KECELAKAAN di Perairan Tanjung Mangkalihat, Kecamatan Sandaran, Kutim pada 11 Februari, masih menyisakan cerita. Empat lelaki dari tujuh penumpang kapal HM Tawarani yang hilang tenggelam, menjadi beban bagi istrinya.
Salah satu istri dari koban kapal tenggelam itu, yakni Andi Kasmawati. Suaminya, Sardi (45), hingga saat ini masih belum ditemukan. Setelah tenggelam karena kapal Tawarani yang ditumpanginya untuk pergi memancing, saat itu bertabrakan dengan kapal pengangkut tugboat.
Sardi diketahui merupakan seorang pedagang ikan di Sangatta. Dalam kesehariannya semasa hidup, Sardi menjual bermacam ikan di kediamannya, Jalan Pendidikan, Sangatta Utara, tepat di depan sebuah hotel berbintang lima.
Istrinya, biasanya bertugas menjaga empat orang anaknya, sembari membantu Sardi berdagang.
Kasmawati kehilangan suaminya dan kini harus bertanggungjawab atas keberlangsungan hidup empat anaknya.
Adapun buah hatinya itu, paling bungsu berusia 10 bulan, dan tersulung sudah bersekolah kelas 3 SD.
Staf Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Setkab Kutim Maryana menjelaskan, agar masyarakat Kutim mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk perempuan tersebut. Sebab, Kasmawati saat ini menjadi tulang punggung keluarga, sangat memerlukan bantuan.
Sementara diketahui, kecelakaan di Perairan Tanjung Mangkalihat tersebut telah berlanjut ke tahap penyidikan. Nakhoda tugboat pembawa tongkang yang menabrak kapal pemancing HM Tawarani itu telah menjalani pemeriksaan.
Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Wakapolres Kompol Supriyanto menjelaskan, nakhoda kapal tersebut telah diamankan dengan status sebagai saksi. Sudah pada tahap penyidikan, namun belum ada keputusan untuk menjadikan sebagai tersangka.
“Beberapa kru dan nakhoda kapal telah diperiksa,” ucap dia, beberapa waktu lalu.
Pencarian terhadap empat orang korban yang belum ditemukan dari total tujuh korban, sebelumnya sudah diserahkan ke pihak Basarnas Toli-Toli, Gorontalo, Sulawesi Tengah.
Sebab, sebelumnya dua korban, Jakaria dan Marten yang ditemukan selamat, larut sampai ke perairan Toli-Toli. Potensi adanya empat korban lainnya bisa jadi berada di perairan tersebut.
“Pencarian selanjutnya diserahkan kepada Basarnas Toli-Toli,” kata salah seorang anggota Basarnas Kutim, Bongga belum lama ini. (dy)







