• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Pelaku Perampokan Teluk Pandan Masih Misterius

by BontangPost
3 Januari 2017, 13:00
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Foto Wajah: Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena.(Foto: Dok Radar Kutim)

Foto Wajah: Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena.(Foto: Dok Radar Kutim)

Share on FacebookShare on Twitter

 

SANGATTA – Penyelidikan terhadap kasus perampokan yang menewaskan Sabbara (59) di rumah pondoknya di Dusun Sei Redan, Desa Suka Damai, Kecamatan Teluk Pandan, Minggu (25/12) lalu, hingga kini belum membuahkan hasil. Begitupun dengan para pelaku dalam kasus tersebut masih bebas berkeliaran, alias buron.

“Sejauh ini, kita masih melakukan penyelidikan. Kami belum menemukan titik terangnya. Dan saat ini kami masih ada di Teluk Pandan,” kata Kanit Reskrim Polsek Sangatta Iptu Rachman membalas pertanyaan Radar Kutim, Senin (2/1) kemarin.

Dirinya menyebut, penyelidikan kasus tersebut ditangani oleh tim gabungan dari Polsek Sangatta dan Polres Kutim. Guna mempermudah proses penyelidikan, pihaknya masih fokus mendalami keterangan dan informasi dari warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya dan teman-teman penyidik masih Teluk Pandan terus,” katanya.

Terkait kendala yang dihadapi dalam penyelidikan kasus tersebut, Rachman mengaku, lebih dikarenakan terbatasnya saksi-sanksi yang mengetahui kejadian tersebut. Apalagi lokasi kejadian terbilang cukup jauh dari daerah pemukiman lainnya. Yang menjadi sanksi dalam pristiwa berdarah itu yakni hanya istri korban.

Baca Juga:  Tiga Remaja Jadi Bandar Ekstasi, 2.599 Butir LL Berhasil Diamankan 

“Kendalanya sih, yak arena lokasinya di tengah dan ngak ada tetangga,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Andika Dharma Sena, bahwa pihaknya belum berhasil mengungkap kasus tersebut. Begitu juga dengan para pelakunya hingga kini masih buron.

“Iya, kasus ini masih dalam tahap penyelikan, anggota masih bekerja di lapangan,” katanya dihubungi melalui telpon gemgamnya, kemarin sore.

Sambungnya, dalam penyelidikan kasus ini pihaknya turut dibantu oleh tim Polda Kaltim. Selain itu, pihaknya juga telah meminta bantuan jajaran Polres dan Polresta lainnya di wilayah hukum Polda Kaltim, gunan mempersempit ruang gerak para pelaku.

“Yang jelas, sejaub ini kami masih terus melakukan penyelidikan. Hanya saja hasilnya, kita memang belum berhasil menangkap para pelaku,” katanya, kemarin.

Baca Juga:  Hanya Dalam 6 Jam, Polisi Berhasil Ungkap Kasus Narkoba di 3 TKP Berbeda

Disinggung apakah pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku, serta berapa jumlah para pelaku dalam kasus itu, AKP Andika masih engan membeberkannya. Dirinya hanya mengatakan, bila kasus tersebut kini sedang di dalami terus oleh pihaknya.

“Semua informasi terkait telah kita himpun dari para saksi-saksi. Dan saat ini kita sedang melakukan proses pengembangan, ya doakan saja semoga cepat terungkap,” tuturnya mengakhiri perbicaan dengan wartawan media ini.

Diawartawan sebelumnya, Minggu (25/12) lalu, Sabbara (59) tewas di rumah podoknya, Dusun Sei Redan Desa Suka Damai Kecamatan Teluk Pandan setelah disatroni kawanan perampok. Uang tunai beserta perhiasan emas dan alat elektronik senilai Rp 25 juta raib.

Informasi dihimpun, kejadian berawal saat korban bersama Suri (49) istrinya dan Has (15) anaknya tengah beristirahat di pondoknya. Sekira pukul 02.00 Wita, tiba-tiba pelaku yang berjumlah tiga orang langsung mendobrak pintu rumah pondok tersebut. Lokasi pondok korban yang berada ditengah kebun, dan jauh dari pemukiman memudahkan pelaku melakukan aksinya.

Baca Juga:  Desa Minta Perusahaan Buat Jalan Alternatif

Setelah berhasil masuk, pelaku mengancam korban dengan menanyakan harta benda yang dimiliki. Korban beserta istri dan anaknya pun diikat pelaku dengan menggunakan tali nilon yang terdapat di pondok tersebut. Korban pun sempat mendapat pukulan dibagian wajah menggunakan linggis oleh pelaku. Korban pun tersungkur dan tertelungkup menghadap kasur.

Naas, akibat kondisi tersebut korban kesulitan bernafas hingga akhirnya meninggal di TKP dihadapan anak dan istrinya yang masih dalam kondisi terikat. Sementara pelaku, usai berhasil menggasak seluruh barang berharga korban langsung pergi. (drh)

Tags: kutimperampokan sadis
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ronaldo Tak Tergiur Tawaran Banyak Uang

Next Post

Kebakaran Diduga Karena Korsleting, Tak Ada Barang Tersisa 

Related Posts

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
Perampokan di Sangatta Berujung Dugaan Kekerasan Seksual, Suami Diikat dan Dipaksa Menyaksikan Aksi Pelaku
Kriminal

Perampokan di Sangatta Berujung Dugaan Kekerasan Seksual, Suami Diikat dan Dipaksa Menyaksikan Aksi Pelaku

19 Juli 2026, 21:26
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
Bukan Penembakan, Polisi Ungkap Korban di Kantor Pos Sepinggan Balikpapan Alami Enam Luka Bacok
Kriminal

Bukan Penembakan, Polisi Ungkap Korban di Kantor Pos Sepinggan Balikpapan Alami Enam Luka Bacok

13 Desember 2025, 19:02

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.