• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Bangun SMPN 8 Dari Nol, Jadi Kepsek Berprestasi 

by BontangPost
26 Januari 2017, 13:02
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Sukarsih (Ist)

Sukarsih (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Kisah Inspiratif Warga Bontang : Sukarsih (146)

Keterbatasan sarana dan prasarana (sapras) dan dana bukan menjadi penghalang bagi Sukarsih untuk memajukan sekolah yang dia pimpin. Kerja keras dan pantang menyerah menjadi kunci suksesnya meraih predikat kepala sekolah berprestasi.

Bambang, Bontang

Saat diamanahi memimpin SMP Negeri 8 pada 2010 lalu, bukanlah hal yang mudah bagi sosok Sukarsih. Pasalnya wanita kelahiran Malang, 11 Desember 1963 itu harus memulai perjuangannya dari nol lantaran saat itu SMPN 8 merupakan sekolah rintisan baru yang belum memiliki apa-apa, termasuk gedung belajar.

Agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan, akhirnya Sukarsih dan para guru lainnya harus rela menumpang. Mulai menumpang di SDN 011 Bontang Selatan, Yayasan Tunas Bangsa, hingga di SMP Negeri 2 Bontang.

Bahkan dalam beberapa kali menggelar ujian try out, juga harus meminjam kelas di Kampus Stitek, dan puncaknya saat menggelar Ujian Nasional (UN), ikut menumpang di SMP Negeri 3 Bontang. Sebelum akhirnya bisa memiliki gedung sendiri yang terletak di Jalan AP Mangkunegoro, Kelurahan Berbas Tengah.

“Pokoknya saat menumpang dulu banyak tidak enaknya. Bahkan karena sering berpindah-pindah, SMPN 8 sempat dijuluki SMP gentayangan,” tutur Sukarsih.

Beberapa perlakuan kurang baik yang dirasakan peserta didiknya pun juga pernah ia rasakan saat menumpang duahulu. Kendati demikian, tekatnya untuk mencerdaskan peserta didiknya tidak pernah surut. Sampai akhirnya, di 2013 lalu, SMPN 8 akhirnya bisa memiliki gedung sendiri.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Al Mashuri (237); Aktif di Sepak Bola Buat Usaha Sablon Terus Eksis

Awal-awal menggunakan gedung pun, pembelajaran juga tidak langsung berjalan maksimal. Masih tidak sebandingnya antara ruang kelas yang tersedia dengan rombongan belajar (rombel), sehingga membuat Ibu dua anak itu harus menerapkan sistem double shift.

Belum lagi ditambah permasalahan lainnya seperti masih minimnya sarana prasarana (sapras), kumuhnya lokasi sekolah akibat banyaknya tumpukan sampah dan beling, serta gersangnya sekolah lantaran tidak ada penghijauan, membuat seluruh warga sekolah harus bekerja ekstra.

“Akhirnya kami para guru dibantu dua pekerja kebersihan kami saat itu rutin melakukan kerja bakti untuk membersihkan area-area sekolah yang perlu dibersihkan,” ujarnya.

Berkat kerjasama seluruh pihak, permasalahan-permasalahan tersebut akhirnya sedikit demi sedikit bisa terselesaikan. Baginya, kunci bisa ‘menyulap’ SMPN 8 adalah pantang menyerah, mengelola secara bertahap, serta bekerja sesuai dengan keputusan bersama seluruh warga SMP Negeri 8.

Walau usianya masih terbilang muda, namun kiprah SMPN 8 kini di Bontang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya SMPN 8 di bawah kepemimpinan Sukarsih bisa dengan cepat menjadi salah satu sekolah negeri unggulan yang ada di Bontang. Kata Sukarsih, minimnya sapras dan dana bukanlah menjadi kendala untuk bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya.

