“Kami tak boleh dan tak bisa ikut campur menunjuk pejabat, karena ini mutlak tergantung nilai asesmen. Itu yang menjadi dasar,”
Basri Rase
Wakil Wali Kota Bontang
BONTANG – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama saat ini telah melewati tahapan pengumuman seleksi berkas administrasi. Tercatat 30 pelamar berhasil lolos untuk tujuh slot kursi kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, hasil dari proses seleksi bergantung pada nilai akhir asesmen. Rencananya proses tersebut akan dilakukan oleh Polda Kaltim.
Basri pun membantah jika unsur kedekatan dengan pimpinan daerah dapat memuluskan jalan pelamar. Mengingat penilaian mutlak berdasarkan skor selama seluruh tahapan tersebut berlangsung.
“Kami tak boleh dan tak bisa ikut campur menunjuk pejabat, karena ini mutlak tergantung nilai asesmen. Itu yang menjadi dasar,” kata Basri kepada Bontang Post, Sabtu (20/10) kemarin.
Selain itu, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) juga akan mengawasi seluruh proses seleksi. Jika terdapat kongkalikong maka secara otomatis akan diberikan teguran keras.
Sebelumnya Basri telah mengajak seluruh pejabat dengan kriteria sesuai ikut proses seleksi. Permasalahan jika tidak lolos nantinya, merupakan bentuk dari sebuah kerja keras. Menurutnya diperlukan inovasi baru dalam membangun Bontang secara bersama. “Namanya seleksi pasti ada yang lolos dan tidak,” ucapnya.
Terpenting, siapapun yang terpilih nantinya wajib mengetahui visi dan misi pemimpin daerah. Tujuannya agar penjabaran melalui program kerja dapat selaras.
Diberitakan sebelumnya, tujuh OPD akan diisi oleh pimpinan baru melalui proses seleksi JPT Pratama kali ini. Ketujuh OPD tersebut meliputi Inspektorat Daerah, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Diskes), Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB), Badan Pendapatan Daerah (Bapeda), dan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang).
Berdasarkan hasil berkas, pelamar terbanyak menginginkan posisi Kadisnaker, dengan total 11 orang. Sementara OPD yang sedikit peminat ialah Kadiskes, hanya diikuti oleh tiga orang saja.
Pelamar yang lolos seleksi berkas administrasi selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi melalui asesmen center, penulisan makalah, presentasi, dan wawancara wajib dilalui oleh pelamar. Hal ini untuk mengerucutkan menjadi tiga orang di tiap posisi yang diperebutkan. Tahapan ini berlangsung mulai 1 hingga 14 November. (ak)







