Terbukti Orang Dalam Disdukcapil, Kadis Janji Langsung Pecat
SANGATTA – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim Januar Herlian Putra Lembang Alam meminta aparat kepolisian untuk bergerak cepat dalam mengungkap siapa dalang pembuat KTP palsu.
Pasalnya, perbuatan ini akan merugikan masyarakat. Terlebih bagi mereka yang menjadi korban penipuan. Baik penipuan identitas terlebih finansial.
Tak kalah mencengangkan, semenjak dirinya menjadi Kadis yang menangani pembuatan KTP-el, sudah terdapat lima kasus pemalsuan KTP. Namun hingga saat ini, tak satupun yang diproses oleh aparat kepolisian. Padahal, dirinya sudah memberikan laporan pemalsuan tersebut.
“Kami harap dapat segera ditindak. Karena sudah beberapa kasus yang kami dapati. Tetapi alhamdulillah katanya dari kepolisian sudah menelusuri permasalahan ini,” ujar Januar.
Bahkan dari data yang ada, dirinya mendapati tidak hanya KTP yang dipalsukan, akan tetapi berkas lainnya seperti KK. Tentu saja perbuatan demikian sangat melanggar hukum.
“Ancaman cukup berat yakni 5 tahun kurungan. Kalau memang orang dalam capil yang berbuat, maka akan kami pecat secara tidak hormat,” tegasnya.
Dirinya mengatakan, kasus terakhir yang terungkap ialah KTP atas nama Marselinus Randus warga Bengalon. KTP nya memiliki sedikit perbedaan dari yang asli. Meskipun nyaris sama.
“Ya hampir sama. Tetapi ada beberapa yang terbilang aneh. Pertama masih ada masa berlakunya. Padahal percetakan 2015. Seharusnya sudah seumur hidup. Kemudian, setelah tempat lahir seharusnya koma, tetapi KTP nya menggunakan titik. Ditambah tanda tangannya terlalu tebal dan lainnya,” terangnya.
Namun sayang, saat diminta keterangan lebih mendalam, orang yang memiliki KTP palsu ini enggan menguak pelaku. Dirinya hanya memberikan alamat pelaku tanpa identitas.
“Masih tertutup. Dia hanya bilang ada yang bantu di Bengalon. Makanya kami minta polisi menelusuri. Jangan sampai ada korban lagi,” katanya.
Kasus terakhir ini terkuak pada saat pelaku ingin membuat kartu BPJS di Sangatta. Sesampainya di BPJS, ada ketidaksesuaian identitas yang terdapat di KTP tersebut.
“Nah pada saat itu petugas BPJS meminta ke capil untuk mengecek. Saat kami cek benar KTP nya palsu. Ya kami interogasi. Tetapi tidak mau mengaku. Nah langsung kami laporkan kasus ini ke polisi,” katanya. (dy)







