• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

60 Persen Masyarakat Masih Berharap

by BontangPost
16 Juni 2018, 10:04
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ILUSTRASI

ILUSTRASI

Share on FacebookShare on Twitter

IRONISNYA masih banyak masyarakat Kaltim yang mengharapkan adanya pemberian uang dalam momen-momen pemilu, termasuk Pilgub Kaltim 2018 yang tinggal hitungan hari. Dari survei yang dilakukan Pusat Studi Otonomi Daerah dan Desa Fakultas Hukum (FH) Unmul Samarinda, didapati 60 persen masyarakat Kaltim masih mengharapkan adanya politik uang, khususnya dalam momen pilgub.

Survei ini dilakukan selama dua bulan di 2017 silam, dengan instrumen kuesioner pada seribu responden di empat kabupaten/kota di Kaltim yang menjadi sampel. “Kami melakukan survei masyarakat secara umum yang telah memiliki hak pilih. Di dalamnya termasuk pemilih pemula,” kata Najidah, akademisi FH Unmul yang mengawal survei ini.

Dalam survei yang melibatkan para mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) ini, sejumlah pertanyaan diajukan kepada responden, termasuk alasan menerima uang. Rata-rata menjawab tidak menolak uang yang diberikan karena dianggap sebagai rezeki. Di satu sisi, meski sudah menerima uang, bukan lantas menjadi sebab responden untuk memberikan suaranya kepada kandidat tertentu.

Baca Juga:  Ada Potensi Kekacauan

“Sebanyak 90 persen responden menyatakan pilgub ini penting, namun menurut mereka siapapun yang menang tidak terlalu penting. Mereka memberikan suara bukan karena telah diberi sejumlah uang. Kebanyakan mau menerima uang karena hanya memanfaatkan momen pilgub,” jelasnya.

Dari hasil survei ini, dapat diketahui bahwa masyarakat berada dalam kondisi yang dibuat tergantung dengan politik uang. Politik uang yang sejatinya tabu, kini dianggap sebagai sesuatu yang sudah umum bahkan cenderung dinantikan kehadirannya. Sehingga menjadi tugas berat dalam menggugah kepasifan masyarakat untuk bisa memberikan hak pilih tanpa iming-iming materi sesaat.

Sosialisasi, disebut Najidah, menjadi sangat penting untuk mencegah praktik sesat ini terulang. Termasuk di dalamnya penyampaian informasi sanksi yang bisa diterima pelaku politik uang, baik pemberi maupun penerima. Ketakutan akan adanya pidana yang bisa menjerat nyatanya telah disadari oleh masyarakat.

Baca Juga:  Jaang Siap Gandeng NasDem

“Dalam kuesioner pertanyaan alasan menolak politik uang ada dua pilihan, yaitu takut hukum dan takut Tuhan (dosa, Red.). Mayoritas menjawab takut hukum, tidak ada yang menjawab takut Tuhan,” bebernya.

Para penerima politik uang pun diketahui lebih memilih diam dan tak melaporkan adanya praktik haram tersebut. Mereka enggan melaporkan karena sudah terlebih dulu menganggap proses pelaporannya bakal ribet dan berbelit.

“Kesadaran masyarakat masih harus terus dibangun. Karena politik uang ini berkorelasi erat dengan partisipasi masyakarat,” terang Najidah. (luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Money Politikpilgub kaltim 2018
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lima Tahun Jadi Tak Berarti

Next Post

Pernah Tampil Tanpa Bayaran, Manggung hingga Brunei Darusalam

Related Posts

Bawaslu Bontang Antisipasi Politik Uang Modus Angpau Natal
Bontang

Bawaslu Bontang Antisipasi Politik Uang Modus Angpau Natal

25 Desember 2023, 13:45
Sofyan dan Jaang Tidak Hadiri Penetapan Gubernur Kaltim Terpilih
Breaking News

Sofyan dan Jaang Tidak Hadiri Penetapan Gubernur Kaltim Terpilih

25 Juli 2018, 11:36
Ditetapkan Jadi Gubernur, Isran Santai
Breaking News

Ditetapkan Jadi Gubernur, Isran Santai

25 Juli 2018, 11:35
Golkar Yakin Bisa Move On 
Kaltim

Golkar Yakin Bisa Move On 

25 Juli 2018, 11:34
Legawa, Rusmadi-Isran Bertemu
Breaking News

Legawa, Rusmadi-Isran Bertemu

11 Juli 2018, 11:35
Proses Rekapitulasi Suara Dijaga Ketat Ratusan Personel Kepolisian
Breaking News

Proses Rekapitulasi Suara Dijaga Ketat Ratusan Personel Kepolisian

9 Juli 2018, 11:37

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.