• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

MEMBANGGAKAN!!! Olah Sampah Jadi Pupuk, Wakili Indonesia di Jepang

by BontangPost
12 Juli 2018, 11:50
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Tatik Purwanti(IST)

Tatik Purwanti(IST)

Share on FacebookShare on Twitter

Sampah kerap kali dipandang sebelah mata. Namun siapa sangka, sampah sayur justru membawa keberuntungan bagi Tatik Purwanti. Bersama tiga rekannya, ia menatap kejuaraan Asian Network for Natural and Unnatural Material (ANNUM) VI di Gufu, Jepang, akhir bulan ini.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

Bau tak sedap langsung menyengat di hidung. Panorama kotor pun sangat mengganggu pandangan mata. Begitulah gambaran saat melihat tumpukan sampah. Sesuatu hal yang tak berguna namun selalu ada tiap harinya.

Namun, alumni mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul), Tatik Purwanti justru melihat barang buangan itu sebagai kajian penelitian. Proses olahan dilakukan dengan alat pirolisis reaktor. Hasilnya berupa liquid smoke yang dapat dijadikan bahan pupuk dan pestisida. Bahkan kajian penelitian olahan menjadi liquid smoke itu mendapatkan ranking 15 dari 120 tim yang mendaftar.

“Kami menggunakan drum yang dirangkai sendiri,” kata Tatik kepada Bontang Post, Rabu (11/7).

Tawaran mengikuti sebuah kejuaraan diperoleh saat mengikuti penelitian di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Di penelitian tersebut seorang tutor membahas masalah kimia lingkungan. Berbekal itulah, perempuan kelahiran Jombang ini mencoba menggali tentang sampah yang dipandang nyentrik.

Baca Juga:  Sempat Dilarang Orang Tua, Kini Dipercaya Latih Timnas

“Saya langsung umumkan di grup whatsapp alumni kampus, ketemu dengan tiga rekan saya,” ujarnya.

Adapun latar belakang pendidikan ketiganya berbeda. Antara lain teknik sipil, teknik lingkungan, dan kehutanan. Perbedaan inilah yang kerap melahirkan beda pendapat dalam sebuah pengkajian. Apalagi proses melakukan penelitian tidak bisa tatap muka dan hanya melalui alat komunikasi. Ditambah tidak adanya pembimbing yang mengarahkan.

“Beda pendapat pasti, tetapi ketika sudah diarahkan dan dijelaskan tentunya pasti terarah kembali,” ungkap dara berusia 30 tahun ini.

Tim ini sempat menemui kendala saat mengambil sampel data. Pasalnya lokasi pertama yang disasar ialah Samarinda. Namun dikarenakan cakupan wilayah terlalu besar maka tim memutuskan untuk berganti ke Tanah Grogot.

“Kebetulan dua rekan saya berasal dari Tanah Grogot jadi memudahkan untuk mengambil datanya,” ucapnya.

Baca Juga:  HEBAT!!! Bripka Bajuri, Bhabinkamtibmas Terbaik se-Kaltim

Target tinggi dipatok oleh Tatik, yakni berhasil memenangkan kejuaran tersebut. Segala macam persiapan pun telah dilakukan mulai dari pembuatan media poster untuk sarana publikasi maupun data penelitian yang telah dikirim sejak Januari silam. Justru ia sering mendapat email dari penyelenggara terkait koreksi redaksional penelitian.

“Jepang sangat teliti, kami sering dapat email koreksi terkait konten kajian penelitian. Bahkan koreksi penulisan pun dari sana,” ulas perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Riset Teknologi dan Lingkungan Hidup Bontang Youth Community Energy Research (BYCER).

Dengan memperoleh kemenangan tentunya penerapan di daerah akan semakin lebih mudah. Pasalnya telah mendapat predikat di mata peneliti dunia tentunya akan berpengaruh terhadap publik di Bontang atau Kaltim. “Bisa diakui di Jepang tentunya promosi di daerah sini menambah tingkat kepercayaan. Analoginya masa di negara lain saja dipercayai, sementara di negara sendiri tidak,” jelasnya.

Baca Juga:  Perjuangan Guru Sekolah Pesisir Kota Bontang di Hari Pendidikan Nasional

Nantinya, Tatik cs tidak sendirian dari Indonesia. Sebab beberapa kampus seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gajah Mada (UGM) juga mengirimkan wakilnya.

Akan tetapi, Tatik memandang lawan terberat timnya ialah wakil dari negara Australia. Pasalnya objek kajian yang dipilih sangat bagus. Ditambah penguasaan bahasa Inggris yang merupakan bahasa ibu mereka menjadi nilai lebih.

“Sepertinya mereka kimia banget apalagi bahasanya pun juga bahasa Inggris,” tutur alumni SMKN 1 Bontang ini.

Rencananya, Tatik akan berangkat ke Jepang pada tanggal 25 Juli. Kejuaraan bakal diikuti selama dua hari mulai tanggal 27 juli hingga 28 Juli.

Ia berharap selepas dari Negeri Sakura, bahan kajiannya dapat diterapkan di Bontang. Nantinya, ia akan melakukan kajian lanjutan untuk mencari formula agar sampah sayur bisa dijadikan biofuel. Agar dapat langsung digunakan oleh para nelayan Bontang. (***)

Tags: kisah inspiratifPrestasi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Presiden Kroasia Berbikini? Ternyata Salah Orang

Next Post

HEBAT!!! Bripka Bajuri, Bhabinkamtibmas Terbaik se-Kaltim

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Murid Kelas 3 SDN 010 Bontang Utara Sabet Juara Favorit 3 Project Video Olimpiade Sains
Bontang

Murid Kelas 3 SDN 010 Bontang Utara Sabet Juara Favorit 3 Project Video Olimpiade Sains

2 Juli 2020, 10:00
Kisah Afifah Pertama Kali Ikut MTQ, Harumkan Bontang di Kancah Provinsi
Bontang

Kisah Afifah Pertama Kali Ikut MTQ, Harumkan Bontang di Kancah Provinsi

17 Mei 2020, 15:00
Belajar Vokal dari Situs Video, Anak Bontang Menoreh Prestasi di Tingkat Nasional
Bontang

Belajar Vokal dari Situs Video, Anak Bontang Menoreh Prestasi di Tingkat Nasional

5 November 2019, 21:30
Membanggakan! Mahasiswa Indonesia Pertahankan Gelar Juara Kontes Robot di AS
Nasional

Membanggakan! Mahasiswa Indonesia Pertahankan Gelar Juara Kontes Robot di AS

15 April 2019, 20:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.