BONTANG – Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Basri Rase menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Mahakam 2018 di Lapangan Upacara SMA Negeri 1 Bontang Jalan DI Panjaitan, Bontang Baru Kamis (26/4) pagi. Bertindak sebagai Pemimpin Apel adalah Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti.
Amanat Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian yang dibacakan Kapolres AKBP Siswanto Mukti menyampaikan, operasi Kepolisian Terpusat Patuh Mahakam ini salah satu langkah yang harus diambil oleh jajaran Kepolisian. Untuk meningkatkan kesadaran dan kelancaran lalu lintas di Indonesia termasuk di Bontang. Mengingat penyebab kematian terbanyak bersumber dari kecelakaan lalu lintas.
“Apel gelar pasukan ini sengaja kami gelar di sekolah dan di terminal karena berdasarkan data kami, yang paling banyak melanggar peraturan lalu lintas adalah anak sekolah. Selain itu, kami berharap adanya operasi ini akan menekan angka pelanggaran lalu lintas di Bontang dan memberikan edukasi kepada anak-anak untuk taat dan tertib dalam berlalu lintas,” ungkapnya.
Senada dengan Kapolres Bontang, Wawali Bontang Basri Rase meminta seluruh pelajar dan seluruh lapisan masyarakat senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas. Serta menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban berkendara dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
“Pemkot mendukung penuh operasi Kepolisian Terpusat Patuh Mahakam ini. Agar kita semua sadar dalam berlalu lintas. Karena ketika kita tertib berlalu lintas, saya yakin angka kecelakaan akan menurun. Kita semua pasti merasa aman dan yang pastinya tidak ada lagi orang yang meninggal karena kecelakaan,” terangnya.
Basri tidak hanya mengingatkan kepada para pelajar saja, tetapi juga pengguna jalan lainnya seperti supir angkot dan kendaraan umum lainnya. Untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menggunakan kelengkapan pengamanan dalam berkendaraan seperti memakai helm standar SNI, memakai safety belt serta tidak ugal-ugalan atau berkendaraan dengan kecepatan tinggi.
Operasi Kepolisian Terpusat Patuh Mahakam 2018 ini sendiri berlangsung dari 26 April sampai 9 Mei 2018 yang melibatkan personel Polri, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan Kota Bontang. (hms7)







