• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Inspiratif Warga Bontang: H.M.A. Sarkowi (250); Politisi yang Jadi Mubalig, Berkiprah Cerdaskan Umat      

by BontangPost
12 Mei 2017, 12:55
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Sarkowi bersama keluarganya.(Dok/Pribadi)

Sarkowi bersama keluarganya.(Dok/Pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

Meski baru sebentar berada di Kota Taman, namun kehadirannya membawa angin segar di kalangan umat islam. Sarkowi tak hanya lantang berbicara soal pendidikan dan keagamaan. Soal politik pun, dia tak kalah keras.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

DARAH aktivis memang mengalir deras dalam diri Sarkowi. Pria berdarah jawa yang lahir di Palopo, 8 September 1956 silam ini tercatat memiliki berbagai pengalaman organisasi semenjak sekolah hingga kuliah. Bahkan, tak jarang dirinya menjabat posisi penting, seperti menjadi ketua umum di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Luwu, hingga menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Palopo.

Meski sempat berganti organisasi, Muhammadiyah seolah sudah melekat dalam dirinya. Usai menyelesaikan kuliahnya, Sarkowi pun kembali ke Muhammadiyah. “Di 2000-2005, saya bahkan ditunjuk menjadi Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Luwu,” katanya saat dijumpai Bontang Post di kediamannya, kemarin (11/5).

Selain itu, Sarkowi pun juga banyak berkiprah di bidang pendidikan. Sempat menjadi Kepala SMA Muhammadiyah Lamasi, suami dari Syamsinar B Nurdin ini juga pernah menjadi dosen di STIE Muhammadiyah Palopo. Dia pun juga ditunjuk sebagai wakil ketua di sekolah tersebut.

Namun sekali aktivis tetaplah seorang aktivis. Saat masa reformasi, dirinya termasuk sebagai perintis dari lahirnya Partai Amanat Nasional (PAN) di Luwu. Berbagai pengalaman tak menyenangkan pernah di dapatinya semasa Orde Baru. “Beruntung saya tak masuk dalam penjara di masa itu,” ungkapnya.

Setelah merintis berdirinya partai berlambang matahari tersebut di Luwu, tak lengkap rasanya jika tak mengundang pendiri partai tersebut, Amien Rais. Beruntung, Sarkowi mempunyai kontak pribadi dengan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) tersebut. Meski Amien sepertinya kurang mengenal Sarkowi, namun Sarkowi punya trik jitu agar Amien bersedia berkunjung ke Luwu. “Saya punya kata-kata pamungkas. Begitu saya keluarkan, saat itu pak Amien akhirnya mengiyakan akan datang ke Luwu,” kenang Sarkowi.

Baca Juga:  Dulu Kuli Tinta, Kini Wakil Rakyat

Aktivis ini pun saat itu bertransformasi menjadi politisi. Selama dua periode, Sarkowi duduk menjadi anggota DPRD di Luwu. Namun dasarnya Sarkowi tak ingin kembali mengerjakan pekerjaan lama, usai menjabat sebagai wakil rakyat, dia memutuskan untuk tak mengambil pekerjaan apapun.

Namun, perubahan drastis terjadi kala Sarkowi memutuskan pergi ke Kaltim. Berniat mengunjungi saudaranya di Samarinda selama beberapa hari, Sarkowi justru menyewa rumah selama kurang lebih sebulan lamanya. Bahkan saat mendengar salah satu muridnya, Setiyoko Waluyo berada di Bontang, Sarkowi memutuskan untuk menengoknya. “Saya ingat ada Setiyoko di Bontang, murid saya yang kini membuka TPA (Taman Pendidikan Alquran),” katanya.

Dalam perjumpaannya dengan Setiyoko sekira 2013, ternyata dia diminta oleh Setiyoko untuk tinggal di Bontang. Sebab, Setiyoko kala itu ingin maju sebagai anggota dewan. “Akhirnya saya bawa juga lah istri dan anak ke Bontang,” ungkapnya.

