SAMARINDA – Hasil uji biakan (kultur) terhadap enam sampel penderita yang diduga (suspect) terjangkit virus difteri di Samarinda beberapa waktu lalu dinyatakan negatif. Hal ini menandakan, semua pasien yang pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie dinyatakan bebas dari penyakit menular tersebut.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Surveilans Informasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, dr. Osha Rafshodia mengungkapkan, hasil uji biakan tersebut didapatkan Dinkes via email dari Badan Laboratorium Kesehatan Klinis (BLKK) Surabaya.
“Insyaallah dalam waktu dekat laporan hasil uji kultur ini akan disampaikan secara resmi oleh BLKK Surabaya. Tapi yang pasti sekarang hasil sampel yang kami kirim semuanya negatif. Artinya tidak ada satupun pasien yang positif mengidap difteri,” ungkap dr. Osha, Jumat (26/1) kemarin.
Uji kultur ini, lanjut dia, menggunakan sampel pasien yang diambil secara acak dari pasien suspect difteri. Karenanya, secara medis pasien mengidap difteri, namun hasil uji kulturnya negatif. “Data medis yang kami kirim itu, khusus pasien yang benar-benar kondisinya parah. Data itu diambil secara acak dari seluruh pasien yang pernah dirawat di rumah sakit,” jelasnya.
Dari data yang diungkap Dinkes Samarinda, seluruh pasien yang diduga terkena penyakit mematikan tersebut, tidak ada satupun pasien yang mengalami komplikasi difteri seperti sumbatan pernapasan dan komplikasi jantung.
Sampai 25 Januari lalu, masih ada 13 orang pasien yang diduga terserang virus dengan nama latin corynebacterium diphtheriae tersebut. Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit di Samarinda.
“Hingga 25 Januari, sebagian besar pasien yang pernah dirawat di RSUD AW Syahranie, kebanyakan sudah dipulangkan. Dari data kami, pasien yang pulang lebih banyak ketimbang yang masuk. Misalnya pada 24 Januari lalu, ada dua orang yang dirawat, sedangkan yang pulang ada delapan orang,” bebernya.
Dari data tersebut, kata dr. Osha, pasien yang diduga terjangkit penyakit ini terus mengalami penurunan. Sedangkan pasien yang sudah dipulangkan, dinyatakan bebas dari penyakit difteri. Sehingga, tidak lagi menularkan penyakit tersebut.
“Kesimpulannya, masyarakat yang bersentuhan dengan mantan pasien tidak perlu takut dengan penularan penyakit itu. Karena pasien yang dinyatakan sembuh, secara otomatis terbebas dari difteri,” tegasnya. (*/um/drh)







