• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Gunakan Metode Bermain dan Storytelling

by BontangPost
5 April 2017, 18:00
in Kaltim
Reading Time: 4 mins read
0
Tentang Yuni
IST

Tentang Yuni IST

Share on FacebookShare on Twitter

 

 

Kisah Yuniarti Perkenalkan Bahasa Inggris untuk Anak TK

Banyak orang tua menganggap anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) terlalu dini belajar bahasa Inggris. Namun tidak demikian bagi Yuniarti. Mantan pekerja bank ini mampu meyakinkan para orang tua murid bahwa anak-anak TK pun mampu menguasai bahasa Inggris bila menggunakan metode yang tepat.

LUKMAN MAULANA, Samarinda

Tahun 2005, Yuniarti pindah ke Kota Tepian mengikuti jejak sang suami yang pindah kerja. Di Samarinda, perempuan yang akrab dipanggil Yuni ini fokus mengurus rumah tangga. Namun, pernah bekerja di salah satu bank di Surabaya membuat Yuni tak bisa hanya berdiam diri di rumah. Dia ingin bisa berkontribusi pada masyarakat Samarinda.

“Ketika jalan-jalan ke berbagai tempat di Samarinda, saya terpikir untuk bisa ikut memberikan kontribusi di kota ini,” kenang Yuni saat ditemui Metro Samarinda (Kaltim Post Group).

Suatu ketika di salah satu pasar, Yuni melihat anak-anak usia TK sedang bermain menanti orang tuanya selesai berbelanja. Melihat hal tersebut, Yuni menjadi trenyuh. Dari situ terbersit keinginannya untuk memberikan pendidikan pada anak-anak PAUD dan TK. Maka dia pun pergi berkeliling dari satu TK ke TK lainnya di Samarinda untuk mengetahui jenis pendidikan yang belum ada sebelumnya.

“Saya ketahui masih sedikit PAUD dan TK di Samarinda yang menerapkan pendidikan bahasa Inggris pada murid-muridnya. Maka saya putuskan saya akan memberikan pembelajaran bahasa Inggris,” terangnya.

Menurutnya, pendidikan bahasa perlu dikenalkan sejak usia dini agar dapat tertanam dengan baik. Khususnya di usia-usia yang disebut sebagai “Golden Age” atau usia emas. Yaitu dari usia 0 sampai 6 tahun. Sementara, bahasa Inggris sebagai bahasa internasional merupakan salah satu bahasa penting yang perlu dikuasai para generasi penerus bangsa.

Baca Juga:  Raih Peringkat II Nasional, Satu-satunya Wakil Kaltim

“Saya lalu membuka english course di Yayasan Adi Darma milik ayah saya. Kebetulan yayasan tersebut sudah lama vakum. Makanya saya aktifkan kembali,” kisah Yuni.

Yuni lantas mulai merumuskan metode pembelajaran bahasa Inggris yang dianggap efektif bagi anak-anak TK. Dia tidak sendiri, melainkan dibantu rekan-rekannya yang ada di Surabaya. Yuni pun mulai mencari tenaga-tenaga pengajar atau guru untuk bergabung di yayasannya. Di tahun 2009, English Course Yayasan Adi Darma pun berdiri dengan Yuniarti sebagai ketuanya.

“Saya mulai mendatangi TK-TK menawarkan kerja sama program pembelajaran bahasa Inggris ini. Bukan hanya di Samarinda, tapi juga di daerah-daerah lain di antaranya Kutai Kartanegara dan Bontang,” jelas ibu tiga anak ini.

Bentuk kerja sama yang diberikan yayasannya yaitu dengan menempatkan para guru di TK-TK yang berkenan. Para guru dari Yayasan Adi Darma mengajarkan bahasa Inggris di jam belajar sekolah dengan dua kali pertemuan dalam sepekan, durasi 30 menit setiap pertemuan. Pembelajarannya juga tetap berpedoman pada kurikulum nasional.

Namun begitu, rupanya saat awal-awal memperkenalkan program bahasa Inggrisnya ini, Yuni kerap mendapat penolakan. Baik dari orang tua murid maupun dari pihak sekolah. Pasalnya, masih banyak yang menganggap bahwa terlalu dini bagi anak-anak TK untuk mempelajari bahasa Inggris. Dikhawatirkan, pembelajaran bahasa Inggris dapat membebani pikiran anak-anak.

“Tapi saya jelaskan kepada mereka bahwa metode pembelajaran yang kami gunakan menyesuaikan dengan kemampuan anak. Yaitu diberikan dengan gaya-gaya yang tepat bagi anak-anak usia TK, sehingga tidak monoton dan membebani,” urainya.

