Wacanakan Buat Perbup Pemanfaatan Gas
SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) menyatakan, kelangkaan pasokan tabung gas Liquit Petrolium Gas (LPG) ukuran 3 kilo gram di Sangatta bukan karena kurangnya pasokan. Namun diduga, kelangkaan terjadi akibat pasokan yang seharusnya diperintukan bagi kota, namun justru dijual oleh oknum warga ke wilayah pedalaman. Sehingga, pasokan yang seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan warga kota akhirnya jadi berkurang.
“Selama ini saya tanya ke agen jatahnya cukup saja. Tapi kok di pengecer selalu langka. Nah, setelah kami lakukan pantauan, ternyata banyak gas melon di tingkat pengecer yang di borong warga. Bahkan sempat kedapatan kami, minimal oknum itu membeli 10 tabung dari pengecer. Tujuannya, tidak lain untuk dijual kembali ke kecamatan dengan harga yang tinggi,” ujar Kasi Perdaganan Dalam Negeri Disperindag Kutim Achmad Dony Evriadi.
Padahal, cara yang dilakukan oknum tersebut, kata dia, tidak dibenarkan. Karena, setiap kecamatan sudah memiliki agen atau pangkalan gas yang memang bertanggungjawab untuk ketersedian di masing-masing wilayah. Seoerti untuk kecamatan Sangkulirang, Kaliorang, Kaubun, Karangan dan Sandaran mengambil kebutuhan LPG melon di Kecamatan Bengalon sebagai daerah yang bertanggungjawab memenuhi kebutuhannya.
“Seharusnya pedagang, tidak mengambil lagi di Sangatta. Karena, sudah tempatnya masing-masing,” sebutnya.
Oleh karena itu, kata Dony, saat ini Disperindag bersama Bagian Ekonomi dan Bagian Hukum Setkab Kutim tengah merumuskan Peraturan Bupati (Perbup) terkait regulasi pemanfaatan gas melon. Sebelum diterbitkan, aturan ini rencananya juga akan dikoordinasijan dengan pihak Pertamina dan SKK Migas. Sehingga dapat mengatur tidak hanya terkait harga jual eceran, namun juga pemanfaatannya di masyarakat. Sehingga dapat lebih tepat sasaran sesuai keinginan pemerintah pusat.
“Kami tidak ingin lagi, gas melon yang harusnya bagi warga miskin, tapi digunakan oleh pengusaha yang mendapat omset puluhan juta rupiah setiap bulannya,” tutur Dony. (aj)







