PEMASANGAN poster bergambar Muhaimin Iskandar yang meresahkan masyarakat ditanggapi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kaltim. Selamat Ari Wibowo selaku Sekretaris DPW PKB Kaltim mengatakan, pihaknya akan segera menertibkan poster-poster yang dianggap meresahkan tersebut.
“Kalau masalah keberatan warga di suatu wilayah dan dianggap mengganggu ya dicabut. Akan kami pindahkan, tidak ada masalah. Kalau melanggar perda ya kami tidak bisa memaksa, ya kami cabut,” kata Selamat kepada awak media.
Dia menyebut, pemasangan poster dengan cara memaku di pohon tersebut lebih dikarenakan ketidaktahuan relawan. Bahwa apa yang dilakukan merupakan pelanggaran terhadap perda. Pasalnya pemasangan poster seperti itu kerap terjadi sebelumnya. Dalam hal ini banyak pihak yang memasang poster atau alat peraga lainnya di pohon.
“Kalau namanya orang itukan gak ngerti. Namanya ini mau dipasang ya dipasang dimana saja. Apalagi kalau pohon dari dulu memang rata-rata dipasang di pohon kebanyakan. Yang jelas begitu dipasang lalu ditegur, baru tahu kalau melanggar,” jelasnya.
Selamat mengakui kurang paham terkait larangan pemasangan alat peraga di pohon. Pun begitu, dia sendiri cukup kaget dengan antusias para relawan yang memasang poster Cak Imin dalam rangka menuju cawapres RI tersebut. Meski begitu pihaknya bakal menertibkan dengan mencabut poster-poster yang dianggap melanggar aturan.
“Saya belum bisa memastikan, tapi yang jelas kalau melanggar aturan ya dicabut,” tegas anggota DPRD Kaltim asal Kutai Kartanegara ini.
Lebih lanjut Selamat membeberkan, pemasangan poster bergambar Cak Imin tersebut merupakan inisiatif dari para kader PKB di Kaltim. Menurutnya wacana majunya Cak Imin sebagai cawapres RI mendapat beragam tanggapan, baik yang positif maupun yang negatif. Pemasangan poster tersebut menurutnya merupakan bentuk respek atas niat Cak Imin maju cawapres RI.
“Nah yang respek ini sepertinya mulai bermunculan di masing-masing daerah,” ungkap Selamat. (luk)