Memang, bentuk pembelajaran English Course Yayasan Adi Darma masih dengan gaya pembelajaran anak TK. Yaitu menitikberatkan pada bermain sambil belajar. Sehingga materi-materi yang diberikan bukan dalam bentuk hapalan. Melainkan melalui storytelling atau bercerita, games atau permainan, bernyanyi, hingga outing class atau belajar di luar ruangan.

Baca Juga:  Adi Bayangi Nusyirwan

“Ketika mendengar belajar bahasa Inggris, orang tua sudah membayangkan pasti dengan menghapal. Padahal tidak begitu. Materi-materi bahasa Inggris itu kami sampaikan dengan cara yang fun, yang menyenangkan dan disukai oleh anak-anak. Misalnya lewat kegiatan cooking class, pengajar kami menggunakan dua bahasa. Di sela-sela kegiatan itulah diperkenalkan kosa kata bahasa Inggris,” beber perempuan kelahiran Surabaya, 35 tahun lalu ini.

Dengan kegigihannya, perlahan program Yuniarti mulai diterima masyarakat. Saat ini, dengan 23 orang guru yang dimiliki, Yayasan Adi Darma telah memberikan pembelajaran bahasa Inggris di 160 sekolah TK dan PAUD yang ada di Kaltim. Bahkan telah membuka cabang di Surabaya. Total muridnya telah mencapai 2.800 anak. Programnya ini pun telah memberikan hasil nyata, di mana anak-anak TK yang mendapat program ini fasih dalam berbicara bahasa Inggris.

“Ini terlihat dalam English Competition yang kami gelar rutin setiap tahun. Tahun ini masuk periode kelima. Banyak orang tua murid yang tidak percaya saat melihat anak-anak mereka dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan bahasa Inggris yang diberikan dengan benar,” ungkap istri dari Emmanuel Nathaliansyah Yonathan ini.

Yuniarti ingin program pembelajaran bahasa Inggrisnya bisa diikuti anak-anak dari semua kalangan. Makanya, dia turut menggratiskan biaya untuk anak-anak kurang mampu, dengan jatah lima anak per sekolah. Kebijakan ini berangkat dari pengalamannya melihat murid TK yang berada di luar kelas ketika kelas bahasa Inggris sedang berlangsung. Rupa-rupanya oleh gurunya, anak tersebut tidak diperkenankan masuk kelas karena belum membayar biaya program.

Baca Juga:  Banyak Paslon Tak Tertib Administrasi 

“Jadi anak itu melihat dan mendengarkan dari luar kelas. Saya kasihan melihatnya. Malahan justru anak itu daya tangkapnya bagus. Dia bisa menirukan ucapan-ucapan bahasa Inggris dengan lebih baik dari yang lain,” kata dia.

Biaya pendidikan bahasa Inggris di Yayasan Adi Darma sendiri menurut Yuni relatif terjangkau. Khususnya bila dibandingkan tempat-tempat pembalajaran bahasa Inggris lainnya. Di Yayasan Adi Darma, per anak dikenakan biaya Rp 25 ribu di setiap bulannya. Karena dia menekankan bahwa pendidikan tidak harus mahal. Walaupun sudah terbilang murah, namun masih banyak orang tua yang enggan mengikutkan putra-putri mereka dalam program bahasa Inggris ini.

“Padahal biaya itu tidak seberapa dibandingkan manfaat yang bisa diperoleh anak-anak mereka. Mungkin karena pendidikan bagi anak TK masih dianggap sepele, khususnya bahasa Inggris,” sebut Yuni.

Menariknya, meski getol mensosialisasikan pendidikan bahasa Inggris untuk anak TK, Yuniarti tidak memiliki latar belakang pendidikan seorang guru. Dia lulusan Teknik Informatika Stikom Surabaya. Akan tetapi rupanya, Yuniarti berasal dari keluarga pendidik. Sang ayah adalah seorang dosen. Bahkan sang suami juga turut memberikan kuliah di sela-sela pekerjaannya.

“Bisa dibilang saya berasal dari keluarga dosen. Prinsip saya, setiap hari harus bisa memberikan lebih banyak dan lebih baik lagi dalam hal yang positif,” pungkas bungsu dari tujuh bersaudara ini. (***)

Nama: Yuniarti

TTL: Surabaya, 24 Januari 1982

Suami: Emmanuel Nathaliansyah Yonathan

Anak:

  1. Bhetsyiva Lourdes
  2. Alexis Xavier
  3. Keiko Tiara

Pendidikan:

  • SDN Warugunung 1 Surabaya
  • SMPN 24 Surabaya
  • SMU Trimurti Surabaya
  • Stikom Surabaya

Alamat: Jalan Yos Sudarso Nomor 7 Samarinda

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kisah inspiratifMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Insentif Ketua RT Dibayar Usai SK Terbit

Next Post

Hari Ini, BNI Life Cair

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.