BONTANG – Legislator menyikapi fenomena banjir yang merendam enam kelurahan yakni Kanaan, Gunung Telihan, Satimpo, Gunung Elai, Bontang Baru, dan Api-Api. Para wakil rakyat ini menilai perlu solusi penanggulangan banjir untuk jangka waktu panjang.
Salah satunya, ialah rencana pembuatan bendungan yang telah digagas beberapa tahun yang lalu. Ketua Komisi II Ubaya Bengawan mengatakan, wacana itu akan dibangun di Desa Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur. Mengingat, letak berada di lintas daerah perlu adanya fasilitator sebagai penjembatan.
“Mestinya karena ini berada di wilayah tetangga, maka ini domain provinsi,” kata Ubaya.
Ke depan, politikus Demokrat ini akan berupaya berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim untuk menggagas pertemuan sehubungan dengan rencana tersebut. Pembangunan bendungan merupakan solusi yang tepat untuk menampung air akibat curah hujan yang tinggi.
Di samping itu, normalisasi sungai juga harus dilakukan oleh Pemkot Bontang. Pasalnya, sungai yang ada terlalu kecil sehingga ketika debit air itu tinggi dan tidak tertampung ,maka akan meluap ke permukaan daratan.
“Mulai dari hulu hingga muaranya,” tambahnya.
Ke depan, rencana ini akan segera disampaikan kepada Pemkot Bontang, agar segera ada langkah cepat penganggulangan banjir.
Sementara itu, Anggota Komisi II Ma’ruf Effendy mengatakan, perlu adanya sodetan guna mengurangi debit air. Sodetan tersebut diarahkan ke Bontang Lestari hingga ke muara, sehingga kelak air tidak melewati area perkotaan.
“Kita kan punya hutan lindung, kira-kira bisa tidak dipelajari kalau dibikinkan sodetan. Jadi air yang dari Kutim tidak semuanya lewat sungai Bontang,” kata Ma’ruf.
Proyek ini tentunya juga membutuhkan anggaran yang besar. Oleh karena itu, tugas Pemkot Bontang dan DPRD untuk melobi Pemprov agar dana bantuan keuangan yang dikucurkan juga dengan jumlah yang besar.
“Ini harus melibatkan APBD Provinsi Kaltim,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras berturut-turut yang terjadi sejak Minggu (19/11) malam lalu hingga Senin (20/11) kemarin ‘melumpuhkan’ hampir seluruh wilayah Kota Taman. Ratusan rumah beserta perabotannya di berbagai wilayah kelurahan pun juga ‘tenggelam’ akibat tingginya genangan air. (*/ak)







