• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Guru Honorer Kian Terjepit

by M Zulfikar Akbar
12 Maret 2018, 10:23
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
FOTO WAJAH: Wahyudin

FOTO WAJAH: Wahyudin

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Nasib ribuan guru honorer setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kaltim kian memprihatinkan. Alih-alih memperoleh kesejahteraan pasca dipindahkan dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi, nasib guru honorer justru kian tak menentu. Di tangan pemerintah provinsi, gaji mereka justru jauh dari standar kata layak, atau Upah Minimum Provinsi (UMP).

Ketua Ikatan Guru Honor Indonesia (IGHI) Kaltim, Wahyudin membeberkan, pada tahun 2017, mulai dari gaji guru honorer, pegawai Tata Usaha (TU), dan sekuriti disamakan, yakni Rp 1,5 juta perbulan. Namun akhir tahun lalu, para guru mengusulkan adanya kenaikan gaji.

Dalam usulan itu, para guru meminta supaya gaji guru honorer, pegawai TU, dan sekuriti dapat dibedakan. Terutama dari jenjang pendidikan seperti gaji guru honorer lulusan D3, D4, S1, S2, hingga pegawai TU dan sekuriti. “Usulan itu bermaksud menciptakan keadilan bagi guru honorer di semua jenjang pendidikan. Tetapi nyatanya tidak demikian, malah kebijakan ini membawa masalah baru,” ujar Wahyudin, belum lama ini.

Baca Juga:  Komisi I Nilai Kebijakan Wali Kota Sudah Tepat Tidak merumahkan Non PNS

Ia menjelaskan, pada Januari 2018, gaji guru honorer untuk jenjang S1 dan S2 masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni Rp 1,5 juta. Namun untuk gaji guru honorer dengan jenjang pendidikan D3 dan D4 justru dipotong Rp 150 ribu, atau hanya menerima Rp 1.350.000.

Tak hanya itu, gaji pegawai TU dan sekuriti ikut dikurangi. Jika sebelumnya mendapatkan Rp 1,5 juta. Tapi kini hanya mendapat Rp 1,3 juta. “Kalau untuk pegawai TU yang jenjang pendidikannya S1, juga dipotong Rp 50 ribu,” sebutnya.

Anehnya, kata dia, kebijakan tersebut dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melaui Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim tanpa sepengetahuan IGHI. Menurutnya, saat pihaknya menanyakan hal tersebut, Disdik justru berdalih, bahwa kebijakan penurunan gaji sudah mendapat persetujuan Musyawarah Kepala Sekolah (MKS) se-Kaltim.

Baca Juga:  Guru Honorer Diangkat Jadi PPPK, Disdikbud Bontang Usulkan 150 Kuota

Wahyudin sendiri mengaku belum mendapat informasi terkait itu. Terutama dari MKS. Baginya, sebelum kebijakan tersebut diambil, MKS seharunya berkoordinasi dan mendiskusikannya, paling tidak dengan IGHI sebagai wadah dan perwakilan guru honorer.  “Supaya kami  memberikan masukan dan sanggahan. Kalau seperti ini sama saja mengeluarkan kebijakan yang berakhir kekecewaan dan duka,” katanya.

Disinggung mengapa kebijakan tersebut berakhir duka, Wahyudin menyebut, semua guru honorer, pegawai TU, dan sekuriti sebelum menerima gaji sudah berlomba-lomba berhutang untuk menutupi sewa rumah, kredit motor, operasional harian, hingga kebutuhan rumah tangga.

“Karena dua bulan (Januari dan Februari) gaji kami ditunda pemprov. Kalau tidak hutang, pada siapa lagi kami dapat gaji? Sebab hanya dari gaji itu kami menutupi seluruh keperluan kami,” katanya.

Baca Juga:  Lambat Cair karena Menunggu Rekap Absensi

Atas dasar itu, dirinya meminta gubernur memenuhi janjinya meningkatkan gaji guru honorer. Pasalnya, pada Rapat Kerja (Rakor) Pendidikan Kaltim, Awang Faroek Ishak pernah menjanjikan gaji guru honorer minimal Rp 2 juta.

“Kenyataannya tidak begitu. Kami berharap gubernur mengambil kebijakan, gaji guru honorer yang jenjang pendidikannya S1 dan S2 disesuaikan dengan UMP. Sedangkan pegawai TU dan sekuriti ditingkatkan jadi Rp 1,7 juta,” sarannya. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: guruHonorerprovinsi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembalap Bontang Raih Juara di GCB Open Race Samarinda

Next Post

Door to Door Tawarkan Calon

Related Posts

Menkeu Diduga Sebut Guru Beban Negara, Ini Pernyataan PGRI
Nasional

Menkeu Diduga Sebut Guru Beban Negara, Ini Pernyataan PGRI

19 Agustus 2025, 10:30
Wali Kota Bontang Kembali Pastikan Komitmen Tidak Rumahkan Honorer Disdamkartan
Bontang

PHM Ancam Demo karena Honorer Disdamkartan Bontang Tetap Dipekerjakan

15 Juli 2025, 20:12
186 Honorer Pemkot Bontang Dirumahkan, Skema Penyelamatan Hanya Menyasar Enam Bidang
Bontang

186 Honorer Pemkot Bontang Dirumahkan, Skema Penyelamatan Hanya Menyasar Enam Bidang

9 Juli 2025, 14:01
BPKAD Bontang Bakal Kalkulasi Perubahan Pembiayaan Gaji Tenaga Honorer
Bontang

BPKAD Bontang Bakal Kalkulasi Perubahan Pembiayaan Gaji Tenaga Honorer

13 Juni 2025, 13:58
Masuk Parit di Bontang Kuala, Buaya 2,5 Meter Dievakuasi Disdamkartan
Bontang

72 Honorer Disdamkartan Bontang Diberhentikan, 60 Persen Kekuatan Berkurang

11 Juni 2025, 14:08
BKPSDM Bontang Sebut Masih Ada TKD Belum Masuk Database, Nasibnya Seperti Ini
Bontang

BKPSDM Bontang Sebut Masih Ada TKD Belum Masuk Database, Nasibnya Seperti Ini

23 Mei 2025, 14:49

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.