Bapeda Sebut Masuk Program dan Tahap Perencanaan
SANGATTA – Wacana pembangunan jembatan penguhubung antara Sangatta Utara dan Sangatta Selatan kembali mencuat. Hal ini dilontarkan pada saat Musyawarah Rencana Pembanguan (Musrembang) kecamatan, Kecamatan Sangatta Selatan. Ardana, warga Sangatta Selatan, meminta kepada pemerintah segera merealisasikan mimpi masyarakat untuk mendapatkan jembatan penghubung di dua kecamatan tersebut.
“Masalah jembatan harus terus diingatkan. Karena jika tidak, maka pemerintah akan mengabaikan hal itu. Padahal, jembatan merupakan salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat setelah pembangunan jalan,”ujar Ardana warga Desa Sangatta Selatan.
Hal senada juga diutarakan Camat Sangatta Selatan, Hasdiah. Dia juga meminta Pemkab secepatnya merealisasikan jembatan penghubung tersebut. Sebab, jembatan merupakan salah satu akses untuk mendongkrak perekonomian untuk dua kecamatan, yakni Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Terlebih, Sangatta Selatan merupakan wadah penghasil kebutuhan berbagai macam kebutuhan masyarakat di Kutim. Diantaranya sayur-sayuran, ikan dan buah-buahan.
“Jadi sangat kami harapkan. Mudahan saja secepatnya. Karena Sangatta Selatan sebagai pusat sayur dan ikan. Seperti di Gang Kutilang, merupakan penghasil sayur terbesar. Begitu juga Teluk Lombok dan sekitarnya, adalah penghasil ikan,” katanya.
Jika jembatan pendekat belum ada, maka hal itu akan menyulitkan masyarakat dalam beraktivitas. Tentunya, perekonomian di Sangatta Selatan juga akan tertinggal jauh dari kecamatan lainnya. Buktinya, salah satu kecamatan tertua ini masih minim dari pembangunan. Diantaranya masalah infrastruktur.
“Jadi kalau mau menyebrang, harus mutar jauh ( ke jembatan Kampung Kajang, red). Padahal kalau ada jembatan, akan memudahkan kami dalam memasarkan barang dagangan dan menjalankan aktivitas lainnya. Berdasarkan hal itu, maka kami usulkan dalam Musrembang kecamatan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kutim, Bidang Ekonomi, Ery, mengaku jika jembatan penghubung dua kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan jauh hari sudah masuk dalam program utama pemerintah Kutim. “Masalah jembatan sudah masuk dalam program kami. Kami sudah berikan restu,” kata Ery.
Saat ini, rencana pembangunan jembatan sudah masuk dalam tahap perencanaan. Semuanya direncanakan oleh dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutim. Mulai dari lokasi strategisnya, hingga desain fisik. “Perencanaan melalui APBD. Perencanaan tersebut ditahun 2017 ini. Semuanya kami serahkan kepada PU. Baik lokasi maupun desain. Sedangkan untuk pembangunan fisiknya. Kami mencoba usulkan menggunakan dana APBN. Karena tahu sediri, anggaran kita terbatas,” katanya. (dy)







