• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

21 Tahun di Kursi Roda, Tiyong Benar-benar Menderita

by M Zulfikar Akbar
19 Januari 2019, 14:00
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang nian nasib Ilim Harianto. Pria penyandang disabilitas asal Merakai Kecamatan Ketungau Tengah ini, tidak pernah sama sekali mendapat bantuan pemerintah. Padahal dia hidup dalam kondisi tak mampu.

Saiful Fuat, Ketungau Tengah

SELAMA 21 tahun belakangan, Ilim mengalami lumpuh. Dia hanya bisa duduk di kursi roda. Meski banyak program kesejahteraan yang semestinya dia rasakan. Tak satu pun bantuan pemerintah sampai ke tangannya. “Saya benar-benar menderita,” keluhnya, kemarin.

Satu kali pun pria yang biasa disapa Tiyong ini tidak pernah dapat program bantuan pemerintah. Baik Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Untuk meringankan beban keluarga saya,” katanya.

Sudah sangat lama aktivitas Tiong harus dibantu kursi roda. Sejak kecelakaan tahun 1997. Selama 21 tahun sudah lima kali ganti kursi roda. Tapi bantuan untuk dirinya seolah enggan mampir. Tak hanya itu, untuk berobat selama ini ia menggunakan biaya pribadi. “Saya memang sudah mendaftar BPJS Kesehatan tahun 2018, namun belum pernah memanfaatkannya untuk berobat,” bebernya.

Baca Juga:  Galih Priyo Atmojo dan Upayanya Membuat Mesin Pendeteksi Virus Korona

Bahkan Tiyong menyoroti bantuan PKH yang disalurkan pemerintah selama ini. Menurutnya, yang mendapatkannya malah orang-orang tergolong mampu dibandingkan dirinya.

“Bahkan yang dapat itu punya kebun dan rumah sendiri. Saya yang kondisinya seperti ini malah ndak dapat,” keluhnya.

Ia mengatakan, ada yang menyarankan agar dirinya mendaftarkan diri ke Dinas Sosial (Dinsos) Sintang setempat agar mendapatkan program PKH. Tapi dirinya tak bisa datang ke Dinsos. Mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan itu.

Lagi pula, untuk pergi ke Dinas Sosial di Sintang tentu memerlukan biaya besar. Sintang bukan dekat Merakai. Butuh waktu 4-6 jam. Harus bayar speeboat Rp500 ribu untuk pulang pergi. Belum lagi ongkos lain. “Dengan kondisi saya saat ini, dari mana dapat uang,” jelasnya.

Baca Juga:  Kisah Enam Anak Kecil di Balikpapan, Ditinggal Ibu-Bapaknya yang Meninggal Hampir Bersamaan

Oleh karena itu, bapak dua anak ini meminta instansi terkait memahami kondisi yang dialaminya. Yakni dengan datang ke desanya untuk jemput bola. Lantaran dirinya tidak pernah mendapatkan bantuan PKH yang didata lewat desa. “Mohon instansi terkait bisa menindaklanjutinya,” pintanya.

Begitu juga KIP. Dengan kondisi dirinya yang serba kekurangan saat ini, seharusnya anak-anaknya mendapatkan KIP untuk pendidikan. Anaknya kelas 4 SD, namun belum dapat KIP. “Padahal sudah diajukan,” ucapnya.

Sedangkan anak-anak warga lainnya yang segar bugar dapat bantuan terus. Untuk anak Tiyong sampai saat ini tidak ada kejelasan. “Masalah KIP, kami sudah memberikan data yang akurat. Mohon ditindak lanjuti,” harapnya.

Selaku penyandang disabilitas dan warga tidak mampu, Tiyong tentu sangat membutuhkan bantuan program peemrintah agar dapat disalurkan untuknya. Makanya, ia menuntut keadilan sosial. “Saya tidak mengerti apa yang membuat tidak pernah menerima bantuan sosial itu, baik langsung atau pun tidak langsung,” sesalnya.

Baca Juga:  Akrab dengan Kasatlantas Polres Bontang, Imam Syafii: Pantang Menyerah Meski Tiga Kali Gagal Tes

Saat ini, Tiyong sedang terbaring sakit karena tulang belakangnya cedera. Dia juga sangat berharap BPJS Kesehatan bisa membantu meringankan beban biayanya. Syukur-syukur bisa ditanggung sepenuhnya. Karena dirinya sangat ingin menjalani operasi. “Mudah-mudahan bisa dibantu melalui BPJS Kesehatan. Saya juga berharap ada kepedulian dari pemerintah,” demikian Tiyong. (*/jpg)

Tags: featurekemiskinanlumpuh
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rawat Inap, Peserta BPJS Hanya Boleh Naik Satu Kelas

Next Post

Pengusaha Kuliner Belum Disiplin

Related Posts

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.