• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Kutim Minim Tenaga Penyuluh di Tiap Kecamatan

by BontangPost
18 Maret 2018, 11:05
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi (Net)

Ilustrasi (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Jumlah tenaga penyuluh calon pasangan pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) saat ini masih terbatas. Untuk itu Kementerian Agama (Kemenag) Kutim membagi 154 tenaga penyuluh ke 18 kecamatan se-Kutim.

Kepala Kemenag Kutim, Ambotang mengatakan masing-masing kecamatan diharuskan memiliki paling sedikit satu orang. Karena sebelum melaksanakan pernikahan, semua calon harus memahami beberapa hal penting guna mengarungi bahtera rumah tangga.

“Ratusan tenaga penyuluh tersebut kami bagi rata. Hal tersebut agar tiap kecamatannya memiliki masing-masing perwakilan. Paling tidak ada satu orang yang bekerja agar setiap calon pengantin mendapat hak mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (17/3).

Dirinya menetapkan paling sedikit satu orang untuk satu kecamatan, sementara dalam ruang lingkup kecamatan terdapat banyak desa. Kondisi ini membuat jumlah tenaga penyuluh agama memiliki keterbatasan.

Baca Juga:  Pengemis Mulai Serang Kutim

“Kami menyadari keterbatasan sumber daya manusia menjadi kendala. Hal tersebut disebabkan beberapa hal. Seperti minimnya honor untuk penyuluh yang diposisikan di kecamatan yang cukup jauh,” ungkapnya.

Program yang dicanangkan oleh Kementrian Agama RI pada 2017 tersebut, mengalami penurunan jumlah tenaga kerja. Pasalnya tidak hanya jarak dan honor, namun pelatihan pun masih minim mereka terima. Sehingga hal tersebut menyebabkan banyaknya penyuluh yang tidak mampu menjalani tanggung jawabnya.

“Banyak yang sudah mengundurkan diri. Seperti di Karangan hanya ada satu orang saja yang bekerja. Karena banyak yang merasa tidak sesuainya kinerja total dengan upah 500 ribu rupiah perbulan. Selain itu, masih sekira 50 penyuluh dari 154 orang yang menerima pelatihan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Agama di Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” kata Ambotang.

Baca Juga:  Ditolak Bercinta, Tangan Melayang

Dirinya menyampaikan efektifitas tenaga kerja penyuluh harus ada di setiap desa. Dengan target semua pekerja akan diberi pelatihan. Karena menurutnya semua pekerja harus menyerahkan laporan kerja pada KUA masing-masing kecamatan setiap minggunya.

“Kerja mereka terhitung intensif, seminggu sekali mereka menyetor data kerja ke KUA, kemudian KUA kecamatan masing-masing yang akan menyerahkan pada kami,” katanya.

Dirinya mengungkapkan harapannya agar pemerintah lebih memerhatikan tunjangan untuk pekerja.

“Saya berharap mereka mendapatkan gaji sesuai kinerja. Jadi mereka juga semakin semangat dan tidak lagi mengundurkan diri,” tutupnya. (*/la)

Tags: Penyuluh perkawinanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berburu Narkoba ke Samarinda, Ditangkap saat Razia

Next Post

Menuju KLA, Kutim Belajar di Bontang

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.