• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Teror Bom di Jantung Kaltim

by BontangPost
14 Februari 2017, 13:01
in Kaltim
Reading Time: 5 mins read
0
TEROR: Tampak lokasi penemuan bom(atas), dan tersangka teror bom beserta bom yang digunakan.(KPG)

TEROR: Tampak lokasi penemuan bom(atas), dan tersangka teror bom beserta bom yang digunakan.(KPG)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Teror bom mengguncang Kota Tepian, Senin (13/2). Lokasinya di Kantor Cabang Pembantu Bank Rakyat Indonesia (KCP BRI) Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu. Warga ibu kota Kaltim pun dibuat resah.

Ini adalah untuk kedua kalinya kejadian yang diidentikkan dengan terorisme terjadi di Kota Tepian. Kasus pertama, tentu saja pengeboman di Gereja Oikumene, di Jalan Cipto Mangunkusumo Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, 13 November 2016 pukul 10.10 Wita silam, yang menewaskan balita.

Belum hilang trauma Bubuhan Samarinda, teror serupa kembali terjadi.

Adalah Agus Fitriana yang bikin ulah. Perampok 29 tahun itu mengancam akan meledakkan KCP BRI sekira pukul 11.00 Wita kemarin. Keruan saja, belasan nasabah berhamburan. Aksi Agus benar-benar kayak teroris kelas profesional.

Aksi warga Dusun Pulau Mas, RT 006, Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) itu benar-benar nekat. Jelang siang bolong, Agus masuk ke bank.

Dia mengabaikan pertanyaan Bayu Andi Saputra, sekuriti bank yang berjaga seorang diri.

“Seperti biasa, saya menanyakan maksud dan tujuan kepada setiap orang yang masuk ke bank,” jelas Bayu.

Awalnya, tak ada yang curiga dengan Agus. Pasalnya, penampilannya layaknya nasabah yang hendak melakukan transaksi di bank.

“Saya pikir malah dia (pelaku, Red.) orang bisu, karena tidak menjawab dan mengeluarkan kertas,” timpal Bayu.

Namun, mata Bayu sontak terbelalak saat melihat tulisan: “saya minta uang Rp 50 juta, atau saya ledakkan bom ini”.

Jari tangan kanan pelaku lantas menunjukkan tas selempang warna biru gelap berbahan kain.

Bayu pun melawan Agus yang punya badan gempal. Mengenakan hem biru lengan panjang, Agus berusaha mencakar sekuriti bank. Namun, usaha pria yang diketahui sebagai karyawan tambang PT Pama di Site Separi, Kukar itu sia-sia.

Kegaduhan di gedung menambah resah nasabah. Bom rakitan terlempar keluar ketika Bayu dan Agus bergelut. Karyawan bank lantas lari ke atas dan berteriak minta tolong.

“Tolong, ada bom, Pak,” teriak seorang perempuan sembari lari tergesa-gesa berusaha menyelamatkan diri.

Seketika itu, suasana tenang di teller bank berubah panik. Sama halnya Titah. Karyawan BRI yang punya tugas melayani nasabah itu terburu-buru menghubungi keluarganya di kepolisian.

Baca Juga:  Pengedar Narkoba Lintas Provinsi Dibekuk 

“Uwa, cepat ke sini (BRI, Red.). Ada bom di kantor,” teriaknya. Di ujung telepon, Iptu Hardi sebagai Kasubag Humas Polresta Samarinda adalah pria yang dihubungi tersebut.

Di atas lantai, sekuriti Bayu terduduk. Seragamnya kusut. Di sudut lain, belasan nasabah berhamburan menyelamatkan diri. Namun, ada pula yang mencoba mengamankan Agus.

Tak sampai 10 menit, jajaran Polsekta Samarinda Ulu sudah tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Dengan kedua tangan terborgol, pria gempal berambut lurus belah kiri itu dibawa ke Polsekta Samarinda Ulu.

