SANGATTA – Kondisi jalan di pedalaman Kutim sudah tergolong sangat memprihatinkan. Butuh penanganan ekstra menyelesaikan persoalan itu. Makanya Pemkab berencana melakukan perbaikan dengan mengandalkan skema multiyears.
Perbaikan jalan pedalaman memang tak bisa sekadar tambal sulam. Jika proses ini terus dilakukan, persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu tak akan pernah usai. Sebab itu skema multiyears dipilih sebagai solusinya.
“Pemkab akan menerapkan skema multiyears untuk pembangunan jalan di pedalaman,” kata Bupati Kutim Ismunandar belum lama ini.
Jika skema ini dipakai, otomatis sistem sebelumnya yang menggunakan skema lelang per tahun tak lagi digunakan. Metode multiyears dipilih agar kualitas jalan lebih baik.
“Kalau pakai multyears kualitas jalan akan lebih baik. Memang waktu yang dibutuhkan juga lebih lama,” terangnya.
Skema ini juga dipilih untuk meringankan beban penganggaran. Di sisi lain, memiliki keuntungan dari segi pengawasan dan kontrol yang lebih baik.
Adapun konsikuensi proyek multiyears adalah, proyek akan berjalan lebih lama. Namun mekanisme kontrol dan pengawasan akan berjalan lebih praktis.
“Jika memungkinkan semua perbaikan jalan di desa menggunakan skema multyears. Karena sistem ini memang lebih baik,” sambung Bupati.
Ismunandar menegaskan Pemkab Kutim tak tinggal diam untuk memperbaiki infrastruktur di pedalaman. Katanya, program pembangunan wajib dirasakan seluruh masyarakat Kutim, termasuk bagi warga yang tinggal di pedalaman.
“Pembangunan terus kami lakukan secara bertahap,” tandasnya. (hd)







