• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Sejumlah Sekolah di Mahulu Tutup karena Guru Mogok Kerja

by Redaksi Bontang Post
12 Februari 2025, 12:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Margaretha Ulam saat berdiskusi pada saat RDP di DPRD Mahulu pada Senin (10/2) lalu.

Margaretha Ulam saat berdiskusi pada saat RDP di DPRD Mahulu pada Senin (10/2) lalu.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Mahulu – Sejumlah sekolah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terpaksa ditutup sementara akibat aksi mogok kerja yang dilakukan para guru. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas tidak adanya kenaikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi tenaga pendidik di daerah tersebut.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Mahulu, Margaretha Ulam menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengejar tindak lanjut dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) sebelumnya dengan instansi terkait. “PGRI Mahakam Ulu terus menekan instansi terkait dalam ini Pemerintahan Mahakam Ulu. Saat ini, PGRI juga membawa perwakilan rekan-rekan guru untuk mengawal proses ini,” ujar Margaretha, saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (11/2).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa aksi mogok kerja harus disertai dengan langkah konkret, seperti dialog dengan pemangku kebijakan agar tuntutan dapat benar-benar diakomodasi. “Jika kita hanya melakukan aksi mogok atau demo tanpa adanya pertemuan dan menekan mereka dalam hal regulasi, maka gerakan ini juga tidak akan membuahkan hasil,” lanjutnya.

Baca Juga:  Dampak Gempa di Mahulu Dikhawatirkan Bisa Picu Longsor

Margaretha juga mengimbau agar para guru tetap mengutamakan kepentingan siswa dalam perjuangan mereka. “PGRI menghimbau agar rekan guru bergerak dengan tertib, mengutamakan anak-anak kita agar tetap mendapatkan ilmu pengetahuan. Sepenuhnya, PGRI mendukung apapun gerakan dari rekan guru dengan tetap tertib, mengacu pada kode etik guru,” tegasnya.

Sementara itu, Pemkab Mahulu menegaskan komitmennya untuk mencari solusi terkait tuntutan kenaikan TPP bagi guru. Hal ini disampaikan oleh Asisten III Setkab Mahulu, Kristina Tening, menyusul aksi mogok kerja guru yang menyebabkan sejumlah sekolah tutup sementara.

Kristina menjelaskan bahwa dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang difasilitasi DPRD Mahulu pada Senin (10/2), telah disepakati komitmen bersama antara tim guru dan pemerintah daerah untuk mencari jalan keluar terbaik. “Kami telah membuat komitmen bersama tim guru dalam RDP kemarin. Saya sudah melaporkan hasil rapat tersebut ke pimpinan, dan kami akan mengadakan rapat internal untuk membahas masalah ini,” sebutnya.

Baca Juga:  Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana

Ia menyebut bahwa beberapa usulan dari pihak guru sudah disampaikan kepada pimpinan. Namun, ia menekankan bahwa aksi mogok bukanlah solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan ini. “Dengan aksi mogok yang dilakukan oleh guru, itu bukan solusi. Kita perlu mencari cara yang lebih bijak untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Kini, Pemkab Mahulu masih menggodok langkah-langkah yang dapat diambil untuk menanggapi tuntutan para guru. Diharapkan, melalui dialog dan koordinasi yang baik, solusi yang menguntungkan semua pihak dapat segera dicapai.

Sementara itu, Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret dengan berkoordinasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna menyelesaikan permasalahan yang tengah dunia pendidikan di Mahulu.

“Tentunya pihak pemerintah harus segera bergerak ya ke Kemendagri supaya permasalahan ini segera diatasi,” ujar Devung Paran kepada Kaltim Post.

Baca Juga:  Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik

Hal tersebut merangkum permasalahan TPP tidak bisa diakomodasi dalam tahun anggaran 2025 karena sudah berjalan. Menurutnya, penundaan penyelesaian masalah ini dapat berdampak pada berbagai sektor di Mahulu, termasuk administrasi pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat. Khususnya kesejahteraan tenaga pendidik dan juga bisa berimbas kepada peserta didik generasi Mahulu.

Ia berharap Pemerintah Daerah tidak berdiam diri dan segera menjalin komunikasi dengan Kemendagri, agar solusi yang tepat bisa segera ditemukan. “Saya sebagai Ketua DPRD siap mengawal aspirasi ini,” pungkasnya. (*)

Tags: Mahulu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jembatan Penyeberangan di SMP 5 Dinilai Membahayakan, Ini Rencana Komisi A DPRD Bontang

Next Post

Aliansi Peduli Nelayan Kerang Dara Demo PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Diduga Lakukan Pencemaran Lingkungan

Related Posts

Tarung Nyawa di Pedalaman Kaltim, Mahulu Butuh Ambulans Terbang demi Pasien Kritis
Kaltim

Tarung Nyawa di Pedalaman Kaltim, Mahulu Butuh Ambulans Terbang demi Pasien Kritis

14 September 2026, 15:01
Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan
Bontang

Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan

22 Agustus 2026, 17:00
Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana
Kaltim

Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana

20 Agustus 2026, 16:00
Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat
Kaltim

Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat

19 Agustus 2026, 10:39
Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik
Kaltim

Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik

10 Agustus 2026, 10:00
Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar
Kaltim

Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar

24 Maret 2026, 13:16

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.