Minta Ketua RT Proaktif, Sudah Masuk Skala Prioritas Musrenbang
Dikeluhkannya kondisi jembatan yang rusak parah, Lurah Tanjung Laut Indah Rosianton Herlambang menyebut, dirinya belum mendapatkan laporan dari Ketua RT setempat mengenai hal ini.
“Juga tidak tahu jika sampai ada korban yang jatuh karena memang belum pernah dilaporkan ke saya,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Jumat (21/7) kemarin.
Karena itu dirinya meminta kepada semua RT di wilayah Tanjung Laut Indah termasuk RT 11 untuk bisa lebih sering berkomunikasi dengan pihak kelurahan.
Pasalnya RT lah yang dinilai paling tahu tentang kondisi permasalahan warga dan wilayahnya. Sehingga ketika ada masalah, bisa dicarikan solusinya bersama-sama. “Dalam waktu dekat ini saya akan memanggil ketua RT-nya untuk berkoordinasi lebih lanjut,” ungkapnya.
Terkait kerusakan jembatan, Lurah Rosianton mengaku, usulan perbaikan jembatan dari RT 11 sudah dimasukkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan, bahkan dikategorikan skala prioritas.
“Ada 50 usulan yang tim bawa ke Musrenbang tingkat kecamatan. Perbaikan jembatan di RT 11 bahkan masuk prioritas. Isi usulannya, minta dibangunkan jembatan ulin dengan panjang 23 meter dan lebar 2 meter,” terangnya.
Pihak kelurahan pun juga sudah membentuk tim delegasi sebanyak 5 orang yang terdiri LPM, ketua RT, dan warga untuk nantinya mengawal usulan Musrenbang ke tingkat yang lebih tinggi.
Hanya saja diakui Rosianton, memang untuk saat ini pembangunan fisik sangat minim sekali dilakukan Pemkot Bontang lantaran kondisi anggaran yang sedang dilanda defisit.
Apalagi program dua ratus juta (Produta) juga belum berjalan. Sehingga pada dasarnya Rosianton berharap, agar para Ketua RT dapat menyampaikan dan memberikan pemahaman masalah tersebut kepada warganya.
“Kami sifatnya hanya mengusulkan dan mengawal saja. Selebihnya yang menentukan memang dari hasil Musrenbang di tingkat yang lebih tinggi. Apalagi saat ini kelurahan bukan SKPD lagi,” pungkasnya. (bbg)







