BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni membuka acara World Clean Up Day atau aksi bersih-bersih di Ekowisata Mangrove Kelurahan Berbas Pantai dan RT 14 Kelurahan Tanjung Laut Indah Sabtu (21/9/2019).
Dalam kegiatan bertemakan “Satu Hati Jaga Bumi Tetap Lestari Bersihkan Laut Dari Sampah Plastik”, dihadiri Plt Sekretaris Kota Bontang, Agus Amir, camat dan lurah, serta beberapa kelompok masyarakat Bontang.
Orang nomor satu Bontang ini mengatakan, bumi adalah tempat berpijak dan menghirup udara, oleh sebab itu harus dijaga. Hal ini merupakan tugas semua pihak bukan hanya pemerintah. Sehingga dia menginginkan agar kegiatan ini jangan menjadi seremonial belaka. Akan tetapi terus digalakan setiap hari baik itu di rumahnya masing-masing maupun lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
“Kita semua harus komitmen, karena kalau bukan kita siapa lagi,” katanya.
Pemerintah juga telah berkomitmen memerangi sampah plastik, seperti mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 30 tahun 2018 tentang pelarangan penggunaan plastik sekali pakai. Dan mengajak masyarakat untuk menggunakan tumbler sebagai tempat air minum.
“Alhamdulilah sekarang beberapa kegiatan sudah mulai tidak menggunakan botol plastik,” ucapnya.
Pasalnya sampah plastik ini sangat berbahaya. Mantan anggota DPR RI ini mengatakan, salah satu penelitian menemukan dalam tubuh ikan adanya mikro plastik, bukti bahwa ikan di laut telah memakan plastik yang berserakan perairan. Sehingga dapat membahayakan kesehatan manusia.
“Kalau tidak dihentikan, akan lebih banyak plastik dari pada ikan di laut,” ujarnya.
Bersih-bersih lingkungan ini juga dapat mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sehingga Bontang dapat zero DBD.
“Bersihkan air yang tergenang di dispenser dan air yang tergenang di kulkas,” imbaunya.
Dia juga mengapresiasi seorang warga yang telah menjadi perwakilan dari Bontang untuk menjadi relawan kegiatan di tingkat internasional ini. Sehingga dia berharap akan lebih banyak lagi inspirator peduli lingkungan yang meraih prestasi serupa.
“Terima kasih untuk semuanya atas komitmennya dalam menjaga lingkungan,” ucapnya.
Sementara itu Koordinator Komunitas Peduli Sampah Bontang, M Syaiful yang didampingi Duta Peduli Sampah, Nurhanah mengatakan, yang terlibat dalam kegiatan ini ada sebanyak 365 relawan dari 50 komunitas yang tersebar di Bontang. Pemilihan lokasi di ekowisata mangrove ini lantaran wujud kepedulian agar obyek wisata ini dapat terus bersih, sehingga para pengunjung terus betah kembali menikmati suasana tempat wisata di Bontang.
“Kami kali ini fokusnya ke laut,” ucapnya. (Zaenul/adv)







