• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

157 Pasangan Ajukan Cerai Sepanjang Januari-Maret

by Fitri Wahyuningsih
5 Mei 2020, 15:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Gedung Pengadilan Agama Bontang. (Fitri/Bontangpost.id)

Gedung Pengadilan Agama Bontang. (Fitri/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

TIDAK pernah dalam seumur hidup Ani (Bukan nama sebenarnya), berpikir akan mengambil keputusan seberat ini: menggugat cerai suaminya.

Selama 8 tahun lebih rumah tangga dirajut bersama sang suami, Tegar (bukan nama sebenarnya), segalanya terasa begitu menyenangkan. Hidup mereka dipenuhi cinta. Terlebih dengan lahirnya bunga hati mereka Juli 2016 lalu. Maka sempurna lah rumah tangga ini.

Namun ada satu momen yang membuat Ani kecewa berat pada Tegar. Hatinya dibuat luka. Kepercayaannya runtuh. Sebabnya, pria 31 tahun itu kedapatan main serong. Alias menjalin hubungan romantis bersama perempuan lain.

Hari-hari berikutnya mudah ditebak. Keduanya saling curiga. Cekcok tak berkesudahan. Saling memaki. Seolah tak pernah ada cinta di antara keduanya. Situasi panas ini mencapai klimaksnya pada 2018. Ani dengan membawa anak mereka, memilih meninggalkan Tegar.

Baca Juga:  Alasan Ekonomi, 176 Wanita Gugat Cerai Suami

Lebih 10 bulan pisah ranjang, tak ada solusi atas masalah ini. Tidak mau hidupnya terasa digantung, awal Maret 2020, Ani resmi melayangkan gugatan cerai atas Tegar di Pengadilan Agama (PA) Bontang.

Kasus Ani hanyalah satu dari 157 berkas gugatan cerai yang masuk ke PA Bontang dalam rentang Januari-Maret 2020.

Dikatakan Ketua Panitera PA Bontang, Mursidi, bila diklaster, pemicu gugatan cerai yang masuk ialah masalah ekonomi (tidak dinafkahi dalam jangka waktu tertentu), perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Pemicu itu macam-macam. Cuma yang paling banyak ekonomi, sih. Kalau KDRT mulai kurang,” ujarnya kepada Bontangpost.id kala disambangi di kantornya, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Bontang Utara, Selasa (5/5/2020) siang.

Kemudian rata-rata usia penggugat dan tergugat terbilang muda, yakni di bawah 35 tahun. Sedang perempuan (Istri) mendominasi jadi pihak penggugat.

Baca Juga:  Waduh! 3 Tahun Berturut-turut, Pengajuan Cerai Terus Naik

TIDAK BISA AJUKAN GUGATAN CERAI SELAMA PANDEMI

ANGKA 157 tersebut merupakan berkas masuk di Pengadilan Agama Bontang hingga akhir Maret 2020 ini. Sebabnya, mulai 24 Maret hingga 13 Mei 2020, Pengadilan Agama Bontang untuk sementara waktu tidak menerima berkas gugatan baru.

Aturan ini sebagaimana termaktub dalam Surat Edaran Ketua Mahakama Agung RI Nomor 3 tahun 2020. Tentang perubahan kedua atas surat edaran MA nomor 1 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan tugas selama masa pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Mahkamah Agung dan badan keadilan di bawahnya.

“Kami mengikuti instruksi pusat (Mahkamah Agung RI),” tegas Mursidi.

Dia menambahkan, regulasi tersebut bisa jadi dihentikan atau diperpanjang. Semua menyesuaikan kondisi pandemi di Indonesia.

Baca Juga:  Kaltim Post dan Pengadilan Agama Jalin Kerja Sama

“Biasa 1-2 hari sebelum masa aturan itu berlaku akan ada pemberitahuan baru terbit,” bebernya.

Adapun saat ini, lantaran tak menerima berkas baru, maka PA Bontang hanya memproses berkas yang masuk sebelum 23 Maret 2020.

Sidang cerai di PA Bontang masih berjalan normal. Namun ada protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang dijalankan.

Dalam ruang sidang, jarak antar orang diperlebar, tak boleh bedempetan. Semua yang masuk ruangan wajib mencuci tangan dahulu. Penggugat dan tergugat wajib mengenakan masker.

“Enggak pakai, tidak kami layani,” tegasnya.

Sejatinya sidang cerai bersifat tertutup, hanya melibatkan pemimpin sidang, penggugat, tergugat, pengacara (Bila ada), dan saksi-saksi.

“Supaya tidak menumpuk. Saksi masuk ruang sidang satu-satu. Kami ambil keterangan, sumpah. Kalau sudah, langsung keluar ruangan,” pungkasnya. (*)

Tags: pengadilan agamaperceraian
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

AJI: Penahanan Eks Pemred Banjarhits Tidak Berdasar

Next Post

Masa Berlaku Pos Penjagaan di Empat Titik Bakal Diperpanjang

Related Posts

Tingkat Perceraian di Kaltim Tertinggi di Kalimantan, 4 Ribu Kasus karena Sering Bertengkar
Kaltim

Tingkat Perceraian di Kaltim Tertinggi di Kalimantan, 4 Ribu Kasus karena Sering Bertengkar

21 Juni 2024, 09:00
Kaltim Post dan Pengadilan Agama Jalin Kerja Sama
Bontang

Kaltim Post dan Pengadilan Agama Jalin Kerja Sama

6 Januari 2024, 08:50
Angka Perceraian di Bontang Masih Tinggi, Faktor Ekonomi hingga Suami Tempramental Jadi Pemicu
Bontang

Angka Perceraian di Bontang Masih Tinggi, Faktor Ekonomi hingga Suami Tempramental Jadi Pemicu

11 Mei 2023, 13:55
556 Pasutri di Bontang Pilih Bercerai, Alasannya Sudah Tidak Harmonis
Bontang

556 Pasutri di Bontang Pilih Bercerai, Alasannya Sudah Tidak Harmonis

25 Januari 2023, 08:43
379 Pasangan di Bontang Bercerai, Alasan Ekonomi Masih Mendominasi
Bontang

379 Pasangan di Bontang Bercerai, Alasan Ekonomi Masih Mendominasi

4 Januari 2022, 13:41
Duh…!! Suami Lumpuh, Istri Malah Gugat Cerai
Bontang

Waduh! 3 Tahun Berturut-turut, Pengajuan Cerai Terus Naik

8 Desember 2019, 18:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.