Dengan wajah lebam dan lecet di beberapa badan, Agus tak bisa melawan. Puluhan warga yang tersulut emosi karena ulahnya mendaratkan bogem mentah. Dari tas yang berisikan bom, pelaku kedapatan membawa pisau dapur, obeng, dan rompi seragam tempatnya bekerja.

Berhasil diamankan, petugas lantas memasang kursi plastik dan tali rafia menandakan ada bom di tengah jalan. Lalu lintas kawasan tersebut pun tak bisa dilintasi, baik dari arah Tenggarong menuju Samarinda Kota, maupun sebaliknya.

Di tengah jalan, delapan pipa berukuran 15 sentimeter dibalut lakban putih berlilitkan kabel merah, biru, dan hitam menambah kecemasan. Pemicunya diketahui menggunakan PCB (printed circuit board) powerbank yang disambung dengan baterai berukuran sedang.

Sementara di bagian lain, kertas aluminium foil dibungkus berisikan pasir basah.

Untuk menjinakkan bom, tim Gegana Brimob Polda Kaltim dikerahkan. Brigpol Saidi Amri Ritonga yang mengenakan baju antipeledak, dibantu rekan-rekannya berusaha menjinakkan rangkaian bom.

Media ini menelusuri bagaimana pembuatan bom oleh Agus. Bak pelaku profesional, pria kelahiran Karawang, Jawa Barat, itu menyusun rangkaian bom dari sebuah video tutorial.

Berdurasi sekira 3 menit, video yang diketahui dari sebuah film layar lebar Bollywood itu ditonton dari komputer di indekosnya. Sayang, polisi belum berani membeberkan keseluruhan terkait rakitan bom.

Berdasarkan penelusuran, bom tersebut dirakit pelaku sejak 10 hari lalu. Nah, jika berhasil meledak, jarak ledaknya bisa sampai 25 meter.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Eriadi, menjelaskan, aksi Agus tergolong teror namun dengan keperluan untuk pribadi.

“Pelaku dililit utang, dia mencoba mengancam pihak bank untuk mendapatkan uang Rp 50 juta,” ujar Eriadi.

Baca Juga:  Pengamat: Strategi Kampanye Tentukan Kemenangan

Perwira berpangkat melati tiga itu menegaskan bakal menyelidiki kehidupan pelaku. Lanjut dia, bank sudah bekerja sama dengan baik dengan menempatkan anggota yang bertugas menjaga keamanan.

GEMAR JUDI ONLINE

Setelah sukses membuat geger lewat ancaman bom pipa, Agus mendadak terkenal. Dia merupakan perantauan asal Jawa Barat. Selama beberapa tahun terakhir, dia bekerja di sebuah perusahaan tambang di Tenggarong Seberang.

Berdasarkan alamat kartu tanda penduduk (KTP) yang dimiliki, dia bermukim di RT 006, Dusun Pulau Mas, Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang. Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas, rupanya tersangka sudah sekira 1,5 tahun terakhir tak lagi tinggal di rumah tersebut.

Dia rupanya menyewa sebuah bangsal milik warga berinisial EF No 65, RT 001, Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, Agus selama ini bekerja di PT Tekindo Mitra Mandiri, tepatnya di subkontraktor PT Pama sebagai operator unit. Berdasarkan keterangan seorang sumber, tersangka dikenal sebagai sosok yang tertutup, pendiam serta jarang bergaul dengan warga sekitar.

Dari sumber yang sama, tersangka juga kerap didatangi oleh sejumlah temannya serta pihak leasing sepeda motor lantaran tagihan bulanan yang menunggak.

Selain itu, tersangka memiliki hobi judi online dengan sistem tanam saham melalui gadget. Hal itulah yang diduga kuat menyebabkan tersangka memiliki banyak utang setelah menanggung banyak kerugian.

Berdasarkan sumber di Polres Kukar, Agus rupanya juga sudah sepekan tak masuk kerja serta tidak pulang ke indekos.

