• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Usia Bukan Penghalang Menghapal Quran, Asal Niat, Tidak Ada Kata Terlambat

by BontangPost
6 Januari 2017, 13:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
USIA BUKAN PENGHALANG: Menghapal Al Quran bisa dilakukan pada usia berapapun. Asalkan ada niat dan kemauan keras. (Lukman/Bontang Post)

USIA BUKAN PENGHALANG: Menghapal Al Quran bisa dilakukan pada usia berapapun. Asalkan ada niat dan kemauan keras. (Lukman/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Usia yang tak lagi muda bukan penghalang bagi orang Islam dalam menghapalkan kitab suci Alquran. Hal ini diungkapkan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Subulana Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq. Kata dia, banyak ulama besar dunia yang justru memulai belajar agama di usia 30 tahun ke atas. Mereka bukan hanya hapal dan paham Alquran, namun juga menjadi panutan banyak umat Islam.

“Contohnya Abu Walid Al-Baji yang baru belajar Alquran di usia 30 tahun. Saat itu dia bekerja sebagai penjaga keamanan dan juga sudah menikah. Tapi buktinya dia menjadi ulama besar Mazhab Maliki,” kata Thoriq.

Selain Abu Walid, contoh lainnya yaitu Sholeh bin Kaisan yang belajar agama di usia 40 tahun. Dia ini dikenal sebagai ulama yang mendidik Umar bin Abdul Aziz, khalifah kenamaan Bani Umayyah. Contoh lainnya juga Imam Tirmidzi yang dikenal sebagai salah seorang perawi hadis ternama di kalangan umat Islam.

Baca Juga:  Terkait Kasus Pelecehan Seksual Oknum Guru, Kadisdik: Percayakan kepada Proses Hukum 

“Jadi belajar tidak ada kata terlambat. Banyak kok bapak-bapak yang belajar Alquran. Yang penting ada kemauan,” jelasnya.

Di luar kemauan yang keras, dibutuhkan juga keikhlasan dalam belajar Alquran. Yaitu ikhlas tujuannya karena Allah. Selain itu, perlu juga membuat komunitas yang tujuannya saling menjaga semangat dan tetap istikamah. Juga agar lebih termotivasi dalam menghapal Alquran. Komunitas ini bisa dibentuk antara sesama teman atau suami/istri.

Agar lebih mudah, Thoriq menyarankan untuk menghapal dari surat-surat yang disukai terlebih dulu. Dari situ, nantinya akan lebih mudah dan bisa membiasakan budaya menghapal, bila berhasil menghapal surat-surat yang disukai tersebut. Misalnya surat-surat seperti Yasin dan Al-Waqiah.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Pugar Perpustakaan Mercusuar  

Dalam menghapal Alquran, menurut Thoriq mutlak diperlukan bimbingan guru. Tujuannya membetulkan bacaan, memberikan motivasi, serta agar ada ketersambungan sanad dengan Rasulullah. Kata dia, bila sekadar menghapal, tidak mengapa belajar sendiri. Namun bila ingin menjadi hafiz Alquran, keberadaan guru mutlak dibutuhkan.

“Karena bukan cuma menghapal, tapi mesti melekatkannya. Supaya jangan sampai hapalan-hapalan tersebut tidak hilang. Itu ada metode-metodenya untuk melekatkan hapalan,” sebut Thoriq.

Diterangkan lebih lanjut, waktu subuh merupakan waktu terbaik untuk menghapal Alquran. Selain itu, ada waktu-waktu yang mesti dihindari dalam menghapal Alquran. Yaitu ketika dalam kondisi lelah. Karena dikhawatirkan akan sulit menghapal dan bisa memberikan kesan lelah. Ujung-ujungnya berhenti menghapal Alquran. Dalam menghapal, lebih bagus bila dalam suasana yang tenang.

Baca Juga:  192 Siswa Jalani Seleksi OSN Tingkat Kota 

“Sekarang banyak kok bapak-bapak yang sudah tua tapi bisa menghapal. Ada kemarin itu saya temukan kakek usia 70 tahun bisa tahfiz Alquran. Ada juga suami-istri yang baru bisa menghapal di usia 50 tahun, setelah mulai menghapal di umur 40 tahun,” terangnya.

Diakui Thoriq, kemampuannya menghapal jelas berbeda bila dibandingkan dengan yang muda. Untuk itu, diperlukan niat dan kemauan yang keras untuk bisa menghapal. “Dan tentunya tidak boleh malu dalam hal agama,” tandas Thoriq. (luk)

Tags: al-quranpendidikan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Tuntaskan Banjir Jalan Muara Bengkal, Pemerintah Siapkan Rp 70 Miliar 

Next Post

Hadi-Mukmin Pepet Rita-Sofyan, Polling Pilgub Kaltim 2018 

Related Posts

Viral Pelajar di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini yang Dilakukan Kemendikbud
Nasional

Viral Pelajar di NTT Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, Ini yang Dilakukan Kemendikbud

1 Maret 2023, 10:35
Berpotensi Jadi Temuan BPK, Tahun Ini Foto Ijazah Tak Lagi Dibebankan ke Sekolah
Bontang

Berpotensi Jadi Temuan BPK, Tahun Ini Foto Ijazah Tak Lagi Dibebankan ke Sekolah

25 Februari 2023, 21:13
Nadiem Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Pendidikan

Nadiem Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri

8 September 2022, 10:07
Hetifah Tekankan Tak Boleh Ada yang Berhenti Kuliah Karena Pandemi
Kaltim

Hetifah Tekankan Tak Boleh Ada yang Berhenti Kuliah Karena Pandemi

31 Juli 2021, 21:36
Hetifah Minta Gugus Tugas Covid-19 Bangun Care Center Bagi Anak
Nasional

Hetifah Minta Gugus Tugas Covid-19 Bangun Care Center Bagi Anak

18 Juni 2020, 08:46
Wacana New Normal Mengemuka, Disdikbud Bontang: Tahun Ajaran 2020 Belum Jelas
Bontang

Wacana New Normal Mengemuka, Disdikbud Bontang: Tahun Ajaran 2020 Belum Jelas

27 Mei 2020, 10:15

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.