• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Unit Usaha Belum Gaji Karyawan, Direktur Perumda AUJ Bontang Angkat Suara

by Redaksi Bontang Post
9 Oktober 2022, 20:11
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) berkantor di salah satu ruangan Pelabuhan Loktuan.

Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) berkantor di salah satu ruangan Pelabuhan Loktuan.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Direktur Utama Perumda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Abdu Rahman angkat suara. Perihal polemik yang terjadi di anak perusahaannya yakni PT Laut Bontang Bersinar (LBB). Dikatakan, ia belum mengetahui apakah benar ada tunggakan gaji karyawan di unit usaha tersebut.

“Saya masih berada di luar kota sejak dua pekan lalu. Nanti sepulang ini saya akan meminta konfirmasi,” kata Rahman.

Tak hanya itu, sejauh ini belum ada laporan kondisi keuangan dari PT LBB. Mengingat sejak beberapa hari lalu pihak anak perusahaan sudah membuat laporan. Tetapi masih dilakukan audit dari pihak inspektorat. Ia juga meminta kepada publik tidak terburu-buru menjatuhkan vonis.

Pasalnya unit usaha ini mulai dibentuk sejak awal tahun. Artinya masih 10 bulan bekerja. Direksi masih menata diri. Mulai segi organisasi, manajemen, hingga keuangan.

“Menurut saya, kalau ada masalah seperti itu merupakan hal biasa. Publik jangan berlebihan memojokkan,” ucapnya.

Baca Juga:  BPR Ingin “Cerai” dari Perusda AUJ

Ia juga tidak meminta publik memaklumi. Usai pemkot menyerahkan kewenangan pengelolaan pelabuhan dari PT Pelindo. Namun diakui pendapatan yang didapatkan sejauh ini masih terbilang kecil. Sebab, asumsinya sektor pemasukan masih sebatas di area darat pelabuhan.

Sementara sejatinya pendapatan itu bisa dalam nominal besar jika bisa menyasar dari sisi laut. “Kalau dihitung, prediksi saya pendapatan yang diraup ini masih 10 persen. Karena 90 persennya di sisi laut,” tutur dia.

Aspek darat yang kewenangannya dimiliki PT LBB ialah pengelolaan kepelabuhan, izin sandar, dan parkir. Bahkan sektor parkir sejauh ini masih dalam tahap sosialisasi dengan masyarakat. Adapun sisi laut masih menjadi kewenangan dari Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub.

Perumda AUJ masih berjuang terkait ini. Mengingat di Cilegon bisa mengeruk pendapatan dari sisi laut. “Kapal tunda, kapal pandu itu bisa masuk pendapatan. Dan LBB bisa dan siap lakukan. Ketika pemerintah pusat memberikan kewenangan itu,” terangnya.

Baca Juga:  JPU Minta Pleidoi Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Perusda AUJ Ditolak

Sebelumnya diberitakan, karyawan PT LBB mengeluhkan soal gaji yang tertunggak. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan tersebut diduga tidak memenuhi pembayaran gaji karyawan sejak Agustus hingga Oktober 2022.

“Sudah dari Agustus tidak gajian. Ini sudah masuk Oktober. Belum ada kejelasan,” kata karyawan yang minta namanya dirahasiakan.

Direktur BUP PT Laut Bontang Bersinar Lien Sikin mengonfirmasi, bahwa hal itu merupakan kesalahpahaman antar-internal perusahaan. Ia membeberkan, pada Agustus lalu pihaknya mengumpulkan seluruh karyawan yang berjumlah sekira 30 orang untuk memberikan penjelasan. Bahwa, kondisi keuangan perusahaan kala itu hanya mampu memberi separuh gaji karyawan.

Keputusan itu disepakati oleh seluruh karyawan yang mengikuti rapat. Meski terdapat beberapa karyawan tidak hadir dalam rapat tersebut.

Baca Juga:  Utang Pribadi Ditagihkan ke Perusda AUJ, Kejaksaan Lakukan Penyelidikan

“Mungkin yang tidak hadir itu yang salah paham. Memang benar, semua karyawan gajinya kami panjar dulu. Mulai Agustus sampai sekarang,” terangnya.

Meski begitu, sebagai direktur, ia berkomitmen untuk memenuhi hak karyawannya. Ia memastikan pada Rabu (12/10) seluruh gaji karyawan sudah terbayarkan.

“Alasan kami panjar dulu, karena kemarin kami terkendala dengan keterlambatan invoice. Untuk membuktikan komitmen kami, sekali dalam sepekan kami adakan rapat. Untuk menghindari kesalahpahaman seperti ini,” urainya.

Kendati PT LBB itu salah satu anak perusahaan dari Perumda AUJ, Sikin mengatakan, selama ini perusahaan yang dikelolanya itu tidak mendapatkan sokongan dana dari APBD. Melainkan berdiri secara mandiri.

“Dari awal berdirinya PT LBB itu tidak ada bantuan APBD. Perusahaan ini benar-benar mandiri. Malahan saat pertama dibentuk yakni 2021 kami sudah memberikan PAD ke pemerintah sekira setengah miliar rupiah,” pungkasnya. (ak/ind/k16)

Tags: Perumda AUJperusda AUJ
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Saluran Pembuangan di Pasar Citra Mas Loktuan Tersumbat, Kepala UPT; Salah Perencanaan

Next Post

Wawali Najirah Dorong Pemuda Bontang Jadi Agen Perubahan

Related Posts

Gugatan Perumda AUJ Ditolak Pengadilan, Eksekusi KMP Bontang Express II Berlanjut
Bontang

Gugatan Perumda AUJ Ditolak Pengadilan, Eksekusi KMP Bontang Express II Berlanjut

4 September 2026, 11:41
Pemkot Evaluasi Kinerja Perumda AUJ Bontang Jelang Seleksi Direksi 2027
Bontang

Pemkot Evaluasi Kinerja Perumda AUJ Bontang Jelang Seleksi Direksi 2027

1 Juni 2026, 07:54
Perumda AUJ Gugat Anak Perusahaan PT Bontang Transport Terkait Akta Perdamaian Kapal Roro
Bontang

Perumda AUJ Gugat Anak Perusahaan PT Bontang Transport Terkait Akta Perdamaian Kapal Roro

24 Februari 2026, 13:13
Perumda AUJ Bontang Untung Rp327 Juta, Jauh di Bawah Skala Aset dan Usaha
Bontang

Perumda AUJ Bontang Untung Rp327 Juta, Jauh di Bawah Skala Aset dan Usaha

9 Februari 2026, 08:36
Kasasi Ditolak, Eks Dirut BPR Bontang Sejahtera Tetap Divonis 3 Tahun Penjara
Kriminal

Kasasi Ditolak, Eks Dirut BPR Bontang Sejahtera Tetap Divonis 3 Tahun Penjara

7 November 2025, 11:48
Perumda AUJ Bontang Terus Merugi, Akhir 2023 Capai Rp 370 Juta
Bontang

Perumda AUJ Bontang Terus Merugi, Akhir 2023 Capai Rp 370 Juta

19 September 2024, 09:05

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.