“Informasinya karena di indekos sering didatangi teman juga leasing yang menagih utang,” ujar sumber yang namanya enggan dikorankan.

Selama ini, tersangka hanya bergaul dengan lingkungan sesama pekerja di perusahaan. Sedangkan untuk aktivitas keagamaan disebut tidak terlalu fanatik serta jarang terlihat melakukan ibadah.

Sekira pukul 14.00-16.30 Wita, tim gabungan TNI dan Polri mendatangi lokasi rumah tersangka. Sejumlah perwira hadir dalam kegiatan tersebut. Seperti Danramil Tenggarong Seberang Kapten (Inf) Masrum, Kabag Ops Polres Kukar Kompol Andin Wisnu, Kasat Intel AKP Rustam, Kapolsek Teluk Dalam AKP Supriadi, serta Tim Inafis Sat Reskrim Polres Kukar.

Di kediaman pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, pipa paralon ukuran 1 meter dan 20 sentimeter, alat solder berwarna biru, obeng, rangkaian elektronik, kertas aluminium foil, gayung mandi yang di dalamnya terdapat bungkusan kertas aluminium foil, tiga buku tabungan, kartu keluarga, ijazah SMP, sertifikat pengalaman kerja, akta kelahiran serta komputer putih.

Baca Juga:  Cara Poltekkes Kaltim Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Barang tersebut akan diserahkan kepada Polsekta Samarinda Ulu untuk penyelidikan lebih lanjut. (*/dra/qi/rom/kpg/gun)

TEROR BOM IBU KOTA 

Tentang Agus Fitriana

– Sesuai KTP, pria kelahiran Karawang 29 tahun silam tinggal di Dusun Pulau Mas, RT 006, Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

– Namun setelah dicek petugas, sudah sekira 1,5 tahun pelaku tidak tinggal sesuai alamatnya. Melainkan menyewa bangsal milik warga berinisial EF, nomor 65, RT 001, Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang.

– Sebelumnya dia bekerja di PT Tekindo Mitra Mandiri, tepatnya di subkontraktor PT Pama sebagai operator unit.

– Agus Fitriana dikenal sebagai sosok yang tertutup, pendiam, serta jarang bergaul dengan warga. Tersangka juga diketahui hanya bergaul dengan lingkungan sesama pekerja di perusahaan. Sedangkan untuk aktivitas keagamaan disebut tidak terlalu fanatik serta jarang terlihat melakukan ibadah.

– Tersangka diketahui gemar bermain judi online dengan sistem tanam saham melalui gadget. Hal itulah yang diduga kuat menyebabkan tersangka memiliki banyak utang setelah menanggung banyak kerugian.

Tentang Bom

– Delapan pipa berukuran 15 sentimeter dibalut lakban putih yang dililit kabel merah, biru, dan hitam. Pemicu bom menggunakan PCB (printed circuit board) powerbank yang disambung dengan baterai berukuran sedang. Kemudian, ada kertas aluminium foil berisikan pasir basah.

– Bom buatan Agus Fitriana disimpan dalam tas selempang warna biru gelap berbahan kain.

– Tersangka menyusun rangkaian bom dari sebuah video tutorial berdurasi sekira 3 menit. Video diketahui dari sebuah film layar lebar Bollywood di komputer tersangka.

– Di kediaman pelaku, petugas menyita pipa paralon ukuran 1 meter dan 20 sentimeter, alat solder berwarna biru, obeng, rangkaian elektronik, kertas aluminium foil, gayung mandi yang di dalamnya terdapat bungkusan kertas aluminium foil, tiga buku tabungan, kartu keluarga, ijazah SMP, sertifikat pengalaman kerja, akta kelahiran serta komputer putih.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaTeror Bom
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Valentine, Tak Ada Peningkatan Hunian Hotel di Bontang

Next Post

Kasus Keributan Dewan Dalam Penyelidikan, BK Sebut Tak Ada Ancaman Pistol

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Avtur Naik, Harga Tiket Pesawat dari Samarinda Ikut Melambung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.