Karena baru pertama kali datang ke Kota Taman, di awal-awal kehadirannya Sarkowi masih sering ikut Setiyoko, terutama saat ada undangan ceramah. Sarkowi mengaku, kala itu Setiyoko yang sudah menjadi ustad mendapat tawaran mengisi ceramah dari masjid ke masjid. Saat itu, Setiyoko pun meminta Sarkowi untuk menggantikannya berceramah. “Gantian dia yang menjadi pendengar saat itu. Dia (Setiyoko, Red.) pun bilang ke jamaah yang lain kalau saya itu gurunya, he he,” ucapnya sambil tertawa.

Baca Juga:  Awal Ceramah Keringat Dingin, Tampil Percaya Diri

Perlahan, nama Sarkowi pun mulai dikenal di masjid-masjid. Karena pada dasarnya Sarkowi bergabung di Muhammadiyah, dirinya pun memutuskan kembali mengabdi di persyarikatan tersebut dan menjadi guru SMK Muhammadiyah Bontang. Hanya satu semester mengajar, Sarkowi pun ditawari menjadi Ketua Harian Yabis oleh ketua yayasan. “Saya mau, asal saya juga diwawancara, dites juga,” katanya.

Mengabdi di Muhammadiyah, membuat dirinya juga terpilih menjadi Ketua Majelis Tabligh PDM Bontang periode 2015-2020. Memimpin para mubalig Muhammadiyah, Sarkowi menyebut prihatin dengan kondisi para mubalig saat ini. “Para mubalig ini mereka hanya membawa bekal satu ayat, tapi tidak mengerti apakah cocok dengan jamaah yang mendengarkan ceramahnya,” ujarnya.

Menurutnya, umat islam saat ini menghadapi tiga persoalan penting. Pertama yakni persoalan mental. Menurutnya, umat islam kini banyak yang pasrah dengan kondisi keadaannya. “Kalau dia miskin, ya dia pasrah. Itu persoalan mental,” ungkapnya.

Kedua, yakni persoalan minimnya ilmu. Kemudian yang terakhir yakni persoalan ekonomi. “Mubalig saat ini harus bisa memetakan dan mempelajari masyarakat yang ingin diberikan ceramah. Bisa jadi kita ceramah tentang beramal, tapi yang kita ceramahi ternyata butuh makan,” jelasnya.

Baca Juga:  Hilangnya Rasa Aman dalam Masyarakat Kapitalis

Persoalan Sumber Daya Manusia (SDM) pun menjadi konsen Sarkowi hingga kini. Dia ingin, mubalig tak hanya memberikan ceramah, namun bergerak kepada umat. “Mubalig harus menguasai berbagai persoalan. Mampu bergerak di bidang pendidikan, bidang wirausaha, dan bidang lain. Sehingga mereka pun juga bisa beraksi, bergerak memajukan umatnya,” pungkas Sarkowi. (bersambung)

Tentang Sarkowi

Nama: Drs. H. M. A. Sarkowi

TTL: Palopo, 8 September 1956

Alamat: Jl. Kapal Pinisi 1 Gg 4, Loktuan, Bontang

Istri: Hj. Syamsinar B Nurdin

Anak:

  1. A Mumtazah A Bura Datu, SH., MH
  2. A Tsaqilah Ratu Sarong Langi’

Riwayat Pendidikan

SDN Wiwitan Lamasi, Lulus 1969

SMP PGAN 4 Tahun Palopo, Lulus 1973

SMA PGAN 6 Tahun Palopo, Lulus 1975

IAIN Alauddin Cab Palopo, Fakultas Ushuluddin Sarjana Muda (BA), Lulus Tahun 1980

IAIN Alauddin Makassar, Fakultas Ushuluddin (S1), Lulus Tahun 1986

Riwayat Pekerjaan:

– Petugas Lapangan DDII

– Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Lamasi

– Dosen STIE Muhammadiyah Palopo

– Wakil Ketua STIE Muhammadiyah Palopo

– Anggota DPRD Luwu

– Guru SMK Muhammadiyah Bontang

– Ketua Harian YABIS Bontang

– Imam Masjid Asy-Syifa

Riwayat Organisasi:

– Ketua Umum Pimpinan Daerah IPM Luwu

– Ketua Umum HMI Cabang Palopo

– Ketua Badko HMI Indonesia Timur

– Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Luwu

– Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bontang

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembangunan Rusunawa Guntung Dilanjutkan

Next Post

Subkon PT GPK Tebang Mangrove Tanpa Izin, Kegiatan Proyek PLTU Dihentikan Sementara 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.