SAMARINDA – Pekan Olah Raga Pelajar Provinsi (Popprov) Kaltim XV yang dibuka pada Senin (24/9) kemarin di Gedung Olahraga (GOR) Stadion Sempaja Samarinda diikuti ribuan pelajar dari sepuluh kabupaten/kota di Benua Etam.
Ketua Panitia Popprov Kaltim, Muslimin mengungkapkan, kegiatan tersebut diikuti 1.682 atlet dan pelatih atau kontingen dari daerah. Pertandingan yang diinisiasi Pemprov Kaltim itu akan mempertandingkan 19 cabang olahraga. “Ada 19 venue yang kami siapkan. Tempatnya di Sempaja, Segiri, Air Hitam, SMPN 1, SMPN 4, dan SMAN 1,” ungkap Muslimin.
Kata dia, kemarin seluruh kontingen melakukan pengarahan atau technical meeting dengan panitia. Sehingga di hari yang sama, pertandingan akan langsung diadakan.
“Hari ini (kemarin, Red.) akan bertanding bola voli indoor di GOR Segiri. Kemudian besok (hari ini, Red.) serentak seluruh cabang olahraga akan mengadakan pertandingan,” bebernya.
Penjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Meiliana berharap momentum Popprov dapat menjadi evaluasi bagi peningkatan prestasi olahraga di Kaltim. Menurutnya, prestasi olahraga dapat dijadikan sebagai tolok ukur pembangunan karakter kualitas sumber daya manusia di daerah. Pasalnya, dalam pertandingan para pelajar akan dididik mentalitasnya untuk bertanding secara sportif.
Selain itu, Porpov dapat dijadikan ajang untuk melahirkan calon atlet berkualitas yang dapat mewakili Kaltim dalam ajang nasional dan internasional di masa yang akan datang. “Momentum ini untuk menorehkan prestasi bagi masing-masing daerah di bidang olahraga. Sekaligus sarana pembinaan dan pencarian bibit-bibit atlet berprestasi yang potensial di masa datang,” kata Meiliana.
Dia menyebut, pelaksanaan Popprov ini juga sebagai media bimbingan dan dukungan kepada atlet muda beprestasi. Karena, keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana prasarana latihan. Tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan kemampuan melalui kompetisi.
Dengan begitu dapat menambah pengalaman, mental serta meningkatkan kualitas teknik dan strategi yang diberikan pelatih. “Karena itu, olahraga perlu ditingkatkan kualitasnya. Karena ini sarana pembinaan karakter bangsa yang tidak sebatas pada segi fisik saja. Akan tetapi juga mentalitas calon generasi bangsa,” jelasnya. (*/um)







