• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Terkait Validitas Data IUP di Kaltim, PMII Bakal Melapor ke KPK

by BontangPost
4 Mei 2018, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Samarinda akan mengkaji data Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diserahkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim. Pasalnya data IUP yang dikantongi PMII dianggap perlu diuji validitasnya.

Ketua Umum PMII Cabang Samarinda, Agus Setiawan menuturkan, pihaknya sudah memegang data 1.404 IUP di Kaltim. Lewat data tersebut, PMII akan menguji dan memetakkan kategori perizinan.

“Setelah dikaji, kami akan pertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah. Salah satu usaha yang ingin kami ambil yakni melaporkan Dinas ESDM kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, Red.),” ujar Agus, Rabu (2/5) lalu.

Kata dia, data yang diserahkan ESDM pada PMII masih perlu diuji dengan data IUP yang diterbitkan Kementerian ESDM RI. Uji validitas data tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi pertentangan antara data pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Baca Juga:  Komura-Pengusaha Hindari Resistansi

Bila ditemukan kejanggalan, lanjut Agus, pihaknya akan segera membuat aduan pada KPK dan kepolisian. Pengaduan tersebut sebagai bentuk keprihatian PMII atas maraknya pertambangan yang tak sesuai amanah undang-undang.

“Mudah saja kok menilai data ini. Karena seluruh data IUP dari ESDM bisa disesuaikan dengan data Kementerian ESDM. Data yang tidak cocok, kami konfirmasi, kemudian diuji validitasnya,” sebut dia.

Agus menegaskan, uji validitas data juga mencakup uji lapangan. PMII tidak akan mudah percaya dengan data yang diterbitkan ESDM. Sebab bisa saja IUP yang telah dinyatakan non-clean and clear (CNC) dan dicabut pemerintah provinsi, namun dalam kenyataan di lapangan perusahaan pemegang IUP masih melakukan penambangan.

Baca Juga:  PKS Masih Bersabar, Beri Ruang Isran untuk Konsolidasi

“Ini yang bakalan kami uji. Kami tidak akan mudah percaya begitu saja semua informasi yang didapatkan dari ESDM. Soalnya di Kaltim ini masih banyak perusahaan tambang batu bara. Siapa yang tahu perusahaan di daerah tertentu, sudah masuk CNC, non-CNC, atau telah dicabut,” kata Agus.

Dia mengungkap, selama ini, belum ada pengawasan ketat terhadap tambang yang telah masuk dalam daftar IUP yang dicabut Biro Hukum Pemprov Kaltim. Selain itu, publikasi juga belum maksimal dilakukan Dinas ESDM.

“Nyatanya sebagai masyarakat, kami tidak mengetahui status tambang yang beroperasi. Apalagi selama ini kami menilai pengawasan Dinas ESDM masih sangat lemah. Jangan heran, muncul dugaan IUP yang sudah berstatus non-CNC, masih melakukan produksi,” tambah dia.

Baca Juga:  Medsos Jadi Sarana Debat Pilgub 

Agus menilai, selama ini Dinas ESDM tidak hanya lemah dalam bidang publikasi. Tetapi juga pengawasan yang tidak maksimal terhadap ribuan perusahaan yang masih aktif beroperasi di Benua Etam. “Apalagi banyak yang menilai ESDM ini hanya memiliki pengawas tambang yang sangat minim. Ini kelemahannya. Banyak tambang, tetapi pengawasannya lemah,” sebutnya. (*/um)

Tags: IUPMetro SamarindaPMIItambang
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Outsourcing Buah Lemahnya Pengawasan

Next Post

Jembatan Ditabrak, Kendaraan Harus Dibatasi

Related Posts

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58
Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim
Kaltim

Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim

24 Februari 2026, 14:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.