• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

PHSS Masih Bungkam Terkait Hasil Rapat Permasalahan Nelayan Kerang Darah Muara Badak

by Dwi Kurniawan Nugroho
8 Maret 2026, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Nelayan Muara Badak membawa pulang kerang darah yang gagal panen Desember 2024. (Dok Pusaka)

Nelayan Muara Badak membawa pulang kerang darah yang gagal panen Desember 2024. (Dok Pusaka)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) masih memilih bungkam terkait penanganan masalah nelayan kerang darah di Muara Badak. PHSS belum memberikan penjelasan resmi terkait hasil pertemuan yang membahas penanganan dampak gagal panen kerang darah.

Pertemuan tersebut diketahui berlangsung pada Kamis (19/2/2026) di Jakarta. Namun sampai saat ini, hasil dari pembahasan tersebut belum disampaikan secara terbuka kepada publik.

Media ini telah berupaya mengonfirmasi sejak 24 Februari lalu melalui perwakilan eksternal PHSS, Vianka Gunarso. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan yang diberikan.

Pada 28 Februari, Bontang Post memperoleh informasi mengenai hasil rapat yang berkaitan dengan rencana sosialisasi program penanganan dampak gagal panen kerang darah. Informasi tersebut bahkan sempat beredar di media sosial.

Baca Juga:  NUGAL Institute Soroti Uji Labfor Mabes Polri, Desak KLH Transparan Soal Pencemaran di Muara Badak

Meski demikian, saat dikonfirmasi kembali terkait kebenaran informasi tersebut, pihak PHSS juga belum memberikan respons.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, Jumat (06/03/2026), juga tidak membuahkan hasil.

Hingga saat ini, informasi resmi mengenai hasil pertemuan tersebut, termasuk alasan tidak dilibatkannya nelayan kerang darah Muara Badak yang terdampak dalam rapat tersebut, masih belum mendapatkan konfirmasi dari pihak perusahaan.

Informasi dihimpun, salah satu yang dibahas adalah pernyataan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang menyebut PHSS telah memberikan kontribusi sebesar Rp9 miliar kepada nelayan kerang darah di Muara Badak.

Pernyataan tersebut disampaikan Hanif kepada Bontang Post saat kunjungannya ke Bontang 7 Februari lalu. “Itu telah ada kontribusi kepada masyarakat terkait dengan kasus ini. PHSS menyampaikan nilainya Rp9 miliar,” ujarnya.

Baca Juga:  Awalnya Nyatakan PHSS Lakukan Pelanggaran Pengelolaan Limbah, KLH Malah Batalkan Gugatan Perdata

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menggelar pertemuan membahas penanganan dampak gagal panen kerang darah di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. Namun hingga kini, hasil pertemuan tersebut belum disampaikan secara terbuka kepada publik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, agenda tersebut membahas rencana sosialisasi penyaluran biaya pendampingan teknis budidaya serta peningkatan produktivitas perikanan bagi masyarakat terdampak. Pertemuan diketahui berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026, di Jakarta.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada perwakilan eksternal PHSS, Vianka Gunarso. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang diberikan.

Sejumlah pihak yang disebut menerima undangan juga telah dihubungi, termasuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kutai Kartanegara, Slamet Hadi Raharjo. Hingga Selasa (25/2/2026), pesan dan panggilan yang dilayangkan belum mendapat respons.

Baca Juga:  Pertamina Hulu Sanga Sanga Tanggapi Hasil Investigasi Tim Gakum Kementerian Lingkungan Hidup

Sementara itu, Camat Muara Badak, Arpan, mengaku tidak menghadiri kegiatan tersebut. “Mohon maaf saya tidak hadir,” ujarnya singkat.

Ketua Aliansi Nelayan Kerang Darah Muara Badak menyayangkan apabila pertemuan penting tersebut tidak melibatkan langsung masyarakat nelayan yang terdampak. “Pertemuan tanpa keterlibatan masyarakat dapat memunculkan dugaan adanya kepentingan tertentu,” ungkapnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: PHSS
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

DPRD Kutim Ungkap Perusahaan Sawit Beroperasi Belasan Tahun Tanpa HGU

Next Post

Warga Tanjung Laut Indah Bontang Resah, Truk Koral Tanpa Terpal Masih Lintasi Jalan Pelabuhan III

Related Posts

LBH Pusaka Tegaskan Dampingi Nelayan Muara Badak Secara Sukarela, Potongan 10 Persen Dana Tali Asih Dipertanyakan
Kaltim

LBH Pusaka Tegaskan Dampingi Nelayan Muara Badak Secara Sukarela, Potongan 10 Persen Dana Tali Asih Dipertanyakan

10 April 2026, 16:10
Nelayan Kerang Darah Muara Badak Benarkan Potongan 10 Persen Dana Tali Asih
Bontang

Nelayan Kerang Darah Muara Badak Benarkan Potongan 10 Persen Dana Tali Asih

9 April 2026, 14:00
Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PHSS, Nelayan Muara Badak Sepakati Tali Asih Rp9,94 Miliar
Kaltim

Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PHSS, Nelayan Muara Badak Sepakati Tali Asih Rp9,94 Miliar

14 Maret 2026, 17:52
Klaim Kontribusi Rp9 Miliar ke Nelayan Muara Badak, PHSS Masih Diam
Kaltim

Klaim Kontribusi Rp9 Miliar ke Nelayan Muara Badak, PHSS Masih Diam

25 Februari 2026, 17:00
KLH Sebut Ada Kontribusi Rp9 Miliar untuk Nelayan Muara Badak, PHSS Masih Bungkam
Kaltim

KLH Sebut Ada Kontribusi Rp9 Miliar untuk Nelayan Muara Badak, PHSS Masih Bungkam

14 Februari 2026, 12:00
Menteri LH Sebut PHSS Beri Kontribusi Rp9 Miliar, Nelayan Muara Badak Bantah Pernah Menerima
Kaltim

Menteri LH Sebut PHSS Beri Kontribusi Rp9 Miliar, Nelayan Muara Badak Bantah Pernah Menerima

13 Februari 2026, 08:57

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.