• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Seleksi Kepala ORI Diduga Nepotisme

by BontangPost
8 Juni 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Mantan Calon Ungkap Kejanggalan Seleksi 

Mantan Calon Ungkap Kejanggalan Seleksi 

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Seleksi calon Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Kaltim terus mendapat sorotan publik. Calon Kepala ORI Wilayah Kaltim yang pernah mengikuti tahapan seleksi sejak April 2018 lalu bahkan angkat bicara terkait dugaan adanya nepotisme dalam penjaringan pimpinan Ombudsman tersebut.

Salah satunya yakni Rahmawati. Peserta seleksi Kepala ORI Wilayah Kaltim yang sampai masuk dalam babak empat besar tersebut mengaku prihatin dengan pola seleksi di internal ORI. Dia menyebut, sejak awal dirinya telah mencium aroma tidak profesional dalam seleksi tersebut.

“Kalau memang tidak bisa membuat seleksi yang profesional dan terbuka, mengapa sejak awal tidak dilakukan seleksi di internal saja? Artinya tidak melibatkan orang luar ORI. Ini namanya seleksi hanya formalitas saja,” katanya, Rabu (6/6) lalu.

Baca Juga:  Lurah Terkecoh Pertamini

Dia mengungkapkan, pada saat mengikuti seleksi wawancara, dirinya telah mendapatkan informasi bahwa orang akan yang terpilih sebagai kepala ORI Wilayah Kaltim berasal dari internal Ombudsman.

“Ini namanya sudah tidak ideal sejak awal. Pada saat mendengar itu, saya sampai berpikir untuk mundur dari pencalonan. Tetapi karena menghargai tahapan, saya tetap lanjut sampai akhir,” sebutnya.

Kejanggalan lain yang dicatat Rahmawati yakni panitia seleksi tidak diumumkan pada publik. Selain itu, sistem penilaian yang dilakukan tidak transparan dan terkesan hanya menjadi konsumsi internal tim panitia seleksi.

Lembaga pengawas pemerintah sekelas Ombudsman, lanjut dia, seharusnya memberikan contoh yang ideal, profesional, dan memenuhi unsur-unsur perekrutam pimpinan sebagaimana yang disepakati di awal tahapan penjaringan.

Baca Juga:  Harga Beras Merangkak Naik

“Padahal Ombudsman itu memiliki kewenangan untuk melihat maladministrasi. Tetapi kalau sudah menunjukkan cara begini, sama saja mereka sendiri yang melanggar aturan. Memberikan contoh yang buruk pada publik,” sesalnya.

Di sisi lain dia mencatat, sebelum tahapan seleksi dilaksanakan, Ombudsman telah memiliki catatan kelam. Salah satu yang teranyar yakni lembaga tersebut pernah memiliki pimpinan yang mengundurkan diri karena ulah bawahannya.

“Informasinya salah satu asisten memalak kepala daerah. Karena itu, Kepala ORI Kaltim mengundurkan diri. Padahal masa jabatannya belum selesai. Kami mendengar, dia malu dengan kelakuan asisten yang melakukan pemalakan itu,” bebernya.

Atas dasar itu, catatan hitam tersebut telah menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap Ombudsman. Padahal, secara kelembagaan dan kepemimpinan, sejak awal Ombudsman harus steril dari citra buruk.

Baca Juga:  Aturan Kampanye Diperlonggar, Paslon Diizinkan Tambah Alat Peraga Kampanye

“Lembaga pengawas sekelas Ombudsman harusnya sudah membangun kepecayaan melalui transparansi. Makanya dari sekarang, lembaga ini harus diselamatkan,” katanya.

Seperti diketahui, panitia seleksi menyelenggarakan tahapan sejak April 2018. Sebanyak sembilan orang mengikuti tahapan seleksi. Hasilnya, terpilih Kusheryanto sebagai Kepala ORI Wilayah Kaltim. Kemudian, pada Selasa (5/6) lalu, Kusheryanto dilantik Ombudsman RI. Tahapan tersebut lebih cepat dibandingkan jadwal pelantikan yang sedianya dilaksanakan pada 25 Juni mendatang.

Kusheryanto yang dihubungi media ini untuk mengonfirmasi tudingan tersebut kontak pribadinya tidak aktif. Informasi terbaru, yang bersangkutan masih di Jakarta menghadiri pelantikan. Media ini juga sempat menghubungi asisten Ombudsman. Namun belum ada jawaban dari yang bersangkutan. (*/um)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Metro SamarindaSeleksi Ombudsman RI
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

RSUD IA Moeis Butuh Ratusan Miliar 

Next Post

Samarinda Bakal Ditata Ulang 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penjual Air Kesehatan Sebar Hoax

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April, DPRD Kaltim Sepakati Tuntutan Mahasiswa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.