• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Primebiz “Ancam” Pemukiman Warga 

by BontangPost
29 Mei 2018, 11:35
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BAKAL BERDAMPAK: Pembangunan Hotel Primebiz yang berlokasi kawasan Masjid Islamic Center Samarinda bakal mengancam pemukiman warga. Sebab, sebagian dari lokasi hotel nantinya masuk ke kawasan perumahan warga di RT 16 Karang Anyar.(DOK/METRO SAMARINDA)

BAKAL BERDAMPAK: Pembangunan Hotel Primebiz yang berlokasi kawasan Masjid Islamic Center Samarinda bakal mengancam pemukiman warga. Sebab, sebagian dari lokasi hotel nantinya masuk ke kawasan perumahan warga di RT 16 Karang Anyar.(DOK/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Salah satu alasan mendasar warga Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda menolak pembangunan Hotel Primebiz yakni adanya kemungkinan penggusuran pemukiman warga. Pasalnya, hingga kini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum menjelaskan pada warga batasan lahan yang digunakan hotel berbintang tersebut.

Namun tudingan warga dibantah Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Samarinda, Zairin Zain, Senin (28/5) kemarin. Kata dia, Hotel Primebiz tidak akan menggunakan lahan PT Inhutani yang dipinjam pakai warga. “Yang dipakai hanya lahan di dalam pagar. Sedangkan yang di luar tidak digunakan. Nggak ada. Karena hanya itu yang dipakai hotel,” tegasnya.

Pernyataan berbeda yang disampaikan, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin. Dirinya tidak mengetahui seluk beluk lahan yang akan digunakan Hotel Primebiz. “Saya tidak tahu soal gusur menggusur itu. Yang jelas kami tahunya lahan yang dipakai yang itu saja. Yang kosong itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Zuhdi Layak Pimpin KONI
BAKAL BERDAMPAK: Pembangunan Hotel Primebiz yang berlokasi kawasan Masjid Islamic Center Samarinda bakal mengancam pemukiman warga. Sebab, sebagian dari lokasi hotel nantinya masuk ke kawasan perumahan warga di RT 16 Karang Anyar.(DOK/METRO SAMARINDA)

Saat ditegaskan ulang kemungkinan adanya penggusuran, Sugeng berkilah, kemungkinan penggusuran bisa saja terjadi. Pasalnya Pemkot Samarinda hanya memberikan izin sesuai lahan yang dipakai PT Wijaya Utama Lestari.

Sugeng menegaskan, sewaktu-waktu bisa saja terjadi penggusuran pemukiman warga. Dengan catatan, lahan yang digunakan warga termasuk lokasi yang dijual PT Inhutani pada perusahaan tersebut.

“Memangnya dia (warga) yang punya tanah? Kalau dia tinggal di lahan yang digunakan hotel itu, mungkin digusur. Kalau lahan itu milik yang punya hotel, kemungkinan besar digusur. Tetapi kalau tidak, apa pentingnya mereka digusur,” katanya.

Sebelumnya, kuasa warga, Mukhlis Ramlan menyatakan, pembangunan hotel akan mengancam ruang hidup warga sekitar. Padahal warga sudah puluhan tahun menetap di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Klaim Tak Ganggu Pengawasan 

Apalagi sejak 2012, seluruh warga Kelurahan Teluk Lerong yang terhimpun dalam Forum Masyarakat Islamic Center Samarinda menolak pembangunan hotel tersebut. Pasalnya keberadaan hotel dapat mengancam ruang hidup warga.

“Warga di sekitar lokasi pembangunan hotel itu sudah puluhan tahun tinggal di situ. Mereka juga pernah mengabdi di PT Inhutani. Kalau nanti ada pembangunan hotel, rumah mereka akan digusur,” sebutnya.

Ketua RT 16 Karang Anyar, Aminuddin berpendapat, proyek pembangunan hotel tersebut masih kontroversial. Pasalnya, warga di sekitar lokasi hotel belum satu suara. Mestinya sebelum dilakukan pembangunan, pemerintah menerangkan terlebih dulu supaya warga satu pemahaman.

“Jangan dipaksakan seperti ini. Apalagi rencana itu sudah lama. Sekarang ada tiba-tiba dimulai pembangunan. Kesannya terburu-buru. Harusnya diharmonisasi dulu antara warga yang pro dan kontra. Kalau itu sudah dilakukan, tidak ada masalah,” ucapnya, Sabtu (26/5) kemarin.

Baca Juga:  Ribuan Pelajar Ikuti Popprov

Aminuddin mengaku sejak awal tidak sepakat dengan pembangunan hotel tersebut. Sikap tersebut didasarkan rekomendasai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda serta Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) yang meminta pembangunan hotel dilakukan setelah mendapat persetujuan warga.

“Terlepas dari benar atau tidaknya opini kami, tapi pemerintah tidak boleh mengabaikan itu. Jangan otoriter. Ini dipaksakan. Betul yang menentukan pemerintah, tapi jangan keterlaluan. Karena nyatanya kami yang akan merasakan imbas pembangunan hotel,” tegasnya.

Aminuddin menyatakan, pernah dimintai pendapat oleh pemerintah terkait pembangunan hotel berbintang tersebut. Namun warga setempat tetap menolaknya. Karena itulah dia sebagai ketua RT tidak pernah menandatangani kesepakatan pembangunan hotel tersebut. (*/um)

Tags: Metro SamarindaPolemik Hotel Primbiz
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

LKPD Kaltim Belum Penuhi Syarat? 

Next Post

Terhasut Judul Asli tapi Palsu

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.