• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kriminal

Terobsesi Situs Jual Beli Organ, Dua Remaja di Makassar Bunuh Bocah 11 Tahun

by Redaksi Bontang Post
11 Januari 2023, 11:13
in Kriminal
Reading Time: 2 mins read
0
Lokasi penemuan mayat korban penculikan dan pembunuhan di Pam Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros. (Fajar.co.id)

Lokasi penemuan mayat korban penculikan dan pembunuhan di Pam Timur Waduk Nipa-nipa, Moncongloe, Kabupaten Maros. (Fajar.co.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar mengungkap dua pelaku penculikan disertai pembunuhan anak 11 tahun. Mereka masing-masing berusia 17 dan 14 tahun. Keduanya dibekuk di rumahnya masing-masing pada Selasa (10/1/2023) dini hari.

“Pelaku sudah kita tangkap dan kami tahan,” ujar Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi Budhi Haryanto.

Ia menjelaskan, berawal dari laporan masyarakat ada anak hilang. Dari laporan tersebut, kata dia, polisi langsung melakukan penyelidikan. Dan, ternyata anak hilang tersebut sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

“Kami lakukan penyelidikan, kami kembangkan. Akhirnya, kami ketahui. Hilangnya anak tersebut karena dibunuh oleh seseorang,” ujar dia kepada wartawan.

Saat ditanyakan apa motif dari pembunuhan tersebut, kata dia, terkait faktor ekonomi. Para tersangka tergiur tawaran di situs internet Yandex dengan menjual organ tubuh manusia untuk mendapatkan uang banyak.

Baca Juga:  Pesan Penculikan Anak Catut Polres Bontang, Polisi Pastikan Bukan Imbauan Resmi

“Ini tentang jual beli organ tubuh. Dari situ, tersangka terpengaruh. Ingin menjadi kaya. Ingin memiliki harta sehingga muncullah niatnya tersangka melakukan pembunuhan. Rencananya, organ dari anak yang dibunuh ini akan dia jual,” ungkap dia.

Menurut dia, dari peristiwa ini mengingat para pelaku masih di bawah umur, ada tiga aspek yang dinilai. Pertama, aspek sosiologis. Para tersangka ataupun pergaulannya diwarnai dengan hal negatif. Contohnya, tersangka mengkonsumsi konten negatif di internet.

Kedua, dari aspek psikologis. Setelah rilis ini, tim penyidik akan mendatangkan ahli psikologi untuk mengetahui sejauh mana tersangka tega melakukan perbuatan pembunuhan tersebut.

Ketiga, aspek yuridis. Pihak kepolisian tentunya sudah mengkonstruksikan atas pengenaan tindak pidana dalam perkara ini, melihat kondisi dan psikologis para tersangka.

Baca Juga:  Pembunuhan Dua Balita oleh Ayah Kandung di Samarinda, TRC PPA Kaltim Bantah Pelaku Alami Gangguan Jiwa

“Kami jerat dengan pasal pembunuhan berencana dan UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, yang ancaman hukumannya tentunya dikurangi setengah,” kata dia.

Penangkapan Tersangka 

Sebelumnya, tim Reskrim Polsek Panakkukang menangkap kedua pelaku di dua tempat. Tersangka yang berusia 14 tahun ditangkap di rumahnya, Kompleks Kodam Lama, Borong. Sedangkan rekannya ditangkap di rumah orangtuanya di Lorong 7, Jalan Batua Raya 7, Kecamatan Panakkukang pada Selasa, pukul 03.00 WITA.

Dari pengakuan tersangka utama (17 tahun), awalnya mendapatkan informasi di situs Yandex bisnis penjualan organ manusia dan dijanjikan mendapat uang besar. Ia pun bersama rekannya merencanakan pembunuhan korban.

Namun sialnya, saat mengkonfimasi nomor di situs itu sudah tidak bisa diakses dan tidak tersambung. Saat kejadian, korban pun sudah tidak bernyawa.

Baca Juga:  Kejadian di Berau, Dua Balita dan Ibu Hamil Tewas Dibunuh Suami

“Di situ ada harga (organ sel) harganya 80.000 dolar, ada ginjal, paru-paru juga. Saya cekik, dan benturkan kepalanya di dinding,” katanya sembari tertunduk saat rilis di Polrestabes Makassar.

Karena tidak mendapat apa-apa, tersangka membawa jasad korban lalu diikat tali rapiah kemudian membungkus kantong plastik berwarna hitam. Lalu membawa mayat korban untuk dibuang ke daerah perbatasan Makassar, di Waduk Nipa-Nipa, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, lalu ditemukan warga setempat. (*)

Source: antaranews
Tags: Pembunuhan AnakPenculikan AnakPenjualan Organ
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

5 Penyebab Timnas Indonesia Kalah dari Vietnam

Next Post

Ada Peluang Dapat Modal Rp 10 Miliar, DPRD Setuju Rencana Pemisahan BPR Bontang Sejahtera dari Perumda AUJ

Related Posts

Bontang

Pesan Penculikan Anak Catut Polres Bontang, Polisi Pastikan Bukan Imbauan Resmi

1 September 2026, 15:12
Polda Kaltim Ungkap Kasus Penculikan dan Pembunuhan Bocah 7 Tahun di Sangatta
Kriminal

Polda Kaltim Ungkap Kasus Penculikan dan Pembunuhan Bocah 7 Tahun di Sangatta

3 Juni 2026, 20:53
Bocah 7 Tahun yang Hilang di Sangatta Ditemukan Meninggal Dunia di Bukit Pelangi
Kaltim

Bocah 7 Tahun yang Hilang di Sangatta Ditemukan Meninggal Dunia di Bukit Pelangi

3 Juni 2026, 15:36
Bocah 7 Tahun di Sangatta Kutim Dilaporkan Hilang, Polisi Periksa CCTV dan Kerahkan Tim Pencarian
Kaltim

Bocah 7 Tahun di Sangatta Kutim Dilaporkan Hilang, Polisi Periksa CCTV dan Kerahkan Tim Pencarian

3 Juni 2026, 12:24
Polisi Ungkap Jaringan Penjualan Anak lintas Provinsi, Balita Korban Penculikan Ditemukan di Jambi
Nasional

Polisi Ungkap Jaringan Penjualan Anak lintas Provinsi, Balita Korban Penculikan Ditemukan di Jambi

11 November 2025, 08:00
Kejadian di Berau, Dua Balita dan Ibu Hamil Tewas Dibunuh Suami
Kriminal

Kejadian di Berau, Dua Balita dan Ibu Hamil Tewas Dibunuh Suami

11 Agustus 2025, 16:41

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.