• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Terpaksa Pasang Listrik Sendiri, Pedagang PIS Rogoh Kecek Hingga Rp 3,3 Juta 

by BontangPost
25 Mei 2017, 12:26
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
DIKELUHKAN : Karena tak kunjung ada kejelasan, sejumlah pedagang PIS kini terpaksa merogoh kocek pribadi untuk biaya pasang listrik dari PLN.(Foto: Fahrul Razi)

DIKELUHKAN : Karena tak kunjung ada kejelasan, sejumlah pedagang PIS kini terpaksa merogoh kocek pribadi untuk biaya pasang listrik dari PLN.(Foto: Fahrul Razi)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Meski sudah berulang kali menyampaikan keluhan ke pemerintah, namun masalah listrik Pasar Induk Sangatta (PIS) belum juga selesai. Akibatnya, sejumlah pedagang pun kini terpaksa harus memasang listrik ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan dana pribadi. Masalahnya, tak semua pedagang mampu membayar biaya pasang listrik tersebut. Sebab, nilainya cukup besar yakni Rp 3,3 juta.

Roni (34) salah seorang pemilik kios di PIS mengaku terpaksa harus memasang listrik dari PLN. Sebab, tanpa listrik dirinya akan kesulitan mengembangkan usaha servis elektronik yang dijalankannya sejak dua terakhir.

“Yah terpaksa mas saya pasang. Repot kalau mau kerjakan barang yang diperbaiki. Sekarang, yah lebih mudah karena sudah ada listrik. Meski harus siapkan uang untuk biaya pasang listrik. Yah mudah-mudahan saja nanti bisa tertutupi dari pendapatan,” tutur Roni.

Baca Juga:  KPK Instruksikan Pelayanan Online

Lain halnya dengan H Nawiah (61) pedagang PIS lainnya mengaku belum bisa ikut memasang listrik di PLN seperti pedagang lainnya. Sebab, dirinya tidak memiliki uang untuk membayar biaya pasang baru tersebut.

“Saya tidak ada uang mas. Jadi tidak bisa pasang,” ucap Nawiah.

Hal senada juga diungkapkan Wati (28) pedagang PIS lainnya. Menurutnya, jangankan harus menyiapkan uang untuk membayar biaya pasang listrik, untuk membayar retribusi pasar pun dirinya mengaku cukup kesulitan. Sebab, sejak tidak ada listrik pendapatannya dari berjualan terus menurun. Bahkan banyak barang jualannya yang rusak, sehingga dirinya mengalami kerugian.

“Ini aja untuk bayar retribusi terpaksa pakai uang modal. Kalau harus pasang listrik sendiri, jelas sangat memberatkan,” aku Wati.

Baca Juga:  Optimistis Dapat Rp 40 M untuk Porprov

Dia pun berharap agar pemerintah dapat memberikan keringanan bagi pedagang. Minimal dengan memberikan subsidi untuk biaya pasang baru. Sehingga pedagang tetap bisa menikmati listrik dan usahanya pun tetap berkembang.

“Yah, harapannya pemerintah bisa bantu biaya pasangnya. Kalau masalah pemakaiannya, biar pedagang sendiri yang nantinya bayar. Kan kios ini statusnya masih milik pemerintah. Jadi lucu kan kalau pedagang yang pasangkan listrik pakai uang sendiri. Kecuali, jika statusnya mau diserahkan ke pedagang, yah mungkin ga masalah pasang listrik sendiri,” paparnya. (aj)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: listrikPISSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kukuhkan Pengurus Aliansi Jurnalis Kutim, Bupati: Pejabat jangan Tertutup ke Wartawan

Next Post

Bapenda Lirik Potensi PBB P2 Kebun Plasma

Related Posts

Diskon Listrik Berlanjut sampai Juni, tapi Dipangkas Jadi 50 Persen
Kaltim

Tiang Listrik Mulai Berdiri, Batu Ampar Kutim Ditarget Nikmati Listrik Awal 2026

1 Januari 2026, 19:00
Ada Uji Line Charging PLN, Listrik di 9 Wilayah Bontang Padam
Bontang

Ada Uji Line Charging PLN, Listrik di 9 Wilayah Bontang Padam

17 Juni 2023, 10:54
Baru Tahu Listrik Pasar Telihan Padam, Diskop-UKMP Janji Segera Perbaiki
Bontang

Baru Tahu Listrik Pasar Telihan Padam, Diskop-UKMP Janji Segera Perbaiki

25 Januari 2023, 15:48
1.027 Warga Bontang Alami Kenaikan Tagihan Listrik
Bontang

533 Pelanggan PLN Bontang Terindikasi Merubah Standar Daya

16 Juli 2020, 20:03
Tawaran Jepang ke Kaltim Terhambat Regulasi
Kaltim

Tawaran Jepang ke Kaltim Terhambat Regulasi

22 Januari 2020, 13:00
IKN Perlu Daya Listrik Empat Kali Lipat Jakarta
Kaltim

IKN Perlu Daya Listrik Empat Kali Lipat Jakarta

15 Desember 2019, 14:00

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.