelanggan Kabur karena Kemahalan

by BontangPost
24 Januari 2018, 11:03
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
ilustrasi

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diberlakukan mulai awal tahun 2018, untuk warung makan tidak semuanya ditaati. Rata-rata hanya restoran besar yang menaati penggunaan PPN. Beberapa warung makan sederhana enggan menggunakan harga dengan tambahan pajak.

Hal tersebut karena minimnya informasi yang diterima pedagang kelas bawah. Setiap  pengusaha warung makan harus menambah PPN 10% untuk pelanggannya.

Amin, seorang penjual bakso menjelaskan warungnya tidak memakai PPN. Hal tersebut dianggapnya tidak efektif untuk mereka terapkan. Menurutnya hal tersebut hanya akan merugikan pedagang menengah ke bawah.

“Bukan kami tidak mau menggunakan PPN, tapi ini masa defisit. Pelanggan sudah jarang ke warung makan. Apalagi ditambah PPN. Pembeli akan merasa rugi, kami juga yang kasihan kalau tidak laku,” ucapnya, Selasa (23/1) kemarin.

Baca Juga:  Sejumlah Warga Tolak Program Septic Tank Komunal

Dirinya membandingkan usahanya dengan warung makan menengah ke atas sangat berbeda. Menurut pendapatnya, jika warung besar menggunakan PPN tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan. Berbeda dengan pedagang kecil seperti dirinya.

“Kalau warung makan yang ternama kan beda, mereka punya langganan tetap. Mau PPN hanya 10% tidak berdampak ke pelanggan mereka”, jelasnya.

Bagi pengusaha kecil hal ini hanya akan merugikan mereka. Sebab akan ada beberapa dampak jika dagangan mereka tidak laku. Mulai dari menurunnya kualitas makanan yang mereka jual hingga menurunnya omzet.

“Menurut saya pasti akan ada pedagang yang curang, mungkin bisa jadi baksonya dicampur banyak tepung. Supaya tidak rugi jika yang laku hanya sedikit. Karena kan banyak pelanggan yang lebih memilih makan di tempat besar. Toh pajaknya sama aja 10%”, sambungnya

Baca Juga:  Kejar Adiwiyata, SD DDI Tanam Pohon 

Belum meluasnya informasi tersebutpun menjadi alasan beberapa warung makan lainnya tetap menggunakan harga lama.

“Saya tidak dapat pemberitahuan apapun tentang ini, jadi saya tidak pakai pajak di warung saya,” ucap Ani pedagang warung nasi di kawasan Jalan Yos Sudarso.

Dirinya akan mengikuti aturan yang ada jika peraturan tersebut jelas dasarnya. Dan tidak merugikan usahanya.

“Kalau memang peraturannya jelas, saya ikuti saja. Namanya juga aturan”, tutupnya. (*/la)

Tags: pajakSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pengusaha Laundry Pakai Air Sungai 

Next Post

Jalan Kaliorang Digarap Tahun Ini

Related Posts

Tak Bayar Tunggakan Pajak, Wajib Pajak Bontang Terancam Ditempeli Stiker dan Spanduk
Bontang

Tak Bayar Tunggakan Pajak, Wajib Pajak Bontang Terancam Ditempeli Stiker dan Spanduk

10 Oktober 2026, 14:32
Pajak Parkir Bontang Belum Capai Target, Bontang Citimall hingga Mie Gacoan Masuk Pantauan
Bontang

Pajak Parkir Bontang Belum Capai Target, Bontang Citimall hingga Mie Gacoan Masuk Pantauan

28 September 2026, 16:30
Digitalisasi Retribusi Bontang Tembus Rp73,9 Miliar, RSUD Jadi Penyumbang Terbesar
Bontang

Digitalisasi Retribusi Bontang Tembus Rp73,9 Miliar, RSUD Jadi Penyumbang Terbesar

26 Agustus 2026, 16:00
Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kini Ikut Turun Lapangan Cek Wajib Pajak
Nasional

Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kini Ikut Turun Lapangan Cek Wajib Pajak

22 Juli 2026, 08:01
Stimulus dan SPPT Efektif, PBB Bontang Tembus Rp60 Miliar
Bontang

Stimulus dan SPPT Efektif, PBB Bontang Tembus Rp60 Miliar

7 Oktober 2025, 08:42
Pilkada Bontang, Pertarungan Melawan Mitos
Bontang

Warga Bontang Diminta Taat Bayar Pajak

7 September 2024, 16:52

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.