• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Musim Pancaroba Adang Nelayan 

by BontangPost
21 Mei 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Baharuddin Demmu(DOK/METRO SAMARINDA)

Baharuddin Demmu(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Selama dua bulan terakhir, cuaca di Kaltim terbilang tak menentu. Akibatnya hasil tangkapan ikan sejumlah nelayan di Kaltim menurun drastis. Sebagai dampak musim pancaroba tersebut, pemburu ikan laut harus berupaya keras menyambung kehidupan di tengah merosotnya hasil tangkapan.

Nelayan di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), Suryadi mengaku, pada saat cuaca buruk melanda perairan Kaltim, sebenarnya nelayan masih dapat melaut. Namun harus didukung dengan kapal dengan kapasitas mesin tertentu. Karena pada umumnya nelayan masih menggunakan kapal tradisional.

“Masalah cuaca dan kapal ini membuat pendapatan kami pasang surut. Tahun lalu, pendapatan kami terbilang besar. Sekarang berkurang,” katanya pada Metro Samarinda, Sabtu (19/5) lalu.

Dalam keadaan cuaca buruk, setiap hari pendapatan nelayan hanya Rp 400 ribu. Sedangkan pada saat cuaca sedang bersahabat, pemburu ikan laut mendapatkan Rp 1,5 juta.

Baca Juga:  Ketua DPRD Tanggapi Pelecehan Belimbur

“Kalau cuaca buruk begini kami tidak ke laut. Dapat uang itu hanya pada saat cuaca yang memungkinkan untuk melaut. Selebihnya kami banyak di rumah. Jadi di hari-hari tertentu saja kami ke laut,” ucapnya.

Di saat cuaca ekstrim, pada umumnya nelayan hanya mendapatkan ikan teri, kembung, dan cumi-cumi. Pun demikian, hasil tangkapan dengan jenis-jenis ikan tersebut sangat terbatas. “Pokoknya hasil tangkapan kami sangat terbatas. Apalagi sekarang kami sebagai nelayan kecil ini hanya menggunakan bagan tancap,” kata Suryadi.

Nelayan Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kukar, Muhammad Assegab mengaku, besarnya gelombang membuat pergerakan nelayan sangat terbatas. Padahal area tangkapan sangat luas.

“Tetapi karena cuaca buruk, saya tidak bisa terlalu jauh masuk ke laut. Kadang saya bisa sampai ke laut Balikpapan, Bontang, Muara Pentuan. Yang penting dapat dijangkau kapal,” ungkap dia.

Baca Juga:  Banyak Prajurit Belum Mengerti Hukum

Assegab menerangkan, kapal yang dia gunakan dapat menjangkau sampai 80 mil dari bibir pantai. Di saat cuaca buruk seperti saat ini, dirinya hanya melaut di pinggir laut. Namun kala cuaca sedang membaik, jarak tempuh kapal bisa 100 mil.

“Di mana ada ikan, di situ kami melaut. Tidak tentu jauhnya. Dengan jarak 100 mil dari bibir pantai pun tetap kami tempuh. Asal di sana ada ikan. Kalau 80 mil, jarak tempuhnya bisa sampai 2,5 jam,” terangnya.

Pada umumnya, setiap tahun, cuaca buruk sudah mulai sejak bulan April. Kondisi demikian akan berlangsung hingga pergantian tahun. Saat masa tenang karena tidak melaut, nelayan biasanya mencari pekerjaan sampingan.

Baca Juga:  Kaltim Bisa Jadi Pusat Wisata 

“Aktivitas sampingan itu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kalau masih bisa menangkap di pinggir laut, ya bisa tetap jalankan profesi itu. Karena kami harus cari pendapatan supaya dapat menyambung hidup,” katanya.

Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu mengatakan, demi menjaga stabilitas pendapatan nelayan, pemerintah daerah harus mulai mengidentifikasi kebutuhan nelayan. Terlebih saat cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah di Benua Etam.

Salah satu langkah yang dapat diambil pemerintah yakni memberikan kapal yang layak untuk para nelayan. Pasalnya sebagian besar nelayan memiliki kapal yang tidak dapat digunakan saat cuaca buruk.

“Kapal-kapal mereka sangat kecil bentuknya. Sehingga pemerintah perlu membantu nelayan dengan memberikan kapal dengan muatan lima ton. Walaupun cuaca buruk, mereka masih bisa melaut. Karena peralatan kapal itu besar,” sarannya. (*/um)

Tags: Metro SamarindaMusim Pancarobanelayan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Minta Pemprov “Pelototi” Sembako

Next Post

Jargas Bocor, Trotoar Meledak

Related Posts

BREAKINGNEWS! Mayat Nelayan Ditemukan di Atas Kapal
Bontang

BREAKINGNEWS! Mayat Nelayan Ditemukan di Atas Kapal

5 Januari 2023, 10:17
Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan
Kaltim

Nestapa Nelayan Tradisional di Pesisir Kaltim, Ruang Tangkap Makin Kecil, Tersingkir Geliat Perusahaan

20 September 2020, 11:25
Berjibaku 30 Menit, Keratong 170 Kg Takluk
Nasional

Berjibaku 30 Menit, Keratong 170 Kg Takluk

23 April 2020, 12:00
Nelayan Bontang Tak Gunakan Cantrang
Bontang

Bontang Belum Miliki Korwil Tim Pengawasan Terpadu

24 April 2019, 17:43
Mengapung 14 Jam, Seorang Nelayan Ditemukan Selamat
Bontang

Mengapung 14 Jam, Seorang Nelayan Ditemukan Selamat

12 April 2019, 11:31
Terdampak Pengerukan PT GPK, Nelayan Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta
Breaking News

Terdampak Pengerukan PT GPK, Nelayan Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta

12 Februari 2019, 18:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.