SANGTTA – Pelabuhan Kenyamukan tergolong rawan Masalah. Banyak kejanggalan yang terjadi di Pelabuhan terbesar di Kutim ini. Mulai dari terkupasnya semen jembatan, rebahnya tiang lampu, hingga besarnya potensi pencurian aki penerangan jalan serta perbuatan mesum.
Berdasarkan hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim menilai perlu dilakukan penjagaan ekstra ketat di lokasi tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan ialah pembuatan pos jaga. Dengan begitu dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mulai dari pengrusakan jembatan, pencurian maupun dijadikan tempat maksiat.
“Saat ini saja, dari 22 tiang lampu penerangan pelabuhan, dua diantaranya roboh. Masih roboh hingga saat ini. Kami juga tidak mengetahui siapa pelakunya. Belum lagi di sana (pelabuhan) ada aki lampu seharga 5 juta perbiji.
Kalau dicuri semua bisa rugi bisa rugi 110 juta kami. Nah untuk mengantisipasi itu kami akan buat pos jaga. Insya Allah bisa aman,” ujar Kadishub Kutim Ihsan Safaruddin Syarfi.
Pembuatan pos jaga tersebut sudah disampaikan kepada Pemkab Kutim melalui Wakil Bupati Kasmidi Bulang pada saat pembahasan kelanjutan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan kemarin (31/5). Dalam permohonan tersebut Wakil Bupati langsung mengaminkan. “Sudah kami sampaikan dan mendapatkan restu.
Ini semua untuk menjaga semua aset di pelabuhan. Karena kalau tidak dijaga bisa berbahaya. Apalagi saat ini jalan sudah tembus. Siapa saja bisa kesana melalui jalur darat. Makanya dirasa perlu buat pos,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengaminkan hal itu. Dirinya mempersilahkan Dishub untuk membuat pos. Keberadaan pos diharap bisa meminimalisir terjadinya gangguan. Pasalnya banyak aset yang harus dijaga hingga pelabuhan beroperasi. “Tidak masalah buat pos. Ini semua untuk menjaga aset. Jangan sampai aset kita semua hilang atau rusak. Nah karena itu perlu dijaga dengan baik,” pintanya. (dy)







