Ditemukannya seekor orang utan yang bibirnya mengalami sobekan cukup parah di wilayah tambang PT Pama Persada oleh salah seorang karyawannya berinisial YD mendapat tanggapan dari Centre for Orangutan Protection (COP) Kalimantan Timur.
Koordinator COP Kalimantan Timur Paulinus menuturkan, berdasarkan analisa yang dia lihat dari foto yang diunggah tersebut, kondisi sobeknya bibir orang utan tersebut diduga terjadi sudah cukup lama. “Namun itu pun tidak bisa kami simpulkan selama belum dicek,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya pun menyarankan agar kejadian ini dilaporkan terlebih dahulu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim untuk mendapatkan arahan lebh lanjut. Jika memang nantinya dari BKSDA meminta bantuan ke COP, pihaknya pun mengaku siap untuk membantu.
“Kami ibaratnya tim rescue-nya. Sehingga ketika diminta pertolongan, kami siap,” terangnya saat dihubungi Bontang Post Minggu (28/5) kemarin.
Karena lokasinya berada di dalam perusahaan, dirinya pun juga meminta ada dari pihak perusahaan yang mengamankan terlebih dahulu di mana posisi orang utan tersebut sering berada sehingga ketika nantinya tim rescue sewaktu-waktu datang ke lokasi, tim rescue tak perlu susah lagi mencarinya. “Sekaligus dipantau jangan sampai justru orang utannya mati karena tidak dipantau,” pintanya. (bbg)







