• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Ditegur Komisi ASN, Rusmadi: Saya Terima Kasih

by BontangPost
14 November 2017, 11:36
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Rusmadi(DOK METRO SAMARINDA)

Rusmadi(DOK METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SEKPROV Kaltim Rusmadi mengaku sudah menerima surat dari Komisi ASN yang melayangkan teguran kepadanya. Dia menanggapi surat tersebut dengan berterima kasih karena telah diingatkan untuk berhati-hati dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan. Sehingga tidak berpolitik praktis.

Menurut Rusmadi, surat edaran tersebut bagus-bagus saja. Karena sesuai dengan apa yang dia sampaikan kepada seluruh ASN di Kaltim untuk tetap menjaga netralitas. “Dan itu ada riil surat edaran saya. Sebagai seseorang yang diberi amanat membantu gubernur dalam hal kepegawaian, itu salah satu hal yang saya jaga,” kata Rusmadi kepada awak media.

Menanggapi permintaan untuk mundur sebagai ASN, dia tetap berpegang pada peraturan perundang-undangan. Yaitu harus mundur pada saat ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon tetap. Rusmadi pun menegaskan akan mundur dan tinggal menunggu waktu saja. “Yang jelas ini sudah hasil evaluasi. Ya saya taat,” tambahnya.

Baca Juga:  Jadi Plt Bupati, Edi Gantikan Rita

Rusmadi mengaku mengetahui siapa yang melaporkan dirinya ke Komisi ASN. Namun begitu dia menolak mengungkap nama pelapornya. Dalam hal ini Rusmadi tidak mau berkonfrontasi. Kata dia, sebagai warga negara yang baik dan ASN yang profesional, dirinya menghargai pihak atau lembaga yang memberikan laporan.

Namun begitu dia meminta dalam pelaporannya juga harus lebih fair. Karena menurut Rusmadi, penyalahgunaan jabatan kewenangan bukan hanya mungkin terjadi pada dirinya selaku sekprov. Tetapi juga dapat terjadi pada semua pejabat negara. Termasuk kepala daerah yang mencalonkan diri, juga berpotensi untuk menyalahgunakan jabatan dan kewenangan yang dimiliki.

“Misalnya berkunjung ke suatu daerah. Lihat dulu perjalanannya menggunakan apa. Kalau uang pribadi tidak ada masalah. Tapi kalau uang dinas, itu melanggar. Jadi jangan dilihat saya Rusmadi sebagai sekprov saja,” urai Rusmadi.

Baca Juga:  Hasdam-Ferdian Kiat Ketat 

Terkait tudingan dalam surat Komisi ASN, Rusmadi mengatakan selama ini tidak merasa melanggar peraturan ASN. Karena dia telah memisahkan antara pekerjaan dan kegiatan politik yang dilakoninya. Misalnya ketika bertemu dengan kelompok masyarakat di suatu daerah dalam rangka dinas.

“Di luar waktu dinas, misalnya jam empat sore atau malam saya manfaatkan waktu, apa salahnya? Enggak kan,” sebutnya.

Pun begitu, dalam berdinas Rusmadi mengaku selalu menggunakan dua kendaraan. Pada saat saya melaksanakan tugas dinas, dia menggunakan kendaraan dinas. Tapi ketika bertemu dengan kelompok masyarakat untuk melakukan sosialisasi, Rusmadi menggunakan kendaraan pribadi. “Lihat saja dalam perjalanan saya, selalu saya bawa dua kendaraan,” sambung Rusmadi.

Baca Juga:  Kaltim Post Education Fair 2017, Terbesar di Kalimantan 

Karenanya dia menyerahkan pada masyarakat dan pihak-pihak lainnya untuk menilai apakah yang dilakukannya melanggar atau tidak. Tetapi Rusmadi menyatakan sudah berusaha memaksimalkan perannya agar tidak saling bersinggungan. Karena sebagai pejabat ASN tertinggi, dirinya juga harus menjadi teladan. Dan itu diwujudkannya dalam surat edaran kepada ASN untuk menjaga netralitas.

“Saya sudah membuat edaran, tentu saya bertanggung jawab terhadap edaran itu. Saya harus juga menjaga. Tetapi kalau masih salah kemudian diingatkan, ya saya tentu akan sangat berhati-hati,” ungkapnya.

Menurutnya dalam pilkada memang berpotensi terjadi pelanggaran netralitas ASN. Bukan hanya sekprov, ASN lain juga berpotensi untuk kemudian melakukan politik praktis. Kebetulan saja dirinya sebagai sekprov melakukan pendaftaran ke partai politik. “Kalau saya menghadapinya ya biasalah dinamika. Namanya juga politik,” tandas Rusmadi. (luk)

Tags: asnMetro Samarindapolitik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dianggap Berpolitik Praktis, Sekprov Ditegur Komisi ASN

Next Post

Hanya 3 yang Mendaftar, Jabatan Dirut Perusda Minim Peminat

Related Posts

Temuan Honor ASN Rp9,5 Miliar di Kukar Didalami, Inspektorat Sebut Terjadi di Dinas PK
Kaltim

Temuan Honor ASN Rp9,5 Miliar di Kukar Didalami, Inspektorat Sebut Terjadi di Dinas PK

19 Juni 2026, 10:00
BPK Temukan ASN Kukar Terima Honor 900 Kali Setahun Senilai Rp9,5 Miliar
Kaltim

BPK Temukan ASN Kukar Terima Honor 900 Kali Setahun Senilai Rp9,5 Miliar

18 Juni 2026, 08:09
Fenomena “Kursi Panas” dan Menipisnya Gengsi Jabatan
Opini

Fenomena “Kursi Panas” dan Menipisnya Gengsi Jabatan

27 Maret 2026, 22:00
ASN Boleh Kerja dari Mana Saja 29–31 Desember 2025, Ini Penjelasan MenPAN-RB
Nasional

ASN Boleh Kerja dari Mana Saja 29–31 Desember 2025, Ini Penjelasan MenPAN-RB

19 Desember 2025, 09:00
THR dan Gaji Ke-13 PNS Siap-siap Cair
Nasional

THR dan Gaji Ke-13 PNS Siap-siap Cair

6 Februari 2025, 14:34
Jadi Potensi Kerawanan Pemilu, ASN di Bontang Tak Boleh Hadiri Deklarasi Bapaslon
Bontang

Jadi Potensi Kerawanan Pemilu, ASN di Bontang Tak Boleh Hadiri Deklarasi Bapaslon

1 Agustus 2024, 12:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.