• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tarung Nyawa di Pedalaman Kaltim, Mahulu Butuh Ambulans Terbang demi Pasien Kritis

by Redaksi Bontang Post
14 September 2026, 15:01
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Pemkab Mahakam Ulu mendorong penyediaan ambulans terbang untuk mempercepat evakuasi pasien darurat dari wilayah pedalaman yang terkendala akses darat dan sungai.

Pemkab Mahakam Ulu mendorong penyediaan ambulans terbang untuk mempercepat evakuasi pasien darurat dari wilayah pedalaman yang terkendala akses darat dan sungai.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Mahakam Ulu – Tantangan geografis dan keterbatasan akses transportasi di kawasan pedalaman mendorong Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mengusulkan penyediaan ambulans terbang.

Sarana evakuasi melalui jalur udara tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan dan rujukan pasien dalam kondisi darurat, terutama ketika akses darat maupun sungai tidak dapat dilalui.

Kebutuhan ambulans terbang mencuat di tengah pembangunan Rumah Sakit Kelas C RSUD Gerbang Sehat Mahakam (GSM) di Ujoh Bilang. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan, namun persoalan akses menuju fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menyampaikan usulan tersebut saat meninjau progres pembangunan RS Kelas C GSM di Ujoh Bilang.

Menurutnya, Mahulu membutuhkan alternatif evakuasi medis yang dapat menjangkau wilayah pelosok dengan waktu tempuh lebih cepat, khususnya dalam situasi darurat.

Baca Juga:  Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan

“Harapan saya di kemudian hari Mahakam Ulu bisa mendapatkan ambulans terbang yang bisa kita gunakan,” tutur Angela.

Angela mengatakan, kondisi geografis Mahulu yang memiliki wilayah luas membuat kecepatan penanganan pasien menjadi faktor penting. Dalam kondisi tertentu, jalur transportasi darat dan sungai tidak dapat diandalkan karena dipengaruhi kondisi alam maupun cuaca.

“Karena akses darat maupun akses air yang biasanya kita gunakan saat ini dalam kondisi tertentu tidak bisa dipakai sama sekali,” ungkapnya.

Pemkab Mahulu saat ini juga terus berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah. Salah satunya melalui pembukaan dan perbaikan akses darat dari Long Pakaq menuju Tiong Ohang.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala di lapangan. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan berat hingga terputus akibat longsor.

“Kami mengusahakan akses darat dari Long Pakaq hingga Tiong Ohang, tetapi memang ada beberapa spot yang saat ini sudah longsor berat,” jelas Angela.

Baca Juga:  Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik

Menurut Angela, penguatan pelayanan kesehatan di Mahulu tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas rumah sakit. Sistem transportasi dan mekanisme rujukan juga harus diperkuat agar pasien dalam kondisi kritis dapat segera mendapatkan penanganan.

Keberadaan kampung-kampung yang berada jauh dari pusat pemerintahan dan fasilitas kesehatan membuat kebutuhan terhadap sistem evakuasi yang cepat menjadi semakin penting.

Karena itu, pembangunan RS Kelas C GSM diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan sistem rujukan, termasuk menyiapkan alternatif transportasi medis bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan.

Angela juga meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut membutuhkan dukungan khusus agar dapat memperoleh pelayanan dasar yang setara, termasuk layanan kesehatan.

Baca Juga:  Dampak Gempa di Mahulu Dikhawatirkan Bisa Picu Longsor

“Kebutuhan kami adalah apa yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden. Kami yang berada di pedalaman, di perbatasan, di 3T, harus mendapatkan perhatian lebih dan perhatian khusus,” kata Angela.

Ia menegaskan, jarak dan keterbatasan akses transportasi tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat pelosok untuk mendapatkan pertolongan medis secara cepat.

Terlebih bagi pasien dengan kondisi yang membutuhkan penanganan segera, keterlambatan perjalanan menuju fasilitas kesehatan dapat meningkatkan risiko keselamatan.

“Sehingga tidak ada ibu hamil yang berisiko meninggal dunia maupun masyarakat dengan penyakit menahun yang membutuhkan rujukan segera tidak bisa mendapatkan pelayanan dengan baik,” pungkasnya.

Dengan adanya penguatan jalur evakuasi medis melalui udara, Pemkab Mahulu berharap kesenjangan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pelosok dapat semakin ditekan. (KP) 

Tags: Mahulu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Listrik Bontang Padam 4 Jam Siang Ini, Ini Wilayah yang Terdampak

Next Post

RAPBD Bontang 2027 Masuk Mode Hemat, Neni Pangkas Seremonial hingga Perjalanan Dinas

Related Posts

Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan
Bontang

Sungai Mahakam Surut, Warga Mahulu Mendulang Emas hingga Raup Rp3,7 Juta Sepekan

22 Agustus 2026, 17:00
Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana
Kaltim

Gas 3 Kg Tembus Rp250 Ribu, Bupati Mahulu Ancam Pihak yang Mainkan Harga Saat Bencana

20 Agustus 2026, 16:00
Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat
Kaltim

Kedalaman Sungai Kurang dari 1,5 Meter, Mahulu Tetapkan Status Siaga Darurat

19 Agustus 2026, 10:39
Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik
Kaltim

Beras Tembus Rp1 Juta di Mahulu, Kemarau Putus Jalur Logistik

10 Agustus 2026, 10:00
Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar
Kaltim

Pemprov Kaltim Kebut Jalan Kubar-Mahulu, Siapkan Anggaran Rp90 Miliar

24 Maret 2026, 13:16
Sejumlah Sekolah di Mahulu Tutup karena Guru Mogok Kerja
Kaltim

Sejumlah Sekolah di Mahulu Tutup karena Guru Mogok Kerja

12 Februari 2025, 12:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.