SANGATTA – Semakin berkembangnya media sosial di Kutai Timur (Kutim), mampu menyampaikan berbagai informasi maupun berita yang belum tentu kebenarannya. Oleh sebab itu kalangan siswa harus bisa memilah berita yang layak diterima.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang, saat memberikan motivasi dan semangat kepada siswa pelatihan jurnalis LPM oleh Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) di SMK N 1 Sangatta Utara, pada Selasa (15/5).
“Saya atas nama pemerintah sangat mengapresiasi AJKT yang mengadakan pelatihan ini untuk pemula, dikalangan pelajar dan mahasiswa. Agar kedepannya banyak generasi penerus yang mampu membuat berita untuk mengembangkan Kabupaten Kutim,” terangnya saat diwawancarai.
Menurutnya banyak permasalahan yang informasinya mudah sekali menyebar ke masyarakat luas. Dengan adanya media maka mampu membantu meredam masalah tersebut. “Belajarlah menjadi jurnalis yang benar, agar mampu membantu pemerintah daerah,” katanya.
Dia mengatakan salah satu pemicu berekembangnya informasi di Kutim, tak lepas dari peranan media. Dirinya mengimbau dalam membuat berita harus berimbang dan dipastikan kebenarannya.
“Tentunya untuk mengemban dan memajukan potensi diri, ya semoga saja bisa menjadi jurnalis beneran,” tandasnya.
Di tempat yang sama, salah seorang pemateri, Bakri Hadi membenarkan menjadi seorang jurnalis itu mudah, namun ia meminta jangan sampai moto seperti itu menjadikan kita menggampangkan sesuatu.
“Mudah bukan berarti menggampangkan. Jadi jika ingin menjadi seorang jurnalis, kita harus memiliki mental dan keberanian. Agar dalam menulis tidak sembarangan. Karena tulisan kita bisa memecahkan yang satu, dan menyatukan yang terpisah,” tutur salah satu mantan wartawan senior di Kutim itu saat menyampaikan materi. (*/la)







