BONTANGPOST.ID – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kaltim mengingatkan pemerintah daerah agar lebih ketat dalam perencanaan dan penganggaran. Peringatan ini disampaikan agar program, terutama yang masuk prioritas nasional, bisa berjalan efektif dan efisien.
Kepala Perwakilan BPKP Kaltim Edy Suharto, menyebut sektor vital seperti pendidikan, kesehatan, penurunan stunting, dan pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama pengawasan.
“Kami melakukan evaluasi agar perencanaan dan penganggaran bisa benar-benar efektif dan efisien,” ujarnya saat menjadi pembicara di forum mutu jalan investasi jangka panjang, Jumat (19/9/2025).
Edy menyoroti praktik anggaran pembangunan jalan yang justru lebih banyak habis untuk rapat, perjalanan dinas, hingga konsumsi.
Dari hasil evaluasi, BPKP memberi catatan perbaikan kepada kepala daerah, mulai revisi indikator kegiatan, penyesuaian anggaran, hingga penggeseran pos belanja agar lebih tepat sasaran.
Ia juga mendorong Inspektorat Wilayah Kaltim untuk lebih aktif mengawasi proyek pembangunan sejak awal hingga rampung.
“Ada probity audit atau audit kejujuran. Inspektorat bisa turun langsung ke lapangan saat pelaksanaan pembangunan, tanpa dibatasi,” tegasnya.
Menurut Edy, pengawasan intern sangat penting untuk memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kontrol internal.
Dengan begitu, daerah dapat menjamin capaian program prioritas sekaligus mendukung program unggulan presiden.
“Apalagi pembangunan infrastruktur menyerap anggaran besar. Kalau tata kelola ditaati, tujuan pembangunan bisa tercapai dan memberi dampak nyata ke berbagai sektor,” pungkasnya. (KP)







