• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Tenaga Kerja Asing Dibutuhkan

by M Zulfikar Akbar
25 Desember 2016, 15:27
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Untuk Proyek Infrastruktur dengan keahlian khusus

JAKARTA – Keberadaan tenaga kerja asing tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, Indonesia pun masih butuh tenaga kerja asing terutama untuk sektor-sektor yang mendesak terealisasi. Seperti proyek pengerjaan pembangunan pembangkit listrik.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan memang ada tenaga kerja asing (TKA) yang cukup banyak di sektor infrastruktur, listrik, dan smelter bahan tambang. Diantarnaya direkrut langsung dari Tiongkok. Tapi, dia beralasan kalau sektor-sektor tersebut belum tersedia cukup banyak tenaga kerja dalam negeri. ”Pekerja Indonesia belum menguasai bidang itu,” ujar JK.

Dia menuturkan perusahaan tentu tidak mungkin harus melatih terlebih dahulu pekerja asal Indonesia. Pelatihan untuk mengasah keterampilan tentu butuh waktu. Padahal, disatu sisi, pekerjaan infrastruktur seperti listrik butuh waktu yang cepat.

”Anda semua juga menuntut infrastruktur selesai, listrik cepat selesai. Nah kalau melatih dulu baru bekerja kapan itu selesainya, listrik itu contohnya,” tambah JK.

Selain itu yang menjadi kendala adalah faktor teknis. Rata-rata pengerjaan pembangkit listrik, misalnya, dikerjakan oleh kontraktor. Investor bisa jadi termasuk pemerintah biasanya hanya terima beres. Nah, di lapangan ternyata berbagai peralatan yang harus dipasang itu butuh keahlian khusus.

Baca Juga:  TKA Ilegal Asal Tiongkok Makin Marak

Bahkan, bahasa di petunjuk manual peralatan itu juga menggunakan basaha mandarin misalnya. ”Orang bugis melihat bahasa Cina, bagaimana caranya bekerja,” kata pria asal Makassar itu lantas tersenyum.

Dalam perhitungan kasar JK, jumlah pekerja asing yang masuk Indonesia itu sekitar 17 ribu orang. Lebih sedikit dari hitungan resmi pemerintah, yakni 21 ribu. Tentu, jumlah tersebut jauh lebih besar dari penduduk tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri yang mencapai lebih dari 2 juta orang.

Modus yang dipergunakan oleh TKI itu juga tidak semuanya melewati cara-cara legal. Banyak yang menggunakan visa tourism lantas bekerja. Seperti di Malaysia yang diperkirakan hingga 50 persennya pakai visa turis.

”Tapi orang Malaysia tidak keberatan karena dia butuh. Jadi memang orang kalau perlu ya kadang-kadanglah (menggunakan cara illegal, Red),” ujar JK. Tapi, bila ketahuan ada pelanggaran tentu TKI itu akan dideportasi. Begitu pula bila ada TKA di Indonesia yang melanggar aturan keimigrasian tentu akan dideportasi pula.

Baca Juga:  Wawali: Banyak Perusahaan Nakal di Bontang

Menko Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan ikut angkat bicara soal beredarnya isu serbuan TKA ilegal asal Tiongkok. Dia meminta masyarakat pandai memilah informasi tentang angka tersebut. Luhut pun menyarankan publik mengacu informasi dari media dan sumber yang kredibel. ”Angka 1,3 juta itu masih jauh dari 10 juta (target turis Tiongkok), tapi sekarang malah angka itu diplesetkan jadi angka tenaga kerja (asing),” tutur mantan Menko Polhukam ini.

Menurut Luhut, upaya pemerintah menarik wisatawan luar negeri itu sudah benar. Sebab, saat ini banyak negara maju yang melakukan hal itu. Sebut saja Jepang. Saat ini, negara yang bersaing secara ekonomi dengan Tiongkok itu justru menargetkan 40 juta turis asal China. ”Saat kunjungan ke Jepang, saya tanya ke pejabat tinggi di sana. Kenapa Jepang sekarang menarik turis dari Tiongkok, jawabannya karena mereka suka uangnya (turis Tiongkok),” tandasnya.

Baca Juga:  Segera Laporkan TKA dan TK Organik!

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Agung Sampurno menerangkan, angka 1,3 juta WN Tiongkok yang berkunjung sampai pekan ketiga bulan ini itu belum mencerminkan orang asing Tiongkok yang bekerja di Indonesia.

Begitu pula dengan jumlah angka warga Tiongkok yang memiliki izin tinggal terbatas dan tetap. Menurutnya, semua pekerja asing harus memiliki dokumen ketenagakerjaan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). ”Angka itu berdasarkan visa. Belum mencerminkan semua orang (asing Tiongkok) bekerja, karena biasanya ada yang bawa keluarga juga,” terangnya.

Agung memastikan, semua WNA yang melebihi izin tinggal (overstay) bakal ditindak sesuai aturan. Begitu pula WNA yang menyalahgunakan visa kunjungan untuk bekerja. Upaya itu akan dimaksimalkan oleh tim pengawas orang asing (PORA) yang melibatkan sejumlah instansi. Yakni, imigrasi, pemda dan kepolisian. (jun/tyo/JPG)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: tenaga kerja asing
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pilar Jembatan Cisomang Diperkuat

Next Post

Akses Ke Bandara Bontang

Related Posts

1.546 Tenaga Kerja Asing Tersebar di Kaltim, 10 WNA Dideportasi
Kaltim

1.546 Tenaga Kerja Asing Tersebar di Kaltim, 10 WNA Dideportasi

13 Oktober 2024, 14:44
TKA Baru Tiba, Diskes Bontang Tambah Masa Inkubasi
Bontang

TKA Baru Tiba, Diskes Bontang Tambah Masa Inkubasi

6 Februari 2020, 15:00
Sudah Kesepakatan Antar-Negara, Kehadiran TKA Sulit Dibendung
Bontang

Sudah Kesepakatan Antar-Negara, Kehadiran TKA Sulit Dibendung

1 Oktober 2019, 10:28
Terkait Seleksi JPT Pratama, Wawali: Kami Tak Boleh Ikut Campur
Bontang

Kesempatan Kerja Kurang, Batasi Tenaga Luar Lewat Regulasi

23 Januari 2019, 15:40
Utamakan Tenaga Non Skill dari Lokal 
Bontang

Utamakan Tenaga Non Skill dari Lokal 

23 November 2018, 16:50
Pemprov Diminta Tegas Awasi TKA
Bontang

Pemprov Diminta Tegas Awasi TKA

22 November 2018, 17:40

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.