bontangpost.id – Usai menghadiri Investment Award pada 25 Mei lalu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah terlihat menjalani tugas pemerintahan tanpa pendampingan pejabat tinggi pratama Bontang.
Itu karena 32 Pejabat Eselon II dan pejabat Administrasi Pemkot Bontang tengah mengikuti aktualisasi pelatihan revolusi mental di Surabaya pada 29 sampai 31 Mei.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tak hanya pejabat Eselon II yang terdiri dari Sekretaris Kota, Staf Ahli, dan Asisten Pemkot Bontang saja yang mengikuti kegiatan tersebut. Melainkan turut dihadiri oleh kepala instansi lain seperti Camat Bontang Barat, Camat Bontang Selatan, dan Camat Bontang Utara.
Kemudian Lurah Loktuan, Belimbing, Guntung, Gunung Elai, Lurah Satimpo, Api-Api, Berbas Pantai, Kanaan, Berebas Tengah, Bontang Lestari, Bontang Kuala, dan Tanjung Laut.
Sedangkan Lurah Bontang Baru dan Gunung Telihan, dan Tanjung Laut Indah absen dalam kegiatan tersebut. Pun, perjalanan dinas tak hanya di Surabaya namun juga di Lamongan dan Demak.
Menanggapi hal itu, Najirah mengaku mulanya tidak mengetahui bahwa seluruh pejabat Eselon II termasuk camat dan lurah sedang ada kegiatan di luar kota.
“Kalau kegiatan revolusi mental itu saya baru tau kemarin. Itupun Kepala BKPSDM baru lapor karena saya telepon. Nah, kalau Camat dan lurah saya enggak tau kegiatan apa. Karena enggak ada lapor,” terangnya.
Kendati demikian, Najirah bilang tidak mempersoalkan hal itu. Sebab, dalam kegiatan tersebut terdapat Wali Kota Bontang Basri Rase yang mendampingi.
Pun, ia lebih senang menetap dan menjaga Kota Bontang. Meski, ia menyayangkan tidak ada laporan atau pemberitahuan soal kegiatan tersebut yang melibatkan seluruh pejabat tinggi pratama.
“Kalau saya jaga gawang saja. Terus siapa yang mau menjalankan roda pemerintahan kalau semua di luar daerah. Ya, walaupun sudah ada pak wali seharusnya kan laporan itu ada jenjang tahapannya,” ucapnya sembari bergurau. (*)







