BONTANG – Sosok IM (48) dikenal oleh warga di lingkungannya yakni gang Atletik 8 RT 42, Kelurahan Api-Api, memiliki kepribadian tertutup. Hal ini dilihat saat terdapat kegiatan di cakupan RT, selalu tidak terlibat.
Salah satu tetangganya, Raja –bukan nama sebenarnya– mengungkapkan bahwa pria yang menjabat sebagai pendiri ponpes NM ini enggan menyapa warga apabila berpapasan di jalan. Ia mengatakan terakhir melihat IM sepekan yang lalu, saat melintas di depan rumahnya. “Orangnya tertutup, jarang mau berkumpul dengan warga di lingkungan ini,” kata Raja.
Ketika RT menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yaitu membersihkan lingkungan pun, IM tidak ikut berpatisipasi. Bukan hanya IM yang enggan bersosialisasi tetapi juga istri dan anaknya. “Seolah masa bodoh dengan tetangga, seperti mereka itu hidup sendiri,” tambahnya.
Kendati demikian, ketika keluar rumah IM selalu menggunakan pakaian muslim. Dengan baju koko, kopiah, dan sarung. Menurut Raja, hal ini sangat kontras dengan peristiwa yang menjeratnya belakangan ini.
Namun diakuinya, IM piawai dalam mengaji. Tak jarang di setiap lomba qiroah selalu hadir apabila dilaksanakan di Kota Bontang dan sekitarnya.
Tertangkapnya IM sebagai tersangka pencabulan sontak membuat tetangga shock. Raja pun tak menyangka jikalau tetangganya melakukan tindakan tak senonoh terhadap santriwatinya.
“Saya kaget dan nangis tadi (kemarin siang, Red.). Padahal orangnya pintar mengaji, tetapi di sisi lain saya tidak tahu,” paparnya.
Berdasarkan informasi dari para tetangga, istri IM bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu kantor kelurahan.
Sementara itu, Ketua RT 42 Suyanto membenarkan IM sangat tertutup dengan warga lainnya. Pasalnya, pintu dan pagar tempat tinggalnya tidak pernah dibuka.
“Sama sekali tidak pernah ikuti kegiatan RT. Bahkan, waktu saya minta fotokopi Kartu Keluarga baru dibuka pagarnya,” kata Suyanto.
Redaksi Bontang Post mencoba mendatangi kediaman IM, untuk meminta keterangan dari keluarga. Namun, bangunan dengan luas 15×15 meter ini tampak tak berpenghuni. Pagar dengan nuansa abu-abu terkunci rapat dan ketika awak Bontang Post mengintip ke bagian garasi, tak satu pun kendaraan yang terparkir.
Hanya terdapat tumpukan beberapa sound system di depan pintu masuk rumah. Konon, peralatan tersebut merupakan bisnis sampingan yang dijalani oleh tersangka. (*/ak)







