bontangpost.id – Warga Kelurahan Guntung mulai terbiasa menjadi daerah langganan banjir saat air sungai meluap akibat hujan deras. Tak sedikit warga yang mengaku jenuh dengan kondisi tersebut.
Hardi warga RT 04 Kelurahan Guntung salah satunya. Saban kali air sungai meluap ke ruas Jalan Tari Enggang, bisa dipastikan kediamannya tidak pernah absen kemasukan air.
Mulanya, kerusakan perabotan rumah nyaris tidak bisa dihindari. Baik itu elektronik maupun perabotan rumah lainnya. Ketinggian air yang masuk di dalam rumahnya pun tak menentu. Terkadang semata kaki, juga pernah sebetis orang dewasa.
“Yaudah lah mau bagaimana lagi. Karena sudah terbiasa, kalau hujan gitu sudah waspada pindahkan barang ke tempat yang tinggi,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Lurah Guntung Muhammad Fitrya Lauda Eka Prasetyo mengatakan ada tujuh RT yang terdampak banjir pada 2 Februari kemarin. Yakni RT 4, 6, 10, 11, 12, 13, dan RT 14. Disinggung berapa jiwa yang terdampak banjir, Oda sapaan akrabnya bilang bahwa pihaknya tidak melakukan pendataan.
“Saya sudah instruksikan ke Ketua RT. Tapi kasian juga warga banyak yang sudah jenuh dengan kondisi ini. Di data terus tapi enggak ada penanganannya. Kalau sudah begitu ya mau bagaimana lagi. Yang terpenting kami tetap monitor,” akunya.
Melihat kondisi hujan merata yang melanda Bontang sejak kemarin, membuat Oda khawatir akan kondisi warganya. Pasalnya, potensi banjir cukup besar terjadi di wilayahnya.
“Kalau sudah hujan begini kemungkinan banjir lagi. Karena sungai meluap juga. Kami berharap program penurapan sungai bisa berjalan secepatnya,” tutupnya. (*)







