• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

379 Pasangan di Bontang Bercerai, Alasan Ekonomi Masih Mendominasi

by Fitri Wahyuningsih
4 Januari 2022, 13:41
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Humas PA Bontang Ahmad Farih Shofi Muhtar (Nasrullah/bontangpost.id)

Humas PA Bontang Ahmad Farih Shofi Muhtar (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Angka kasus perceraian di Bontang, Kalimantan Timur sepanjang 2021 masih tergolong tinggi. Sepanjang tahun lalu, Pengadilan Agama (PA) Bontang menerima 477 permohonan cerai.

Dari kasus yang diregister, 379 di antaranya sampai putusan. Dengan rincian, cerai talak atau diajukan pihak laki-laki sebanyak 88 kasus, dan cerai gugat atau diajukan pihak perempuan sebanyak 291 kasus.

Humas Pengadilan Agama Bontang Ahmad Farih Shofi Muhtar memaparkan, alasan pengajuan cerai masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Umumnya, cerai diajukan karena motif ekonomi, orang ketiga atau perselingkuhan, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) baik yang dilakukan laki-laki kepada perempuan ataupun sebaliknya.

“Kalau kita lihat secara umum 3 alasan utamanya itu. Secara persentase, paling besar motif ekonomi. Sekitar 70-80 persen,” urainya kala ditemui di Kantor PA Bontang, Jalan Awang Long, Bontang Baru, Bontang Utara, Selasa (4/1/2022) pagi.

Baca Juga:  Anak Jadi Imbas Perceraian 

Namun bila dilihat dari masing-masing pihak, alasan perceraian karena motif ekonomi ada sedikit perbedaan. Misal dari sisi laki-laki, meminta cerai lantaran merasa nafkah yang diberikan ke pihak perempuan tidak pernah cukup. Sementara dari sisi perempuan, menggugat cerai karena laki-laki tidak sanggup menafkahi keluarga.

“Motifnya sama-sama ekonomi. Tapi alasan spesifiknya kedua pihak yang berbeda,” bebernya.

Selain tiga alasan tersebut, alasan tidak umum pasangan suami istri mengajukan cerai di antaranya karena pihak laki-laki memiliki masalah kelamin, sehingga kebutuhan biologis dalam rumah tangga tidak terpenuhi. Ada juga karena salah satu pihak ternyata memiliki orientasi seksual berbeda, gay atau lesbian, namun terlibat dalam pernikahan heteroseksual.

Baca Juga:  Waduh! 3 Tahun Berturut-turut, Pengajuan Cerai Terus Naik

“Kalau homoseksual atau lesbian ada, tapi enggak banyak. Mungkin 4-7 kasus lah,” ucap pria yang juga hakim di PA Bontang ini.

Dari ratusan putusan cerai ditetapkan Pengadilan Agama Bontang pada 2021 lalu, sekitar 70 persen di antaranya didominasi usia produktif 20-40 tahun. Menurut Ahmad Farih, dengan total populasi Bontang sekitar 180 ribu jiwa, maka angka perceraian hingga 379 orang dalam setahun itu terbilang tinggi.

“Cukup tinggi. Karena Bontang ini kan bukan kota yang terlalu besar,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: perceraian
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pekan Depan, Bontang Siap PTM 100 Persen

Next Post

Rp 2 Miliar untuk Rantang Kasih, Ditargetkan Februari Berjalan

Related Posts

Tingkat Perceraian di Kaltim Tertinggi di Kalimantan, 4 Ribu Kasus karena Sering Bertengkar
Kaltim

Tingkat Perceraian di Kaltim Tertinggi di Kalimantan, 4 Ribu Kasus karena Sering Bertengkar

21 Juni 2024, 09:00
Angka Perceraian di Bontang Masih Tinggi, Faktor Ekonomi hingga Suami Tempramental Jadi Pemicu
Bontang

Angka Perceraian di Bontang Masih Tinggi, Faktor Ekonomi hingga Suami Tempramental Jadi Pemicu

11 Mei 2023, 13:55
556 Pasutri di Bontang Pilih Bercerai, Alasannya Sudah Tidak Harmonis
Bontang

556 Pasutri di Bontang Pilih Bercerai, Alasannya Sudah Tidak Harmonis

25 Januari 2023, 08:43
157 Pasangan Ajukan Cerai Sepanjang Januari-Maret
Bontang

157 Pasangan Ajukan Cerai Sepanjang Januari-Maret

5 Mei 2020, 15:00
Duh…!! Suami Lumpuh, Istri Malah Gugat Cerai
Bontang

Waduh! 3 Tahun Berturut-turut, Pengajuan Cerai Terus Naik

8 Desember 2019, 18:00
Duh…!! Suami Lumpuh, Istri Malah Gugat Cerai
Bontang

Alasan Ekonomi, 176 Wanita Gugat Cerai Suami

2 Agustus 2019, 08:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.