BONTANG – Banjir yang terjadi di Bontang, Senin (20/11) lalu merupakan banjir terparah sepanjang tahun ini. Pasalnya, melumpuhkan sebagian besar wilayah Bontang termasuk jalan protokol. Meski sudah surut, masyarakat tetap diminta untuk selalu waspada. Mengingat imbauan BMKG, curah hujan tinggi dengan intensitas tinggi akan berlangsung hingga awal Desember mendatang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ahmad Yani mengatakan, banjir di Bontang sudah surut. Tetapi pihaknya meminta masyarakat tetap waspada.
“Kami juga dari pemerintah telah melakukan rapat bersama instansi terkait untuk melakukan upaya pencegahan, baik jangka panjang, menengah dan pendek,” jelas Yani saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang usai rapat pembentukan tim khusus pencegahan banjir, Selasa (21/11) kemarin.
Terkait banjir kemarin, Yani menyatakan debit air memang lebih besar datang ke Bontang. Isu terkait tanggul Indominco jebol juga tidak dibahas dalam rapat tersebut.
“Kami bentuk panitia untuk pencegahan banjir di rapat tadi itu,” ujarnya.
Yani menambahkan, sesuai data dari BMKG intensitas curah hujan masih tinggi hingga awal bulan Desember mendatang. Oleh karenanya, bukan hanya warga saja yang diminta waspada, tetapi para lurah dan camat pun harus terus menyampaikan hal tersebut.
“Terutama wilayah yang rawan banjir seperti 6 kelurahan yang menjadi langganan banjir,” ungkapnya.
Disebutkan, akibat banjir kemarin, ratusan rumah terendam di 6 kelurahan. Harapan Yani ialah secara internal dengan tupoksi masing-masing kerja secara kolektif.
“Lingkungan bersih dan antisipasi masyarakat serta kesiapan diri terhadap hal-hal seperti banjir atau tanah longsor, agar cepat diantisipasi,” ujarnya. (mga)