Baca Juga:  Lika-liku Rudiansyah Jadi Komisioner KPU Kaltim (1);Aktif Dampingi Masyarakat, Pilih Jadi Nonpartisan

“Ketika dana dan sapras minim. Maka kami perkuat dengan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) nya,” tutur guru mata pelajaran biologi tersebut.

Terbukti, untuk meningkatkan kualitas para guru di SMPN 8, Sukarsih juga pernah menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi Stitek untuk masalah IT, mengkursuskan guru-gurunya untuk memperdalam kemampuan berbahasa Inggris, belajar pengelolaan perpustakaan ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (sebelumnya KPADok), serta melakukan study banding ke sekolah-sekolah yang sudah lebih dulu maju, seperti di SMP Vidatra.

Berkat memiliki SDM yang berkualitas inilah, akhirnya kini para siswa SMPN 8 bisa memiliki segudang prestasi baik dari sisi akademik, maupun lainnya. Jika diukur dari peringkat Ujian Nasional antar seluruh sekolah yang ada di Bontang, SMPN 8 memasuki posisi enam besar. “Bahkan jika dibandingkan dengan sekolah negeri yang ada di Bontang, kami berada dalm urutan ketiga,” terang Sukarsih.

Mengikuti perkembangan zaman yang semakin cangggih, dalam hal teknologi pun SMP 8 Juga tak kalah dengan sekolah-sekolah lainnya. Kini dalam mengerjakan ujian pun, juga sudah menerapkan ujian berbasis Computer Based Test (CBT). Para siswa pun juga dituntut dapat memiliki sikap yang religius, aktif, mencintai lingkungan, ber attitude, dan humanis sesuai visi sekolah.

Selain mampu mengembangkan sekolahnya, berkat inovasi yang dilakukan Sukarsih, guru yang dikenal ramah itu pada 2014 lalu berhasil meraih predikat sebagai kepala sekolah berprestasi baik di tingkat kota maupun provinsi. Kata dia, prestasinya tersebut diharapkan dapat menginspirasi para guru dan siswanya sehingga terus berinovasi dalam memajukan SMPN 8 Bontang. “Harapannya semoga SMPN 8 terus meningkatkan mutu pendidikannya sehingga bisa terus menjadi sekolah unggulan di Bontang,” tukasnya. (***)

Baca Juga:  Sefteanus, Tergerak Jadi Hamba Tuhan Full-Time 

Biodata

Nama                            : Hj Dra. Sukarsih M.Pd

TTL                               : Malang, 11 Desember 1963

Alamat                          : Jalan Kutilang Blok W nomor 4, BTN PKT

Suami                           : H. Suwarno

Anak                             : Fitria Chrusta Karlina S.Kep.Ns

Nadi Kurni Adhin Fauzi, ST

Pendidikan                   : IKIP Negeri Malang fakultas MIPA jurusan Biologi

Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jurusan Pendidikan Sains

Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman Samarinda (Sedang berlangsung)

Pengalaman Mengajar   : Guru Honor di beberapa sekolah swasta di Malang

Guru Honor Biologi di SMA Monamas Bontang (1987-1988)

Guru Honor Biologi di SMA Negeri 1 Bontang (1988-1989)

Guru Honor Kimia Dasar di SMK Negeri 1 Bontang (1990-1992)

Guru PNS Kimia Dasar di SMK Negeri 1 Bontang (1992-2002)

Guru PNS Biologi di SMP Negeri 3 Bontang (2002-2010)

Kepala SMP Negeri 8 Bontang (2010-Sekarang)

Aktivitas Lainnya             : Peneliti Karya Tulis Ilmiah Universitas Mulawarman

Penulis Artikel Jurnal Ilmiah Skala Nasional

Motto Hidup                  : Pantang Menyerah

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bertahan Hidup dengan Langkah Terhuyung, Sahril Pun Terpaksa Berhenti Sekolah Karena Bully

Next Post

Rawan Pungli, Polda Kaltim Minta Ketua Tim Saber Pungli Telusuri Penjual Togel 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.