SAMARINDA – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar (Popprov) Kaltim XV yang dihelat di Kota Samarinda telah usai dilaksanakan akhir pekan kemarin. Dalam ajang bergengsi di tingkat pelajar itu, para kontingen Bontang berhasil membawa Kota Taman duduk diperingkat kelima.
Sebanyak 10 medali emas, 19 medali perak, dan 30 medali perunggu berhasil dibawa pulang oleh para atlet junior Bontang. Medali emas disumbangkan cabang olahraga (cabor) Judo, Bulu Tangkis, Atletik, Panahan, Tinju, dan Taekwondo.
Kendati berhasil duduk diperingkat kelima Popprov Kaltim, namun hal itu tidak lantas membuat para kepala pelatih di berbagai cabor Bontang merasa puas. Beberapa di antara mereka bahkan merasa belum bisa memberikan penampilan maksimal dengan berbagai alasan.
Kepala Pelatih Cabor Tinju Bontang, Hermadi mengaku, raihan prestasi dari anak asuhnya masih bisa ditingkatkan lagi seandainya bisa mendapatkan waktu latihan yang maksimal. Pasalnya, waktu latih anak asuhnya hanya diperoleh di sela-sela waktu sekolah mereka. Misalnya setelah mereka pulang sekolah atau akhir pekan.
Selain itu, sampai saat ini Cabor Tinju belum memiliki gedung sendiri sebagai tempat pemusatan latihan. Menurutnya, selama ini latihan tinju dilakukan di ruang terbuka dan di sarana umum saja. Meski itu bukan menjadi faktor satu-satunya.
“Ke depan kami sangat berharap dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Pemerintah Bontang. Baik itu dukungan sarana dan prasarana olahraga maupun dukungan pendanaan, agar anak-anak yang gabung di Cabor Tinju semakin bersemangat latihan,” harapnya, Minggu (30/9) kemarin.
Hal senada juga disampaikan Kepala Pelatih Cabor Bulu Tangkis Bontang, M Ahyani Gani. Kepada media ini, ia mengaku, secara latihan dan kemampuan, para anak asuhnya punya potensi besar bisa mengharumkan nama Kota Taman di berbagai turnamen, baik skala daerah maupun nasional.
Hanya saja, untuk bisa meraih itu diperlukan lagi latihan yang intensif disertai ketersediaan sarana pendukung yang baik. Di antaranya ketersedian gedung yang bisa menjadi pusat latihan para atlet. Pasalnya, sejauh ini Cabor Bulu Tangkis Bontang belum memiliki gedung sendiri sebagai tempat pemusatan latihan.
“Di Bontang ini memang banyak Lapangan Bulu Tangkis. Cuma semua lapangan itu tidak ada yang memang milik kami atau milik pemerintah. Semuanya rata-rata milik swasta. Ke depannya, kami sangat berharap ada support dari pemerintah,” tuturnya.
Menurut dia, hal lain yang juga didambakan para atlet bulu tangkis Bontang yakni adanya turnamen berjenjang setiap tahunnya yang disiapkan pemerintah. Dari situ para atlet akan bisa mengasah lagi kemampuannya. Terutama mengasah mental bertanding.
“Seingat saya di skala nasional dulu pernah ada yang namanya event Sirkuit Nasional yang menjadi ajang turnamen bagi para atlet. Di situ tidak hanya melibatkan atlet dari Kaltim, tetapi juga melibatkan atlet dari Jawa, Sulawesi, Bali, dan beberapa daerah lainnya. Cuma sekarang sudah enggak ada,” tandasnya. (drh/adv)







