bontangpost.id – Presentase angka stunting di Kota Bontang masih terbilang tinggi. Di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara saja, saat ini terdeteksi 63 anak menderita stunting.
Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Bontang Basri Rase mengaku prihatin. Oleh sebab itu, berbagai macam program terobosan digalakkan untuk mengentas permasalahan tersebut. Gerakan makan ikan salah satunya.
Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Gunung Elai, Basri mengajak seluruh masyarakat mengonsumsi ikan. Tujuannya untuk menumbuhkan minat masyarakat menjadikan ikan jadi santapan utama.
Menurutnya, jika gerakan makan ikan diterapkan dengan baik maka dapat menurunkan prevalensi stunting bagi anak-anak serta menyadarkan masyarakat pentingnya mengonsumsi ikan.
“Dengan gemar makan ikan ini maka kebutuhan gizi anak-anak bisa terpenuhi apalagi dengan biaya yang lebih murah. Bontang juga kan dikenal sebagai daerah penghasil ikan,” ucapnya, Senin (6/3/2023).
Bahkan, kata Basri melimpahnya kekayaan laut di Kota Bontang bukanlah sebuah alasan untuk menolak mengonsumsi ikan. Tingginya kandungan gizi pada ikan seperti protein, Omega-3, EPA, DHA, karbohidrat rendah, vitamin A, vitamin D, vitamin B6, dan vitamin B12, mineral, dan kalsium sangat baik untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak.
“Ikan itu enggak melulu di goreng. Orangtua juga harus pandai berinovasi agar anak enggak bosan dan tertarik mengonsumsi ikan. Kalau sudah begitu saya yakin mampu menekan tingginya kasus stunting,” serunya.
Tak hanya anak, kata Basri ibu hamil juga diminta untuk banyak mengonsumsi ikan agar anak dalam kandungan mendapatkan pasokan gizi yang memadai.
“Bahkan remaja putri sedari sekarang harus bisa mengonsumsi makanan sehat. Karena menjadi calon ibu. Makanya penyuluhan harus terus dilakukan. Baik itu dari kelurahan maupun kader posyandu,” tuturnya.
Sementara itu, Lurah Gunung Elai Sulistyo berharap hadirnya program gerakan makan ikan bisa berdampak bagi warganya. Utamanya menekan pertumbuhan stunting.
“Setiap sekolah PAUD di Gunung Elai diwajibkan untuk memiliki menu olahan ikan. Paling enggak dua kali dalam sebulan,” tutupnya. (*)







