SANGATTA- Selasa (10/7) kemarin, warga Kutim digemparkan dengan beredarnya dugaan alquran.
Alquran ini beredar di Kecamatan Teluk Pandan. Warga menemukan alquran berwarna biru tua bertuliskan Wakaf Mushaf Al Madinah tersebut di masjid.
Dikatakan Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kutim Ambotang, alquran yang dihiasi tinta emas itu dilaporkan warga ke Kemenag Kutim. Sebab, alquran tersebut diduga palsu setelah warga setempat membacanya.
Dari hasil pengamatan sementara, hanya satu keganjilan ditemukan pada alquran itu. Yakni, tulisan Allah yang salah. Alquran pada umumnya, memiliki harakat atau garis memanjang ke atas pada lafal Allah. Sedangkan alquran yang ditemukan saat ini, memiliki harakat miring atau garis miring.
“Semua kalimat Allah berubah. Sudah kami bandingkan, semua memiliki garis yang miring. Padahal yang benar adalah memanjang ke atas. Jika di baca akan berbeda. Satu Allah atau Alloh dalam bacaan bahasa arab, satunya Ala,” ujar Ambotang.
Menurut keterangan warga, alquran ini didapatkan dari salah satu perusahaan tambang. Hal ini dibuktikan dari stempel perusahaan yang melekat pada alquran tersebut.
“Hal ini akan kami bicarakan internal dulu. Setelah itu, kami akan bahas pada semua tokoh agama. Khususnya MUI,” katanya.
Kemenag meminta kepada warga Kutim yang menemukan alquran serupa, harap segera menyerahkan kepada kemenag. Sebab, alquran ini tak laik baca.
“Sangat membahayakan. Ada keganjian di dalamnya. Perlu ditelusuri dulu. Untuk itu, silakan warga menyerahkan kepada kami,” katanya. (dy)







